Moms dan keluarga sudah tentu sangat familiar dengan merek susu Frisian Flag atau yang dikenal dengan susu Bendera. Yups, susu penuh nutrisi untuk anak-anak dan keluarga itu memang sudah hadir hampir 100 tahun di Indonesia. Tapi mungkin sedikit yang tahu, bahwa PT Frisian Flag Indonesia adalah bagian dari salah satu koperasi susu terbesar di dunia, FrieslandCampina yang berpusat di Belanda, di mana pada 8 September lalu baru saja merayakan usianya yang ke-150. Wah! Sudah 1,5 abad ya, Moms…

Sebagai orangtua, Moms pasti akan tenang nih kalau produk-produk yang Moms berikan untuk si kecil dan keluarga, terjamin kualitasnya, aman dikonsumsi, dan tentunya menyehatkan. Tak hanya itu saja, jika tahu bahwa produsen susu sangat memerhatikan kesejahteraan para peternak sapi perah lokal, kita juga ikut lega karena bisa berperan dengan mengonsumsi susu yang kita beli, bukan? Tambah membahagiakan, bila produk yang kita konsumsi tersebut tidak membahayakan bumi kita dalam prosesnya.

Nah, itulah komitmen yang selalu diusung oleh FrieslandCampina selama 150 tahun ini. Menjalankan filosofi “from grass to glass” dengan tujuan “nourishing by nature”, FrieslandCampina yang sudah hadir di 38 negara – temasuk Indonesia – tetap berupaya menyediakan produk-produk nutrisi unggulan, terpercaya, berkualitas dan aman bagi penduduk dunia.

Bergabungnya Para Peternak Sapi Perah

Tak kenal maka tak sayang. Untuk itu, Just for Kids akan mengajak Moms untuk lebih dekat lagi dengan FrieslandCampina. FrieslandCampina sendiri menjadi salah satu perusahaan global dengan produk susu dan turunannya di dunia yang sepenuhnya dimiliki oleh belasan ribu peternak sapi perah yang bernaung dalam sebuah koperasi, Zuivelcoöperatie FrieslandCampina U.A., beranggotakan 16.995 peternak sapi perah yang tersebar di Belanda, Belgia, dan Jerman.

Jadi, awalnya nih, dijelaskan oleh Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, perjalanan FrieslandCampina dimulai pada tahun 1871. “Awalnya di tahun 1870, beberapa peternak merasa kalau menyetor susu secara perorangan ke pabrik-pabrik, kok pendapatan dan kesejahteraan mereka begitu-begitu saja, tak ada peningkatan. Akhirnya, pada tahun 1871, mereka bergabung membuat asosiasi. Awalnya anggotanya baru sedikit, sekitar 20 orang. Lalu akhirnya berkembang semakin banyak dan menjadi koperasi. Secara modal lebih banyak. Lalu mereka mulai membuat pabrik sendiri, dan terus berkembang hingga sekarang, ” katanya pada acara konferensi pers “Perayaan 150 Tahun FrieslandCampina” beberapa waktu lalu.

Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia menjelaskan awal mula berdirinya FrieslandCampina

Untuk diketahui, saat ini FrieslandCampina adalah salah satu perusahaan susu terbesar di dunia. Tumbuh bersama, dilanjutkan Andrew, adalah warisan para pendiri dan kini menjadi identitas dan semangat FrieslandCampina. “Anggota koperasi bekerjasama dengan perusahaan untuk menghadirkan produk-produk yang menghadirkan kebaikan susu bagi jutaan konsumen di seluruh dunia,” tambah Andrew.

From Grass to Glass

Seperti sudah diungkapkan di muka, FrieslandCampina hadir di Indonesia melalui afiliasinya PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Di usianya yang ke-99 tahun ini, FFI telah menyediakan produk bernutrisi bagi konsumen di berbagai tahapan usia dan berpartisipasi aktif membangun keluarga yang kuat dan sehat. Susu adalah salah satu keajaiban yang disediakan oleh alam, yang bisa dikonsumsi oleh kita semua. FrieslandCampina termasuk Frisian Flag, mengusung filosofi “from grass to glass”.  Setiap tahapan ‘from grass to glass’, yakni sejak susu diperah (dari sapi-sapi terbaik) dan diproduksi di pabrik, hingga distribusinya, dikelola dengan seksama secara mandiri dan dikontrol ketat untuk memastikan konsumen mendapatkan produk-produk berkualitas terbaik.

“Jadi, mulai dari rumput yang dimakan sapi, dipastikan yang terbaik. Karena sapi yang bahagia, akan mempengaruhi kualitas susu. Semakin bahagia sapi, semakin berkualitas susu yang dihasilkan. Dan tentunya, akan membuat bahagia juga para peternaknya. Kalau ‘mood’ sapi-nya jelek, makannya gak bagus, susunya sudah dipastikan tidak berkualitas baik dan jumlah susu yang dihasilkan pun sedikit. Ini tantangan terbesar dalam peternakan sapi perah. Itulah mengapa, kami sangat memerhatikan filosofi ‘from grass to glass” ini dan memastikan untuk mengontrol dengan baik. Sehingga susu dan produk turunan yang dihasilkan FrieslandCampina bisa berkualitas baik dan dinikmati oleh jutaan orang di seluruh dunia,” terang Andrew.

Sehat, Sejahtera dan Selaras

Ia menerangkan, demi mencapai tujuan ‘nourishing by nature’, ada 3 pilar besar yang dipegang hingga saat ini, yakni Sehat, Sejahtera dan Selaras. Andrew menjabarkan 3 pilar tersebut adalah, “Bagaimana kita memberikan gizi dan nutrisi yang lebih baik kepada warga dunia. Bagaimana kita memastikan kesejahteraan seluruh peternak sapi yang ada di seluruh tempat di mana kami melakukan bisnis. Para pemilik perusahaan yakni hampir 17 ribu peternak di Belanda, Belgia dan Jerman itu, juga menginginkan seluruh perusahaan yang menjadi bagian FrieslandCampina, baik di Indonesia, Malaysia, Filipina, Cina, dan sebagainya, turut andil dan punya kewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Lalu, pilar terakhir yang tak kalah penting, keselarasan dengan lingkungan. Topik ini juga kita kawal dengan sungguh-sungguh, agar dalam proses menghasilkan produk, maupun produk jadinya tidak mengancam keberlangsungan bumi,” katanya.

FrieslandCampina telah mengekspor ragam produk susu dan turunannya ke lebih dari 100 negara

Untuk tujuan memberikan gizi dan nutrisi ke seluruh dunia, FrieslandCampina telah memasok aneka produk ke lebih dari 100 negara. Untuk produk-produk tertentu diproduksi oleh perwakilan atau afiliasi perusahaan yang tersebar di 38 negara. Produk yang dihasilkan tidak hanya produk susu jadi, tetapi juga beragam produk lainnya yang berbahan dasar susu seperti  susu segar, susu bubuk, susu kental, yogurt, keju, mentega, minuman berbasis susu krim dan ingredients (konsentrat susu), disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Tak hanya itu, FrieslandCampina juga memasok bahan dan produk setengah jadi untuk produsen gizi bayi, industri makanan dan sektor farmasi di seluruh dunia.

Beberapa merek yang termasuk ke dalam urutan teratas mereka antara lain: Frisian Flag, Friso, Dutch Lady, Alaska, Peak, Debic, Rainbow, dan sebagainya.

Perayaan 150 Tahun FrieslandCampina turut dihadiri oleh Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia (kiri atas), Aryono Bambang Ardhyo – Plant Manager PT Frisian Flag Indonesia (kanan atas) dan Nucha Bachri, Co Founder Parentalk.id (kanan bawah)

Tingkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah

Dalam hal memerhatikan kesejahteraan peternak sapi perah lokal, Andrew memberikan contoh komitmen yang dilakukan FFI di Indonesia.  “Sejauh ini FFI belum ada keinginan untuk memiliki peternakan sapi perah sendiri. Kami memilih untuk bermitra dengan belasan ribu peternak sapi perah lokal di Indonesia. Kemitraan ini dilakukan antara lain sebagai bentuk sumbangsih kami dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.  Tak hanya itu, FFI juga berperan melibatkan para mitra peternaknya dalam program pemberdayaan peternak atau Dairy Development Programme (DDP) dari FrieslandCampina yang hingga kini telah menjangkau 250 ribu peternak di seluruh dunia. “Ada seorang peternak dari Lembang, Bandung Utara yang telah kami terbangkan ke Belanda untuk mengikuti program ini. Dia adalah salah satu peternak sapi perah terbaik, dan seorang wanita,” cerita Andrew.

FFI turut memerhatikan kesejahteraan mitra peternak sapi perah dengan mengikutkan mereka dalam program DDP FrieslandCampina

Ditambahkan oleh Aryono Bambang Ardhyo – Plant Manager PT Frisian Flag Indonesia,  dalam hal menjaga keselarasan dengan lingkungan, FrieslandCampina mengupayakan untuk selalu bersahabat dengan bumi. “Contohnya, dari segi kandang sapi di perternakan, sudah diatur sedemikian rupa agar kotoran sapi tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Lalu, ada pula sistem grassing atau penghijauan kembali setelah rumput dimakan oleh ternak. Dalam peternakan, tentu sapi akan menghasilkan kotoran. Nah limbah organik berupa kotoran sapi ini dimanfaatkan dan diolah oleh FrieslandCampina menjadi produk yang bernilai seperti biogas. Jadi, hingga ampas sapi pun harus bisa bermanfaat untuk masyarakat dunia,” terangnya.

Andrew menambahkan, demi tujuan selaras dengan lingkungan tersebut, FFI juga telah meluncurkan sedotan kertas yang ramah lingkungan beberapa waktu lalu. Dan, Indonesia menjadi satu-satunya negara di luar Belanda yang telah menginisiasi hal baik ini.

Nourishing a Better Planet

“Perjalanan FrieslandCampina 150 tahun membawa warisan bagi peternak dan koperasi susu perah Indonesia. Salah satunya adalah program pemberdayaan peternak Indonesia melalui Dairy Development Program (DDP) yang dilaksanakan oleh FFI. Di Indonesia kami juga menerapkan standar kualitas dengan menerapkan standarisasi kualitas pada proses produksi, kemasan, dan distribusi, berdasarkan sistem Foqus Food Safety & QualityKeberlanjutan juga menjadi fokus utama dalam menerapkan program-program keberlanjutan termasuk juga di dua fasilitas produksi FrieslandCampina di Indonesia untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi manusia, peternak, dan bumi. Adapun inovasi menjadi dasar dari strategi, tujuan, dan rencana, yang dibangun FFI untuk terus meningkatkan pengetahuan dan menguak berbagai kebaikan dan manfaat nutrisi dalam susu. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan cara pengolahan makanan yang aman dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dunia,” tambah Aryono.

Melihat sepak terjang yang telah dilakukan FrieslandCampina selama 150 tahun, Nucha Bachri,  Co Founder Parentalk.id sekaligus ibu dari dua orang anak berusia 3 dan 5 tahun, sangat menyambut positif fakta tersebut. Dalam hal pemberian susu untuk si buah hati, ia sangat mengutamakan kualitas, layaknya ibu-ibu di seluruh Indonesia pada umumnya.  “Sebagai ibu dari 2 orang anak yang tengah tumbuh dan berkembang, saya terbilang pemilih saat menentukan produk susu apa yang boleh dikonsumsi anak-anak. Pengalaman 1,5 abad FrieslandCampina dan komitmennya dalam mengelola seluruh rantai produksi menjadi jaminan kualitas setiap produknya. Saya juga menghargai langkah FrieslandCampina yang memfokuskan pada keseimbangan alam melalui program Nourishing a Better Planet karena saya ingin anak-anak punya kesempatan hidup di lingkungan yang sehat dan baik di masa depan,” katanya.

Suasana perayaan 150 Tahun FrieslandCampina secara virtual bersama awak media

Hingga saat ini, Andrew menegaskan, FrieslandCampina akan terus berinovasi dalam menyediakan produk – produk bergizi dan bermanfaat yang dibutuhkan dan juga untuk memenuhi selera pasar di berbagai belahan dunia. FrieslandCampina memiliki 635 ilmuwan dari 18 negara yang berdedikasi memecahkan tantangan pangan global melalui nutrisi berkelanjutan dan memiliki 2 pusat Penelitian dan Pengembangan yang berlokasi di kampus Wageningen University di Belanda dan Science Park di Singapura.

“150 tahun juga untuk merayakan kerjasama yang baik antara peternak, koperasi, perusahaan, distributor, dan konsumen. Kesuksesan adalah hasil kerja bersama, bukan perorangan. Bersama mitra, kami akan melanjutkan komitmen memberikan nutrisi terbaik dari produk susu kepada konsumen, dan merawat ternak serta alam yang telah menyediakan begitu banyak kebaikan bagi umat manusia,” tutup Andrew.

Nah, Moms, kini jadi semakin yakin, ya, bahwa segelas susu dari Friesland Campina yang kini hadir di meja makan keluarga Anda, telah terjamin nutrisi dan keamanannya, serta membawa dampak positif bagi manusia, peternak dan bumi!

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *