Program MAMPU yang merupakan kemitraan Australia dan Indonesia untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, rayakan 8 tahun perjalanannya.

Untuk memberdayakan perempuan Indonesia khususnya, beragam cara telah ditempuh antara lain mempersiapkan dan membangun jaringan gerakan perempuan, meningkatkan suara dan pengaruh perempuan dalam kebijakan strategis, serta membuka akses yang lebih besar ke layanan bagi perempuan, terutama perempuan miskin dan kelompok rentan lainnya.

Perayaan ini diselenggarakan dalam rangkaian talkshow daring “Sapa Perempuan MAMPU” yang telah memasuki episode 3 dengan menghadirkan perwakilan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) dan Konsorsium Perempuan Sumatera MAMPU (PERMAMPU).

“Pada episode 3 ini, MAMPU mengajak tiga mitra serta perwakilan komunitas yang telah terlibat langsung di garda terdepan untuk menceritakan perubahan apa saja yang dialami secara signifikan sekaligus berbagi pembelajaran yang mereka dapatkan selama program pendampingan berjalan,” ujar Kate Shanahan, Team Leader MAMPU dalam acara talkshow daring “Sapa Perempuan MAMPU” episode 3 pada Kamis (24/09).

Sunarti J. (Sekretaris Balai Perempuan Desa Camba-Camba, Kabupaten Jeneponto)

Para perwakilan Mitra MAMPU yang turut hadir dalam episode ini yakni, Sunarti J. (Sekretaris Balai Perempuan Desa Camba-Camba, Kabupaten Jeneponto), Nunik Kristiana (SPPR Bunda Mandiri, Kabupaten Bantul), dan Jekomina Maibang (Kader Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput atau FKPAR, Kabupaten Dairi) yang berbagi pengalaman dalam membangun kepemimpinan perempuan. Salah satunya dengan mengorganisir perempuan ke dalam kelompok-kelompok perempuan untuk bersama memperjuangkan akses terhadap layanan pemerintah seperti Jaminan Kesehatan Nasional serta perlindungan sosial lainnya.

Masing-masing perwakilan menceritakan pengalaman, kesan dan pesannya untuk MAMPU. Dimulai dari Sunarti J, perwakilan Balai Perempuan (KPI) yang menceritakan pengalamannya yang sudah menerima pendidikan kader, berorganisasi dan membentuk Pusat Informasi, Pengaduan dan Advokasi (BP-PIPA) yang mengawal program Jaminan Kesehatan Nasional agar dapat diakses oleh warga miskin khususnya perempuan.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan Nunik Kristiana dari SPPR Bunda Mandiri (Yasanti) sebagai perwakilan perempuan pekerja rumahan yang saat ini sudah berdaya untuk mendukung ketahanan kelompok dan mengambil langkah dalam meningkatkan pengakuan dan perlindungan hak pekerja perempuan.

Nunik Kristiana (SPPR Bunda Mandiri, Kabupaten Bantul)

Selanjutnya Jekomina Maibang, perwakilan dari FKPAR (PERMAMPU) menceritakan pengalamannya menyuarakan dukungan untuk hak-hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan melalui One Stop Service & Learning (OSS&L), mendorong penguatan ekonomi dengan mengembangkan Credit Union, serta ikut serta dalam Musrenbangdes mewakili suara Perempuan di desanya.

“Tahun ini menandai selesainya program MAMPU. Kami berharap setiap kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan perubahan dalam memberdayakan perempuan Indonesia terutama untuk meningkatkan akses perempuan miskin kepada layanan penting pemerintah seperti perlindungan sosial, kesehatan dan gizi perempuan, perlindungan ketenagakerjaan,
hingga perlindungan atas kekerasan terhadap perempuan,” ujar Kate Shanahan.

Upaya ini, katanya, harus tetap dilanjutkan oleh semua pihak; baik pemerintah, parlemen, masyarakat sipil dan swasta karena perjalanan masih panjang, mengingat akses perempuan ke beragam layanan dasar masih terbatas dan diskriminasi terhadap perempuan juga kerap terjadi.

Selama 8 tahun perjalanannya, MAMPU telah menjangkau lebih dari 32.000 perempuan di 1000 desa, 147 kabupaten/kota yang tersebar di 27 provinsi. MAMPU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.

Seluruh serial talkshow “Sapa Perempuan MAMPU” Episode 1-4 disiarkan melalui Twitter @ProgramMAMPU dan akun Youtube Program MAMPU. Episode 4 akan dilaksanakan secara daring pada Selasa, 29 September 2020.

Photo Capture: Efa

 

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *