Baru-baru ini, Esti mendapat hadiah ulangtahun dari Bibi Erna yang seorang perancang busana. Hadiah itu sebuah patung kayu pengantin adat Jawa. Menurut Esti patung itu lucu, dan patung itu dinamainya Kukur.  Esti berfoto bersama Kukur dan memposting foto itu di instagramnya.

“Pagi, Esti!” sapa Nina, teman sekelas Esti keesokan harinya di sekolah. “Pagi, Nina!” sahut Esti. “Foto baru kamu di instagram kemarin lucu, deh. Kukur bisa memejamkan matanya!” puji Nina. “Ah, nggak kok!” kata Esti. “Masa kamu tidak tahu?” kata Nina memandang Esti dengan wajah bingung. “Ih, jangan bercanda, dong! Ini buktinya,” ujar Esti mengambil gadgetnya dan menunjukkan foto  yang diambilnya kemarin.

Ternyata, foto itu kabur. “Kok.. bisa, ya? Padahal aku lihat sendiri kemarin fotonya bagus!” ujar Esti lalu mengecek instagramnya. “Kok bisa hitam begini, sih, fotonya?!” seru Esti kaget melihat foto yang dipostingnya kemarin di instagram. Esti dan Nina membicarakan keanehan itu, tapi tidak bisa menemukan jawabannya. Mereka juga bertanya pada kakak kelas yang pintar fotografi, tapi dia juga tidak tahu sebabnya.

Sepulang sekolah, Esti kaget melihat Mbok Inem jalan dengan kaki pincang. “Lho, kenapa, Mbok?” tanya Esti. “Mbok lagi bersihin kamar Non Esti, tiba-tiba patung Non Esti jatuh di kaki Mbok! Itu tuh si Kukur!” jelas Mbok Inem. “Aduh Mbok, hati-hati…” kata Esti prihatin. Ketika hendak masuk ke kamarnya, Esti merasakan perasaan tidak enak. Seakan-akan ada yang memperhatikannya. Esti menengok ke kiri dan membelalak kaget. Kukur ada di ujung selasar!  “Mbok Ineeem!” panggil Esti. “Iya, Non!” sahut Mbok Inem dari bawah tangga. “Mbok Inem mau godain aku, ya? Masa Kukur di taruh di luar?!” seru Esti. “Hah? Godain gimana, Non? ” tanya Mbok Inem bingung. Esti tahu wajah itu jujur.

BRUK! Suara keras mengagetkan Esti. Dia menengok ke kiri dan menjerit ketakutan. Kukur jatuh tanpa ada yang mendorongnya! Patung kayu itu menakutkan! Esti berlari turun tangga, tidak mau masuk kamar karena ketakutan. Gawatnya lagi, Mbok Inem juga takut. Esti menelepon Nina. “Ninaaa, tolongin aku, dong!” serunya.

Nina datang ke rumah Esti, membantunya mengatasi ketakutan. “Esti, aku sudah mencari informasi. Si Kukur itu salah satu dari patung Loro Blonyo. Patung Loro Blonyo adalah pasangan pengantin pria dan wanita. Kejadian aneh ini kurasa karena patung ini dipisahkan,” jelas Nina. “Kalau begitu, aku harus bilang pada Bibi,” kata Esti.

Bibi Erna mendengarkan cerita Esti dengan penuh perhatian. Entah Bibi  percaya atau tidak, tapi dia berkata, “Maaf Esti jadi takut dengan hadiah Bibi. Bibi akan  mengembalikannya ke teman Bibi yang menjual barang antik. Nanti Bibi cari hadiah pengganti!” kata Bibi Erna. Esti jadi tidak enak. “Tidak usah, Bi,” kata Esti. “Nggak apa-apa, karena Bibi sayang sama Esti. Esti kan mau jadi perancang busana juga!” kata Bibi sambil memeluk Esti. Esti tersenyum bahagia.

Suatu hari, Esti dan Nina berjalan melewati toko antik. Mereka melihat sepasang patung pengantin. “Si Kukur…” gumam Esti. Ah, bukan, dia bukan si Kukur lagi, dan sekarang dia tak akan pernah membuatku takut!

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Novi Chrisna

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *