“Ayah, kenapa sang Ratu memanggilmu pagi-pagi sekali?” tanya Dumase si anak Semut Madu. Ayah Dumase hanya menggeleng saja, lalu bergegas menuju kerajaan Semut Madu.  Sesampainya di kerajaan Semut Madu tepat pukul 5 pagi, telah terlihat ratusan ribu pekerja dari seluruh wilayah kerajaan Semut Madu. (“Father, why is the Queen summon you very early in the morning?” asks Dumase the little Honey Ant. Dumase’s father shakes his head and then rushes to the Honey Ant kingdom. Arriving at the Honey Ant kingdom at exactly 5 in the morning, hundreds of thousands of worker ants have gathered seen from the entire kingdom.)

Tiba-tiba, terompet Perdana Menteri berkumandang. Para pekerja berbaris teratur. “Rakyatku semua. Ratu kita sedang dalam masa reproduksi untuk menjadikan para penerus ksatria kerajaan Semut Madu. Ia butuh banyak sekali sari gula dan madu. Aku ingin kalian mencarikannya untuk Ratu kita,” ucap Raja. Pasukan pekerja pun segera berjalan ke segala penjuru angin dengan berbaris rapi dan saling menolong. (Suddenly, the Prime Minister’s trumpet is heard. The workers line up in order. “My subjects. Our Queen is in her reproductive stage to produce the heirs to the warriors of the Honey Ant kingdom. She needs plenty of nectar and honey. I want you to look for them for our Queen,” explains the King. The worker ants then march to all corners in order, helping each other.)

Tidak terasa, para pekerja sudah bekerja keras mencari madu selama lima bulan. Kerja keras mereka membuahkan kebahagiaan, karena sang Ratu akan segera menetaskan telur-telurnya menjadi ksatria-ksatria kerajaan Semut Madu yang baru. (Time flies, and the workers have worked hard to look for honey for five months. Their hard work result in joy, because the Queen is about to lay her eggs that would hatch into new warriors of the Honey Ant kingdom.)

Semua pasukan pekerja bersorak gembira karena sang Ratu berhasil menetaskan larva-larva semut sebanyak lima ribu semut kecil.  Namun para pekerja tidak begitu saja larut dalam pesta, karena mereka harus bersiap-siap untuk mencari makan bagi para anak sang Ratu. Semua pekerjaan mereka lakukan dengan hati senang dan semangat tinggi. (All of the worker ants cheer in joy because the Queen successfully hatch as many as five thousand ant larva. But the workers don’t just stop in the celebration. They still have to prepare themselves to look for more food for the Queen’s offspring. All of their works are being done with a happy hard and high spirit.)

Secara tidak langsung, mereka membantu kelahiran dan turut membesarkan ksatria-ksatria  kerajaan Semut Madu menjadi yang terbaik. Para Semut Madu pekerja pun mendapatkan penghargaan dari Raja. Dumase sangat bangga pada Ayahnya dan para semut pekerja lainnya karena mereka adalah pekerja keras yang bertanggung jawab. Sejak saat itulah, semut pekerja terkenal sebagai pekerja yang tangguh dan bertanggung jawab besar untuk kehidupan koloni mereka.  (Indirectly, they have contributed to the birth and nurture of the warrior ants of Honey Ant kingdom so that they can be the best. The worker ants then receive an award from the King. Dumase is very proud of his father and the other worker ants because they are responsible hard workers. Sinche then, the worker ants became known as the tough workers with a sense of responsibility for their colony.)

 

Cerita & Ilustrasi: JFK    Translator : Yos

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *