Setelah Sukses di Jepang, Masker AIRism Berteknologi Nano Filter dari UNIQLO Kini Hadir di Indonesia

Melakukan gerakan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sampai saat ini terus didengungkan guna menekan laju penularan Covid-19. Pemakaian masker, salah satunya adalah hal krusial yang bukan  hanya disarankan, namun seyogianya diwajibkan bagi setiap orang. Baik saat mereka sedang bepergian atau berada di dalam ruang publik untuk mengantisipasi penularan.

Seperti kita tahu, virus ini dapat menular melalui percikan air liur orang yang sakit ketika ia bersin, batuk, atau bahkan saat berbicara. Tak heran sejak pandemi menyerang Indonesia, masyarakat mulai mencari masker yang dapat melindungi diri dari terpaparnya Covid-19. Penjual ‘masker kain’ dadakan pun bermunculan, berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, banyaknya pilihan masker juga melahirkan kebingungan di masyarakat, apalagi terkadang tidak memperhatikan unsur-unsur penting yang ada di dalam masker.

Sadar akan kebutuhan masker yang aman, nyaman dan berkualitas,  merek busana terkemuka UNIQLO meluncurkan masker wajah untuk digunakan sehari-hari di masa pandemi ini. Sebelum diluncurkan secara global, masker AIRism pertama kali diluncurkan di Jepang pada Juni 2020 dan telah menuai tanggapan positif dan popularitas luar biasa dari konsumen.

3 Lapis dan Nano Filter

UNIQLO memang sudah lama dikenal dengan inovasi teknologi-nya. Hal ini dituangkan juga pada masker AIRism. Diungkapkan oleh Ibu Evy Christina, Marketing Manager UNIQLO Indonesia, masker AIRism telah dibuktikan oleh uji Laboratorium di Jepang beberapa bulan lalu dan telah memenuhi beberapa parameter yang diberikan oleh BSN (Badan Badan Standarisasi Nasional).

(kiri – kanan) Melanie Putria (Host), dr. Alfi Auliya Rachman, Mitra Dokter Halodoc dan Evy Christina, Marketing Manager UNIQLO Indonesia pada konferensi pers virtual AIRism Mask, Rabu (21/10)

Masker yang bisa memberikan perlindungan optimal terhadap virus dan kuman penyakit, tentu sangat dibutuhkan di tengah pandemi sekarang ini. “Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyarankan agar masker seyogianya terdiri dari minimal 3 lapisan sehingga bisa mencegah masuknya bakteri atau virus secara optimal. Hal ini, juga bisa ditemui pada masker AIRism,” ungkap Evy pada konferensi pers virtual yang diselenggarakan oleh UNIQLO bersama HaloDoc, hari ini (22/10).

Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Masker AIRism, yakni:

– Mempunyai struktur tiga (3) lapis dengan nano filter di bagian tengah masker. Nano filter ini memiliki nilai BFE (efisiensi filtrasi bakteri) dan efisiensi filtrasi partikel sebesar 99% yang mampu menghalangi masuknya percikan air dan melindungi dari bakteri dan partikel yang terkontaminasi virus. Filter tersebut kemudian dibalut dengan kain mesh berteknologi AIRism yang lembut dan breathable (tidak mengganggu pernapasan pengguna).

– Lembut di kulit dimana lapisan bagian dalam AIRism bebas dari kekakuan atau ketebalan yang biasa ditemukan di masker non-woven atau katun. Struktur mesh atau jaring di masker AIRism juga memastikan agar masker tetap ringan dan tipis serta terus mengoptimalkan sirkulasi udara sehingga tidak terasa pengap.

– Memiliki nilai UPF (Ultraviolet Protection Factor) 40, sehingga menghalangi 90 persen sinar ultraviolet dan sangat cocok digunakan di Indonesia yang terletak di jalur khatulistiwa.

– Dapat dicuci baik dengan tangan atau menggunakan mesin cuci dengan deterjen rumah tangga biasa, dimana filter yang ada didalam masker AIRism masih mampu mempertahankan kegunaannya bahkan setelah 20 kali pencucian pada temperatur 40 derajat Celcius.

Aturan Memakai Masker

Dikatakan oleh dr. Alfi Auliya Rachman, Mitra Dokter Halodoc, memakai masker juga ada aturannya. Demikian juga dengan menyimpan. Sebelum memakai masker, katanya, pastikan tangan kita dalam keadaan bersih. “Cuci tangan terlebih dahulu. Ambil masker. Jangan sentuh bagian dalam masker, tapi pegang talinya dengan kedua tangan lalu sematkan di telinga. Lalu cuci tangan kembali. Saat melepas masker juga begitu, pegang talinya, jangan ditaruh di dagu ya maskernya, tapi disimpan di kotak atau tempat khusus. Setelah itu cuci tangan kembali,” anjur dr. Alfi.

Ia mengatakan, idealnya satu masker bukan dipakai untuk seharian. “Gantilah setelah 3 atau 4 jam, terutama bila baru kembali dari luar. Kalau sudah kotor sekali, bisa diganti lebih sering,” tambahnya.

Proteksi Tinggi Walau Dicuci Berulang Kali

Walaupun sering dicuci (hingga 20 kali), menurut Evy, masker AIRism tetap memberikan perlindungan yang tinggi. “Memang daya perlindungannya menurun, tapi sedikit sekali. Yang tadinya 99%, setelah dicuci berulang kali, tingkat efisiensi penyaringan bakteri menjadi 95% dan terhadap partikel serbuk sari menjadi 93%. Hal ini sudah diuji di laboratorium,” katanya meyakinkan.

Masker AIRism sendiri saat ini tersedia 2 warna yaitu hitam dan putih. Namun dalam waktu dekat, tepatnya awal minggu bulan depan, akan ada tambahan variasi 1 warna lain, yakni abu-abu. “Masker ini tersedia dalam tiga pilihan ukuran S, M dan L, sehingga cocok digunakan mulai dari anak-anak berusia 3 tahun ke atas hingga orang dewasa,” imbuh Evy.

Saat ini masker AIRism sudah tersedia di pasaran. Antara lain bisa Moms dan Dads dapatkan melalui e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *