Suatu hari yang cerah, Peri Dinda tampak kecewa. Peri Novi, adiknya bertanya padanya. “Kakak, ada apa?” tanya Peri Novi.  Peri Dinda menjawab sambil tersenyum,  “Aku sedih karena hari ini tidak bisa makan kue madu Lala!” Peri Novi menggenggam tangan Peri Dinda. “Kakak! Aku juga punya keinginan yang sama!” seru Peri Novi. (One fine day, Dinda the Fairy looks disappointed. Novi the Fairy, her little sister asks. “What’s wrong, Sister?” asks Novi. Dinda answers with a smile, “I’m sad because I can’t eat Lala’s honey cookies today!” Novi held Dinda’s hand. “Sister! I also wish for the same thing!” says Novi.)

Lala adalah peri penjual kue madu yang sangat enak. Setiap satu hari dalam seminggu, dia akan terbang tanpa lelah mengelilingi rumah-rumah peri untuk menawarkan kue madu buatannya. Tapi, sampai hari ini hari Sabtu, Lala belum datang juga.(Lala fairies’ houses to is the fairy who sells very good honey cookies. Once a week, she would fly tirelessly around the sell her self-made cookies. But, today is Saturday, and Lala hasn’t come yet.)

Karena ingin sekali makan kue madu, Peri Dinda dan Peri Novi akhirnya datang ke rumah Lala. “Kakak, lihat! Di kebun Lala banyak bunga-bunga ditanam!” seru Peri Novi antusias. Lala membuka pintu dan menyambut Peri Dinda dan Peri Novi. “Maaf, aku tidak bisa menjual kue madu karena sakit. Kalau kalian mau membelinya, aku bisa menjualnya sekarang. Aku sudah membuat kue madu,” kata Lala. Tapi tiba-tiba, Lala jatuh pingsan! “Lala!” seru Peri Dinda dan Peri Novi. (Because they both really want to eat the honey cookies, Dinda and Novi visited Lala’s house. “Sister, look! There are lots of flowers in Lala’s garden!” shouts Novi enthusiastically. Lala opens the door and greets Dinda and Novi. “I’m sorry I cannot sell the honey cookies because I’m sick. If you want to buy them, I can sell them to you now. I have made the honey cookies,” says Lala. But suddenly, Lala drops and faints! “Lala!” scream Dinda and Novi.)

Peri Dinda dan Peri Novi merawat Lala. “Kakak, aku khawatir jangan-jangan ada yang menyihir Lala. Mungkin ada yang iri karena kemampuannya membuat kue madu,” ucap Peri Novi. “Kau benar, aku akan menggunakan tongkat sihirku untuk mencari sihir hitam disini,” kata Peri Dinda. (Dinda and Novi take care of Lala. “Sister, I’m worried if there’s someone who cast a spell on Lala. Maybe they are jealous of her ability to make honey cookies,” offers Novi. “You’re right, I will use my magic wand to see if there’s black magic here,” says Dinda.)

Peri Dinda mengayunkan tongkat ajaibnya di antara tanaman bunga. “Jangan rusak bungaku!” seru Peri Lala yang tiba-tiba berlari keluar dari rumahnya dalam keadaan pucat pasi dan saat sampai di tumbuhan bunga lavender, dia kembali jatuh pingsan. “Oh, tidak!” seru Peri Novi. “Aku tahu penyebab Lala sakit,” kata Peri Dinda memandang bunga lavender. (Dinda swings her magic wand inside the flower garden. “Don’t ruin my flowers!” shouts Lala who suddenly runs from her house looking pale, and when she arrives at the lavender garden she faints once again. “Oh, no!” says Novi. “I know why Lala is sick,” says Dinda looking at the lavenders.)

“Peri Lala, tanaman bunga lavender membuatmu sakit,” kata Peri Novi pada Peri Lala. “Sebaiknya kau tidak menanam bunga lavender di taman, demi kesehatanmu,” bujuk Peri Dinda. “Ya, aku tahu bunga lavender tidak cocok untukku, tapi aku tetap ingin menanamnya karena sekarang tanaman itu sedang disenangi di dunia peri, maafkan aku,” sesal Peri Lala. (“Lala, the lavenders are making you sick,” says Novi to Lala. “Maybe you shouldn’t have lavenders in your garden, for your health,” Dinda persuades. “Yes, I know lavenders are not good for me, but I still want to plant them because lavenders are a trend in the fairy world, I’m sorry,” regrets Lala.)

Peri Dinda dan Peri Novi memindahkan bunga lavender di taman Peri Lala ke hutan. Setelah itu, Peri Lala sembuh dan dia kembali menjual kue madunya yang lezat, membuat peri-peri penggemar kuenya berbahagia. (Dinda and Novi moves the lavenders from Lala’s garden to the forest. Afterwards, Lala recovers and sells her honey cookies again, making the fairies who love her cookies very happy.)

 

 

 

Cerita: Seruni       Ilustrasi: Agung      Translator: Listya

 

 

 

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *