“Oh, tidak!” seru Peri Novi kecewa pada suatu sore yang cerah. Kakak Peri Novi, Peri Dinda segera mendatangi adiknya. (“Oh, no!” shouts Novi disappointedly on a sunny afternoon. Novi’s elder sister Dinda immediately comes to her.)

“Apa yang terjadi, Novi?” tanya Peri Dinda. “Aku kesal, Kakak! Aku memesan buku resep makanan, tetapi ada kesalahan besar di buku yang kuterima! Sampul bukunya memang bergambar resep makanan, tapi isi bukunya bukan resep!” jawab Peri Novi sambil memperlihatkan buku yang baru saja diterimanya pada Peri Dinda. (“What happens, Novi?” asks Dinda. “I’m angry, Sister! I ordered a cookbook, but there is a mistake! The cover is food, but the inside is not about recipes!” answers Novi while showing the books she just received to Dinda.)

Peri Dinda memeriksa halaman-halaman buku itu. “Wah, ini tentang kesehatan, pertolongan pertama dengan sihir jika kita sakit. Novi, menurutku buku ini sangat berguna. Kita bisa belajar dari sini!” kata Peri Dinda senang. (Dinda checks the pages. “Wow, it’s about health, the first aid magic for when we’re ill. Novi, I think this is very useful. We can learn a lot from here!” says Dinda happily.)

Tapi, Peri Novi tetap kecewa dengan bukunya dan menolak mempelajari sihir yang ada di buku itu. “Aku harus menabung lagi untuk membeli buku masakan. Buku ini tidak bisa dikembalikan karena salah cetak!” gerutu Peri Novi. Peri Dinda mempelajari sihir-sihir di buku itu sendirian. (But, Novi is still disappointed with her book and refuses to learn the magic from it. “I have to save money again to buy a cookbook. This book cannot be return because of misprinting!” complains Novi. Dinda learna all the magic from the book on her own.)

Seminggu kemudian, Peri Novi dan Peri Dinda pergi mengunjungi teman mereka, Tutu tupai. Tutu tupai sangat menyukai kue buatan Peri Dinda dan Peri Novi. Tapi, ketika mereka bertemu Tutu, tupai itu sedang menangis sedih. (A week later, Novi and Dinda visit their friend Tutu the squirrel. Tutu loves Dinda and Novi’s homemade cakes. But, when they meet Tutu, the squirrel is crying sadly. )

“Ada apa, Tutu?” tanya Peri Novi prihatin. “Tanganku terluka! Padahal nanti sore aku sudah berjanji pada temanku untuk menghias rumahnya!” kata Tutu. Peri Novi melihat kepada Peri Dinda dengan bingung, tapi Peri Dinda tersenyum tenang. “Tutu, aku bisa membuat tanganmu sembuh, tapi hanya 1 hari. Setelah itu, kau harus pergi ke dokter ya,” kata Peri Dinda. (“What’s going on, Tutu?” asks Novi concerned. “My hand is hurt! And I have plans to help my friend decorate his house later!” says Tutu. Novi looks at Dinda confused, but Dinda only smiles calmly. “Tutu, I can heal your hand, but only for one day, after that you have to see a doctor,” says Dinda.)

 Peri Dinda mengayunkan tongkat sihirnya dan tangan Tutu sembuh. Tutu sangat bahagia. “Terima kasih! Aku bisa membantu temanku!” serunya senang. (Dinda swings her magic wand and Tutu’s hand is healed. Tutu is very happy. “Thank you! I can help my friend,” he says happily.)

Setelah melihat sendiri kegunaan buku  yang dibencinya, Peri Novi akhirnya berubah pikiran. Dia dan Peri Dinda mempelajari sihir-sihir di buku itu dengan bersemangat. “Aku sekarang merasa beruntung memiliki buku yang salah ini, Kakak!” kata Peri Novi bahagia. (After seeing the benefits of the book she hates, Novi changes her mind. She and Dinda learn the magic from that book excitedly. “I feel lucky now to have this wrong book, Sister!” says Novi.)

 

 

 

 

Cerita: Seruni   Ilustrasi: Novi Chrisna  Translator: Listya

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *