“Saat tiba di Wamena, seorang anak kecil bertanya pada saya, bagaimana nasib saya nanti, apakah nanti saya bisa sekolah lagi? Rumah saya sudah tidak ada, orangtua saya juga tidak ada…,” cerita Bapak Ibnu Khajar, Presiden ACT (Aksi Cepat Tanggap) seraya menahan tangis saat menceritakan bagaimana kondisi para korban kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Kids, mungkin kalian mendengar berita bahwa telah terjadi kerusuhan di Wamena, Papua, beberapa waktu lalu. Seluruh rakyat Indonesia pun turut prihatin. Melihat hal itu, ACT (Aksi Cepat Tanggap), sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, telah membuka Media & Crisis Center di berbagai wilayah (Jakarta, Makassar, Padang, Surabaya, dan wilayah lainnya). Media & Crisis Center ini bertugas untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat sekaligus menjadi tempat pengaduan orang hilang serta penerimaan donasi (sumbangan). Selain itu juga untuk meminimalisir kabar hoaks yang beredar.

“Kami akan memberikan data terkini dari lokasi lapangan mengenai jumlah korban wafat, jumlah pengungsi, jumlah warga yang eksodus (keluar dari Papua), serta bantuan yang dibutuhkan,” terang Bapak Lukman Azis, Direktur Komunikasi ACT. “Selain memberikan bantuan, ACT juga mengajak masyarakat agar tidak pernah berhenti membantu karena kebutuhan tidak hanya saat ini tapi hingga recovery (bangkit kembali). Bantuan bisa disalurkan langsung melalui Indonesiadermawan.id/PeduliWamena atau di berbagai e-commerce maupun crowdfunding yang bekerja sama dengan ACT. Kita buktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang dermawan,” ajak Bapak Lukman.

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *