Hari ini Alya mendapat tugas dari sekolah untuk membuat prakarya. Bu Guru sudah menentukan bahan-bahan apa saja yang harus digunakan. Bu Guru bilang, tugas prakarya tersebut dikumpulkan besok. Mau tidak mau, Alya harus membuatnya hari ini sepulang sekolah.

Sampai di rumah, setelah makan dan beristirahat sebentar, Alya pun mulai mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Tapi sayang, ada beberapa bahan yang habis dan Alya harus membelinya. Ia kemudian menelepon sang Mama yang sedang bekerja di kantor. Lewat aplikasi di smartphone-nya, Mama Alya kemudian memesan bahan-bahan yang dipinta Alya. Tak berapa lama, seorang kurir datang ke rumah Alya, mengantarkan bahan-bahan yang diperlukan.

Wah, praktis dan efektif, ya? Tanpa harus keluar rumah, Alya bisa mendapatkan bahan-bahan keperluan untuk membuat tugas prakaryanya. Nah, itulah salah satu dari kegiatan Financial Technology, atau yang sering disebut Fintech.

Apa Itu Fintech?

Saat ini Fintech sedang tren di Indonesia, Kids. Fintech merupakan inovasi di bidang jasa keuangan sehingga masyarakat menjadi mudah dalam mengakses produk keuangan. Dengan kata lain, Fintech adalah gabungan antara jasa keuangan dan teknologi sehingga bisa mengubah model bisnis dari konvensional menjadi modern. Dimana tadinya jika membayar atau bertransaksi harus bertatap muka dan membawa uang, sekarang tidak lagi. Pembayaran bisa dilakukan tanpa bertatap muka, bahkan dalam waktu singkat.

Dengan demikian, transaksi pun menjadi lebih praktis, efektif, dan efisien. Seperti Mama Alya yang bisa memesan barang hanya lewat ponsel, tak harus keluar kantor untuk memilih barang ataupun melakukan proses pembayaran. Semua bisa dilakukan lewat teknologi yang disebut Fintech.

Jenis-Jenis Fintech  

Untuk diketahui, Fintech sendiri terbagi dalam empat kategori, seperti yang sudah ditentukan oleh lembaga keuangan negara, Bank Indonesia. Pertama, Crowdfunding and Peer to Peer Lending yaitu mempertemukan investor (penanam modal) dengan pencari modal. Kedua, Market Aggregator yaitu berperan sebagai pembanding berbagai produk keuangan, dimana Fintech akan mengumpulkan data finansial sebagai referensi para pengguna. Misal, ada orang yang mencari produk asuransi, ia bisa memberikan data keuangan pribadi pada platform Fintech dan platform tersebut akan mencocokkan data konsumen dengan produk asuransi yang sesuai. Ketiga, Risk and Investment Management yaitu membantu orang yang ingin melakukan perencanaan keuangan secara digital.

Nah, Keempat, Payment, Settlement, and Clearing adalah jenis Fintech seperti yang dilakukan oleh Mama Alya tadi. Yaitu kategori pembayaran (payments) yang menghubungkan antara pelanggan dan e-commerce (perdagangan online).

Fintech di Indonesia

Mengikuti perkembangan zaman dan seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri keuangan di Indonesia, kini sudah banyak perusahaan ataupun perorangan yang memanfaatkan Fintech. Salah satunya adalah Akulaku. Hadir di Indonesia sejak Juni 2016, Akulaku merupakan sebuah grup perusahaan yang memiliki layanan e-commerce dan kredit multiguna serta berafiliasi dengan perusahaan peer to peer lending AsetKu.

Berada di bawah naungan PT. Akulaku Silvrr Indonesia untuk aplikasi market place dan PT. Akulaku Finance Indonesia untuk penyediaan layanan pembiayaan dan perkreditan (telah terdaftar dan diawasi OJK/Otoritas Jasa Keuangan), Akulaku dalam memberikan layanan pembiayaan yaitu pinjaman tunai, berafiliasi dengan Asetku. Akulaku memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi dengan metode cicilan yang dapat digunakan untuk pembayaran kredit di aplikasi Akulaku atau e-commerce lainnya.

Saat ini, Akulaku telah tersedia di berbagai merchant offline maupun online seperti e-commerce Bukalapak, Shopee, BliBli, JD.ID, dan lainnya serta telah bekerjasama dengan sekitar 120.000 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Indonesia.

Produk Terbaru

Tidak hanya itu saja, Akulaku juga akan segera meresmikan produk terbaru yakni SME Loan dan Car Loan dengan tujuan memberikan layanan yang lebih luas dan menciptakan berbagai peluang serta kemudahan bagi masyarakat Indonesia.

“Akulaku yang telah memasuki usia 3 tahun, terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan digital. Akulaku sebagai salah satu platform penyedia kredit virtual yang menyediakan layanan kredit multiguna, sangat mengerti pentingnya literasi keuangan digital untuk masyarakat Indonesia,” jelas Ibu Anggie Setia Ariningsih, Director of Corporate Affairs & Public Relations Akulaku Indonesia.

“Akulaku berharap masyarakat dapat lebih mengenal teknologi finansial (Fintech) dengan baik,” ujar Ibu Anggie Setia Ariningsih, Director of Corporate Affairs & Public Relations Akulaku Indonesia.

“Saya sangat senang bisa turut membagikan informasi dan pengetahuan mengenai manfaat dari layanan teknologi finansial yang saat ini sedang berkembang pesat di masyarakat. Akulaku berharap selain masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan finansial, masyarakat juga dapat lebih mengenal teknologi finansial dengan baik. Akulaku juga ingin masyarakat lebih bijak dalam memilih produk finansial yang saat ini sangat beragam,” ajak Ibu Anggie. (Novita Sari)

Ilustrasi: Novi Chrisna

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *