Ceria Bersama Dreamable di Desa Wisata Kertajaya

Sabtu (27/7) pagi, Desa Kertajaya Creative Destination, tepatnya di Bale Seni Barli, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat tampak lebih ramai dari biasanya. Ada yang istimewa hari itu. Dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dari Sekolah Dreamable, ceria beraktivitas di desa wisata tersebut.

Senyum cerah terukir di wajah Neneng, Aldi, Chelsea, dan teman-temannya. Mereka adalah siswa dari sekolah Dreamable, sarana pendidikan bagi ABK (mulai dari tunagrahita, tunadaksa, tunarungu, maupun tunawicara) terutama yang berasal di sekitar wilayah Desa Tegal Luar, Bojong Soang, Kabupaten Bandung Barat. Meski sebagian anak berkebutuhan khusus tersebut telah berusia remaja belasan tahun, namun secara psikologis perilaku dan pola pikirnya setara dengan anak usia 8 tahun.

Dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional, Pertamina mengajak anak-anak sekolah Dreamable melakukan wisata seni, salah satu kegiatannya adalah bermain angklung. Anak-anak terlihat antusias saat mencoba bermain musik di bawah bimbingan instruktur

Nah, hari itu, siswa-siswi Dreamable yang saat ini berjumlah 35 orang dengan rentang usia 7 – 22 tahun, melakukan wisata seni sekaligus merayakan Hari Anak Nasional di sana. Agenda menarik mereka lakukan dengan penuh tawa, mulai dari bernyanyi, senam, bermain angklung, menari, menonton panggung boneka, melukis dengan cap tangan hingga mewarnai di atas gerabah.

Sekolah Dreamable merupakan program yang diinisiasi pada akhir tahun 2017. PT Pertamina (Persero) ikut mengembangkan sekolah ini sebagai salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan di bawah asuhan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bandung Group. Aktivitas sederhana seperti melukis dan mewarnai, berkebun, serta olah raga menjadi kesibukan mereka sehari-hari.

Anak-anak berkebutuhan khusus dari sekolah Dreamable sangat terhibur ketika menonton panggung boneka tentang kesehatan yang dibawakan oleh Puskesmas Koja, Jakarta Utara, binaan Terminal BBM (TBBM) Jakarta Group

Neneng, salah satu siswi sekolah Dreamable, adalah salah satu yang mencuri perhatian. Setiap aktivitas ia ikuti dengan riang. Tanpa malu-malu ia bernyanyi dan berjoget. Saat bermain angklung-pun, ia terlihat sangat bergairah, semangatnya sungguh luar luar biasa. Begitupun dengan puluhan anak-anak lainnya.

“Dalam rangka Hari Anak, kami mengajak adik-adik dari sekolah Dreamable untuk beraktivitas seni di sini, seperti bernyanyi, melukis, bermain angklung. Selain berbagi keceriaan, diharapkan kegiatan ini semakin mengasah kemampuan motorik mereka,” ujar Bapak Bambang Soeprijono, Operation Head TBBM Bandung Group, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III.

PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan berupa mobil antar jemput untuk siswa-siswi Sekolah Dreamable. Mobil Dreamable diserahkan secara simbolis oleh Bambang Soeprijono (tengah), Operation Head TBBM Bandung Group, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III kepada Cecep Hidayat, Ketua Yayasan Hidayah yang menaungi Sekolah Dreamable, dengan didampingi oleh Nakisbandiah Barli (kiri), Pemilik Bale Seni Barli

Dalam kesempatan itu, Pertamina MOR III memberikan bantuan mobil Dreamable, untuk memudahkan pengajar Dreamable dalam mengantar dan menjemput anak-anak untuk bersekolah. Selain itu, ada pula bantuan berupa kursi roda bagi siswa disabilitas.

“Ada beberapa anak yang tidak bisa pergi ke sekolah. Biasanya kami para pengajar menjemput mereka dengan motor pribadi seadanya. Bantuan mobil ini tentu akan sangat membantu sehingga bisa menjemput anak-anak sekaligus, juga lebih aman dan nyaman bagi mereka,” ujar Ibu Yulianti, Pendiri dan Pengajar di sekolah ini.

Ya, untuk diketahui, kebanyakan siswa-siswi Dreamable berasal dari keluarga kurang mampu, baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Biasanya, para guru mengantar jemput mereka dengan kendaraan motor, karena ketidak mampuan sekolah dalam menyediakan kendaraan.

Murid-murid tampak senang ketika mencoba mobil Dreamable yang merupakan bantuan dari program CSR Pertamina TBBM MOR III Bandung Group 

Alhamdulillah dengan bantuan CSR dari Pertamina TBBM Bandung Group berupa mobil, sangat membantu aktivitas belajar mengajar anak-anak. Yang tadinya guru antar jemput pakai motor dengan membonceng 3-4 anak, sekarang  dengan mobil, bisa mengangkut 10 – 12 anak sekali jalan. Lalu, beberapa anak yang tadinya diantar dan dijemput dengan digendong (siswa tunadaksa), sekarang bisa beraktivitas biasa dengan adanya bantuan kursi roda,” imbuh Bapak Cecep Hidayat, Ketua Yayasan Hidayah yang menaungi Sekolah Dreamable.

Saat ini, sekolah Dreamable memiliki 10 guru, yang semuanya mengajar dengan sukarela dan tulus hati. Mereka tidak hanya berasal dari Bandung, melainkan dari Ciamis, Sumedang bahkan Lombok.

Interior dalam maupun luar Mobil Dreamable didekorasi sesuai dengan dunia anak-anak, berwarna cerah, dan dihiasi gambar binatang dan beralaskan ‘matras’ puzzle

“Awalnya siswa sekolah Dreamable hanya berasal dari Desa Tegal Luar di Kecamatan Bojong Soang saja. Dan tempat belajar-nya pun ada di tegal Luar, yakni di Rumah Ibu Yuli (pendiri). Sekarang  dengan adanya mobil, kami pusatkan di satu tempat yaitu kampung Bojongsari Desa Cibisoro, karena letaknya pas di tengah-tengah,” ujar Bapak Cecep.

Selama ini, selain memberikan bantuan berupa fasilitas untuk aktivitas belajar mengajar, Pertamina MOR III TBBM Bandung Group juga melakukan pelatihan keterampilan kepada para guru-guru Dreamable. Misalnya, dua bulan lalu, mereka mengajak para guru melakukan studi banding ke Pertamina TBBM Boyolali.

Seorang siswa sekolah Dreamable mencantumkan lukisan tangan di ‘Pohon Harapan’. Kegiatan berlangsung di Desa Kertajaya Creative Destination yang terletak di Kampung Sodong, Desa Kertajaya, Padalarang, Bandung. Potensi desa ini adalah kreativitas masyarakat yang unggul dalam pemberdayaan industri rumahan berupa kerajinan, industri kreatif, dan lainnya. Desa Kertajaya juga merupakan binaan Pertamina MOR III TBBM Bandung Group.

“Kegiatan yang diajarkan di sana antara lain  membatik. Kami berharap kegiatan pelatihan keterampilan bisa diterapkan di sekolah Dreamable, bukan hanya untuk murid tetapi juga orangtua. Tadi, ada produk kreasi anak-anak, kan, semoga bisa dijual dan membantu perekonomian keluarga mereka juga. Dengan berbagai keterampilan dasar yang diberikan, semoga mereka bisa hidup mandiri di tengah masyarakat. Pertamina berharap, Sekolah Dreamable, menjadi solusi mewujudkan kemandirian ABK,” tutup Bapak Bambang.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *