Tiada hari tanpa menggunakan gadget, ya, Kids? Entah itu untuk main game, belajar, nonton, telepon, WA, ber-medsos, belanja atau pesan transportasi online, dan lain sebagainya. Untuk diketahui, berdasarkan Riset International Data Corporation (IDC), sebanyak 80% pengguna gadget (smartphone) mengecek layar ponsel dalam waktu 5 menit setelah bangun tidur. Dan berdasarkan data Global Mobile Consumer Survey from Deloitte 2018, 47 kali dalam satu hari, orang akan mengecek ponselnya.

Ibu Fita Indah Maulani, Sekjen Asosiasi Internet of Things Indonesia

“Harus diakui, pengguna internet di Indonesia memang terus meningkat. Peningkatan paling tinggi terjadi pada tahun 2014 saat layanan 4G masuk ke Indonesia. Data terakhir, pengguna internet ini sudah mencapai 143,26 juta atau 54,7% dari jumlah penduduk Indonesia yang 262 juta jiwa. Dan sebanyak 50,08%-nya mengakses internet lewat gadget (smartphone atau tablet),” terang Ibu Fita Indah Maulani, Sekjen Asosiasi Internet of Things Indonesia. “Berdasarkan data Indonesia Millenial Report 2019, IDN Research Institute, sebanyak 63 juta millenial di Indonesia (20-35 tahun) 94,4%-nya telah terhubung internet dengan waktu konsumsi 4-10 jam sehari. Adapun 13,4% senior millenial dan 6,5% junior millenial menghabiskan 7-10 jam sehari,” ucap Ibu Fita. Waah, lama juga, ya, Kids?

Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat

Padahal, untuk anak-anak usia di bawah 14 tahun, penggunaan gadget tidak boleh lebih dari 2 jam sehari, lho. Mengapa demikian? Karena ternyata, penggunaan gadget yang terlalu lama juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya neuropati, Kids. “Aktivitas dengan gerakan berulang, dapat menjadi faktor risiko neuropati, termasuk penggunaan gadget yang terlalu lama,” jelas Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat.

Neuropati adalah istilah medis untuk keadaan dimana terjadinya kerusakan saraf tepi. Ibarat kabel, saraf tepi adalah saraf yang menghubungkan organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, penciuman, kelenjar keringat, kulit, dan otot-otot) dengan saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Nah, jika kalian mulai mengalami yang namanya kesemutan, kebas atau baal maupun kram, itu tandanya sudah terjadi gangguan pada saraf tepi kalian, Kids, yang disebut dengan neuropati. Tangan kalian yang kesemutan ataupun kram, jadi tidak bisa merasakan sentuhan karena saraf tepi-nya tidak bisa menghantarkan rasa itu ke otak. “Kesemutan sebagai gejala awal neuropati harus segera diwaspadai, sebab kerusakan saraf akan bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula) jika kehilangan serabut saraf sudah di atas 50%,” tambah Dr. Luthy.

Ibu Anie Rachmayani, Consumer Health Associate Director of Marketing PT P&G PHCI Indonesia

Nah, agar tidak terlanjur parah, sangat penting untuk mencegahnya ataupun mendeteksinya sejak dini. Kurang-kurangilah bermain gadget, Kids. “Kesehatan saraf tepi bisa dijaga dengan deteksi dini, olahraga secara teratur dan cukup asupan vitamin neurotropik (vitamin B1, B6, dan B12),” ujar Ibu Anie Rachmayani, Consumer Health Associate Director of Marketing PT P&G PHCI Indonesia. “Tak hanya anjuran mencukupi asupan vitamin neurotropik, kami juga melakukan total solution, mulai dari edukasi gejala, dampak, hingga pencegahannya. Kami juga sediakan pemeriksaan dini di Neuropathy Check Point jika mulai merasakan gejala ringan. Segera konsultasikan jika gejala mulai mengganggu, serta aktif melakukan senam kesehatan saraf NeuroMove,” saran Ibu Anie.

Foto-Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *