Musim panas tiba di Negeri Peri. Peri Novi yang berjalan pulang dari sekolah, terkejut karena tiba-tiba hujan turun dengan deras. (Summer has come in Fairy Land. Novi who is walking home from school is surprised to see the sudden heavy rain.)

“Kakak, aku kehujanan!” seru Peri Novi ketika sampai di rumah. Peri Dinda yang melihat Peri Novi basah kuyup karena hujan, segera membantu adiknya mengeringkan diri dan setelah itu menghidangkan minuman panas serta kue lezat. “Terima kasih, Kakak,” kata Peri Novi senang. (“Sister, I am soaked from the rain!” shouts Novi at home. Dinda who sees Novi soaking wet immediately helps her sister dry off and serve hot drinks and snacks. “Thank you, Sis,” says Novi happily.)

“Tadi siang, aku baru saja berbincang dengan temanku, katanya banyak terjadi bencana alam karena cuaca sekarang yang tidak menentu,” kata Peri Dinda. “Kalau begitu Kakak, bagaimana kalau kita menyumbangkan uang dari tabungan kita untuk membantu?” usul Peri Novi. “Ide yang bagus, Novi,” kata Peri Dinda tersenyum senang. (“I was just talking to my friend earlier, she said there are natural disasters lately because the weather is so unpredictable now,” says Dinda. “Then what if we donate some money from our savings to help?” suggests Novi. “Such a good idea, Novi,” says Dinda smiling.)

Ketika Peri Dinda dan Peri Novi mau mengambil uang di tabungan mereka yang berbentuk kotak kayu kecil, mereka terkejut. Tabungan mereka kosong! “Kakak, kita melupakan sesuatu. Kita sudah mengambil tabungan kita untuk diberikan pada Peri Lula yang uangnya dicuri!” kata Peri Novi. “Iya, Novi,” kata Peri Dinda. (When Dinda and Novi check their wooden savings boxes, they are so surprised. They’re empty! “Sis, we forgot something. We have taken money from our savings to give to Lula whose money was stolen!” says Novi. “Right, Novi,” says Dinda.)

Peri Dinda dan Peri Novi sedih karena tidak bisa menyumbangkan uang untuk membantu mereka yang terkena bencana. (Dinda and Novi are sad because they couldn’t donate money to help victims of natural disasters.)

Keesokan harinya, Peri Lula datang berkunjung. “Dinda, Novi, aku baru saja membuka toko kue, ini untuk kalian,” kata Lula sambil menyerahkan bungkusan cantik. Rupanya, itu kue buatan Peri Lula. “Kue ini enak sekali, Lula. Terima kasih!” kata Peri Dinda dan Novi senang. (The next day, Lula comes visiting. “Dinda, Novi, I just opened up a bakery. This is for you,” says Lula while handing a beautiful package. It’s Lula’s cookies. “It’s very good, Lula. Thank you!” say Dinda and Novi excitedly.)

Lalu, Peri Lula mengeluarkan kotak indah dari kayu, dan isinya uang! “Aku pernah meminjam uang dari kalian, maaf baru sekarang aku bisa mengembalikannya!” kata Peri Lula. Peri Dinda dan Peri Novi sangat bahagia. “Kakak, ini kejutan besar! Saat kita membutuhkan uang, uang datang pada kita,” kata Peri Novi. “Jika keinginan kita adalah keinginan baik, sihir akan bekerja!” kata Peri Dinda.
(Then, Lula removes a beautiful wooden box, filled with money! “I have borrowed money from you two. I’m sorry I haven’t had the chance to return it until today,” says Lula. Dinda and Novi are very happy. “Sister, this is such a big surprise! When we need money, it comes to us,” says Novi. “When we wish for good things, magic will work!” says Dinda.)

 

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Novi Chrisna   Translator: Listya

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *