JAKARTA, majalahjustforkids.com – Memeringati Hari Kanker Darah Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Mei 2022 serta Hari Lanjut Usia Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2022, PT. Johnson & Johnson Indonesia mengajak kita semua untuk sayangi lansia dengan deteksi dini kanker darah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengajak kita semua untuk bersiap menghadapi masyarakat yang menua. Dimana antara tahun 2015 dan 2050, jumlah populasi dunia di atas 60 tahun akan naik hampir dua kali lipat. Dari 12% menjadi 22%.

Jika pada tahun 2030, 1 dari 6 orang di dunia akan berusia 60 tahun atau lebih maka jumlah orang berusia 80 tahun atau lebih diperkirakan akan tiga kali lipatnya antara tahun 2020 dan 2050 yaitu mencapai 426 juta. Dengan laju penuaan yang lebih cepat, salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh semua negara adalah memastikan kesiapan sistem kesehatan dan sosial.

Penuaan merupakan dampak dari kerusakan molekul dan sel tubuh dari waktu ke waktu yang mengakibatkan peningkatan risiko penyakit dan kematian. Salah satu penyakit yang menyerang di usia lanjut adalah kanker darah. Darah sendiri  menyumbang sekitar 8% dari berat badan normal kita dan berfungsi untuk memasok oksigen, nutrisi, hormon, serta antibodi ke seluruh tubuh.

Menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018, sebagian besar PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti kanker, stroke, penyakit ginjal, penyakit sendi, Diabetes Mellitus (DM), penyakit jantung, hipertensi, dan kelebihan berat badan/obesitas, menunjukkan tren peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya pada tahun 2013. Fakta mengatakan bahwa angka kematian di Indonesia didominasi oleh Penyakit Tidak Menular.

Komitmen Johnson & Johnson

Johnson & Johnson yang telah berdedikasi untuk membantu membangun dunia yang baik selama lebih dari 130 tahun pun berusaha mengatasi beberapa tantangan kesehatan terberat yang dihadapi manusia, salah satunya adalah kanker.

“Johnson & Johnson terus berkomitmen untuk mengatasi krisis kesehatan masyarakat dan berupaya untuk mengubah kanker dari penyakit mematikan menjadi penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan. Sumber daya, jaringan, dan dukungan dari akademisi, pemerintah, dan organisasi kesehatan lainnya turut membantu untuk mengatasi tantangan yang ada. Johnson & Johnson terus mengembangkan solusi baru dan inovatif dalam obat-obatan dan perangkat medis,” terang Ibu Devy Yheanne, Country Leader of Communications and Public Affairs PT. Johnson & Johnson Indonesia.

Kanker Darah

Diketahui, darah terdiri dari campuran plasma dan sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit). Adapun kanker disebabkan oleh disfungsi dalam pertumbuhan sel.

Dimana dalam tubuh yang sehat, sel darah putih baru secara teratur dihasilkan untuk menggantikan yang lama dan rusak, namun pada pasien kanker darah, terjadi produksi atau pertumbuhan sel darah yang berlebihan.

Pemahaman mengenai bahaya kanker darah untuk usia lanjut sangat diperlukan, terlebih dengan adanya laju pertumbuhan lansia yang lebih cepat. Indonesia yang merupakan negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia juga harus bersiap menghadapi naiknya jumlah penduduk berusia lanjut yang diperkirakan akan sebesar 11% pada tahun 2035.

Di negara yang lebih maju, jumlah total kasus baru kanker darah yang terjadi pada orang berusia 70 tahun atau lebih, mewakili 45% dari total kasus. Keganasan ini terkait erat dengan usia dan tingkat insiden meningkat secara eksponensial setelah usia 50 tahun.

Dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD-KHOM menjelaskan bahwa penyakit kanker darah dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu Limfoma, Leukemia, dan Mieloma Multipel.

Beliau mengatakan, “Penyebab pasti penyakit kanker darah sampai saat ini masih belum diketahui, tetapi bersifat multifaktorial. Salah satu mekanisme yang diduga terkait adalah penurunan imunitas adaptif yang berhubungan dengan penambahan usia sehingga risiko mengalami kanker darah akan meningkat pada usia lanjut. Beberapa gejala yang dianggap sebagai gejala alarm antara lain; demam yang berulang dan penurunan berat badan yang sulit dijelaskan. Diagnosis pasti penyakit kanker darah akan ditegakkan oleh dokter ahli hematologi dan onkologi medis.”

Head of Medical Affairs dari PT Johnson & Johnson Indonesia, dr. Rospita Dian lebih lanjut mengatakan, “Kesadaran akan penyakit kanker darah pada umumnya belum setinggi pada penyakit kanker organ padat. Kanker darah yang sering menyerang lansia seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang spesifik sehingga berpotensi terjadi keterlambatan diagnosis. Dengan demikian, deteksi dini sangat penting untuk mendapatkan pengobatan sejak dini serta pemantauan berkala untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi.”

Johnson & Johnson terus berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk pasien, menjaga kesehatan dan menciptakan harapan bagi semua orang yang terdampak kanker serta terus berupaya sampai dapat menghilangkan kanker.

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *