Benarkah sarapan bikin mengantuk?

Sarapan di pagi hari sangat dianjurkan sebelum memulai hari. Namun Dio (8 tahun) mengeluh jadi mengantuk setelah sarapan, sehingga ia tak konsentrasi saat belajar online di rumah. Hmm, benarkah sarapan bikin mengantuk?

Perlu kamu ketahui, sarapan yang baik sebenarnya tidak menyebabkan mengantuk. Jika kalian mengantuk, berarti ada yang salah pada porsi atau menu sarapan.

Setelah kita makan, maka di dalam lambung akan terjadi proses pencernaan. Saat itu, oksigen akan digunakan untuk memecahkan makanan di dalam perut. Ketika oksigen membanjir di dalam perut kita maka efeknya adalah otak bisa kekurangan oksigen. Dan, itu bisa menyebabkan mengantuk.

Makan Terlalu Banyak

Nah, mengapa sarapan bisa bikin mengantuk? Pertama, sarapan yang kebanyakan alias anak merasa sangat kekenyangan. Kedua, sarapan yang isinya karbohidrat semua. Misalnya, sarapan dengan menu nasi + mie goreng + kerupuk + perkedel kentang.

Proses pencernaan pada kondisi di atas akan memerlukan oksigen yang banyak. Jadi, oksigen akan ‘turun’ semua ke lambung, sehingga otak menjadi kekurangan oksigen. Itulah yang membuat kita jadi mengantuk setelah sarapan, diakibatkan ‘cara’ sarapan yang salah.

Sarapan yang Baik

Sarapan sehat seyogianya terdiri dari pangan karbohidrat, pangan lauk pauk, sayuran atau buah-buahan, dan minuman. Jadi, selain karbohidrat, anak-anak juga memerlukan sumber protein untuk tumbuh kembangnya.

Untuk memperoleh sajian gizi lengkap dan seimbang, porsi sarapan untuk anak sebaiknya mencakup: 1/3 makanan pokok, 1/3 sayur buah, dan 1/3 lauk pauk.

Perlu diketahui juga, sarapan yang baik adalah sarapan yang dilakukan dalam waktu 2 jam setelah bangun tidur dan sebelum jam 10 pagi.

Jika Aktif Olahraga

Akan tetapi, jika kamu termasuk anak yang aktif atau rajin olahraga, misalnya lari, main basket, futsal, dan sebagainya, adalah wajar jika ia sarapan lebih banyak dibandingkan anak seusia lain yang beraktivitas normal. Sebab, kebutuhan energi itu dipengaruhi oleh:

– Jenis kelamin. Laki-laki memerlukan energi lebih banyak daripada perempuan.

– Aktivitas fisik. Aktivitas fisik terbagi atas aktivitas tingkat berat, sedang, dan ringan. Anak-anak yang rajin berolahraga termasuk ke dalam aktivitas tingkat berat yang memerlukan asupan energi lebih banyak. Jadi, jika ia makan lebih banyak maka wajar saja karena aktivitas fisiknya itu harus  di-support oleh energi.

Namun, tetap diingat, walau porsi sarapan anak yang aktif lebih banyak dibandingkan anak yang beraktivitas normal, komposisi sarapan haruslah terdiri dari karbohidrat dan protein.

Manfaat Sarapan

Sebaiknya, anak tetap dibiasakan sarapan tiap hari karena manfaatnya sangat banyak. Dengan sarapan, kalian akan memiliki stamina, disiplin, dan kerjasama yang lebih baik (Brown et al 2008). Selain itu, sarapan dapat meningkatkan fungsi kognitif yang berhubungan dengan memori, nilai tes, dan kehadiran di sekolah (Rampersaud et.al 20015).

Foto: Freepik

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *