“Arrrgghhh… Toloooooong…” teriak seekor Kerbau yang sedang dikejar oleh seekor Singa. Dengan tubuhnya yang agak gemuk, si Kerbau bersusah payah menghindari kejaran sang Singa. Si Singa yang sedang kelaparan berusaha mengejar Kerbau. “Menu makan siang daging Kerbau yang gemuk pasti akan lezat,” ujar Singa dalam hati. Sambil berlari kencang, Singa membayangkan sedang menyantap daging Kerbau sebagai menu makan siangnya.

Dari kejauhan, Kerbau melihat sebuah lubang dengan ukuran yang tak begitu besar. Lubang itu adalah gua yang berada di balik semak-semak. “Lebih baik, aku bersembunyi di dalam gua itu,” ujar Kerbau kepada dirinya sendiri.Untungnya, Singa tak melihat lubang gua yang tertutup semak-semak itu. “Waduh, kemana perginya Kerbau itu?!” tanya Singa penasaran.

Sementara itu di dalam gua, si Kerbau sedang bersembunyi sambil terengah-engah ketakutan. “Syukurlah, Singa itu tidak tahu ada gua di sini,” ujar Kerbau bersyukur.“Kereeetaak…” Terdengar bunyi ranting pohon yang patah karena terinjak. “Siapa itu?” teriak Kerbau terkejut dengan bunyi itu. “Tak.. tak.. tak..” suara kaki berjalan perlahan mendekati Kerbau. Si Kerbau sudah bersiap-siap lari bila ternyata ada Singa di dalam gua.Saat mendekat dan terkena sinar matahari yang mengintip melalui lubang gua, ternyata sosok misterius yang muncul adalah Kambing. “Ahhh.. kau membuat aku kaget,” ujar Kerbau lega. “Sedang apa kau di sini?” tanya Kambing dengan galaknya. “Aku berlindung dari kejaran Singa,” jawab si Kerbau. “Pergi kau sana!” ketus si Kambing. “Kamu membuat gua ini menjadi lebih sempit gara-gara tubuhmu yang gendut itu!” kata si Kambing lagi. Sama seperti Kerbau, si Kambing juga sedang bersembunyi di dalam gua. Ia menghindari kejaran Singa yang lapar. “Hei, kamu tak boleh begitu!” timpal Kerbau. “Gua ini bukan milik siapa-siapa, ini milik bersama semua hewan yang ada di hutan ini,” kata Kerbau lagi. Mendengar jawaban si Kerbau, Kambing justru tak mau kalah, “Tapi aku lebih dulu bersembunyi di sini!” “Kita sama-sama bersembunyi dari Singa, sebaiknya kita berdua bekerjasama dan bersembunyi di sini,” Kerbau tak berhenti memberi pengertian kepada si Kambing. Tapi si Kambing semakin marah, “Kalau kamu tak mau pergi, aku akan mengusirmu keluar dengan paksa!”  “Braaaak…” Dengan tubuhnya yang jauh lebih kecil, Kambing mendorong Kerbau agar keluar dari gua. Tetapi, tubuh Kerbau yang besarnya 3 kali lipat dari tubuh Kambing justru tak terdorong keluar gua. Sebaliknya, si Kambing yang terpelanting keluar gua menerobos semak-semak di luar gua. “Gubraaaaak…” tubuh Kambing terjatuh tak jauh dari semak-semak. Suara berisik itu terdengar Singa yang masih mencari mangsanya.

Tanpa berpikir panjang, Singa langsung berlari dan hendak menerkam Kambing yang sedang tergeletak. “Kerbau tidak dapat, Kambing juga sama lezatnya kok,” pikir Singa yang sedang kelaparan. Tiba-tiba, Kerbau langsung menarik tubuh Kambing ke dalam gua. Dengan sekuat tenaga, Kerbau sama sekali tak dendam dengan sikap Kambing yang licik. Keduanya lantas bersembunyi di dalam kegelapan gua. Di luar gua, Singa yang sudah berlari kencang tak bisa menghentikan langkah-langkah kakinya. Tubuhnya justru jatuh terperosok ke dasar tebing tak jauh dari gua. Kerbau dan Kambing pun selamat dari kejaran Singa. Kerbau yang beberapa saat sebelumnya hendak diusir oleh si Kambing, tidak menaruh dendam terhadap Kambing. Sebaliknya, ia justru menolong Kambing dari terjangan Singa. “Wahai Kerbau, terimakasih telah menolongku,” ujar Kambing sambil terengah-engah menahan sakit setelah terjatuh. “Maafkan aku karena tadi telah berusaha mengusirmu,” lanjut Kambing. “Iya, sudah tugas kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan untuk selalu tolong menolong,” ungkap Kerbau. Keduanya kini menjadi dua sahabat yang tak terpisahkan. (Teks: Just For Kids/ Ilustrasi: Agung)

You may also like
Latest Posts from

1 Comment

  1. Keduanya kini menjadi dua sahabat yang tak terpisahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *