Dahulu kala, tinggallah seorang bangsawan yang memiliki kastil besar di sebuah desa. Karena suka memakai sepatu dari kulit, maka sang bangsawan dinamai si ‘Sepatu Kulit’. Sepatu Kulit tidak suka orang asing dan hanya memperbolehkan orang-orang yang dekat dengannya masuk ke kastilnya. (Once upon a time, there lived a royalty who owns a big castle in a village. His fondness of wearing shoes made of leather gave him the nickname “Leather Shoes”. Leather Shoes don’t like strangers and only allow people closest to him to enter his castle.)

Pada suatu hari, temannya datang berkunjung dari ibu kota. “Hebat sekali penjagaan kastilmu, Sepatu Kulit!” seru si teman. “Tentu saja! Semua itu untuk mencegah orang asing masuk!” kata Sepatu Kulit. “Mengapa kau tidak suka pada orang asing?” tanya si teman. (One day, his friend comes to visit from the capital. “It’s really amazing how you guard your castle, Leather Shoes!” exclaims the friend. “Of course! All of that is to prevent strangers walking in!” tells Leather Shoes. “Why don’t you like strangers?” asks the friend.)

“Nenek buyutku dulu memperbolehkan seorang pengembara-yang merupakan orang asing-menginap di kastil. Ternyata pengembara itu seorang pencuri!” cerita si Sepatu Kulit. “Malang sekali. Tetapi, ada satu yang paling penting, yaitu berdoa pada Yang Kuasa! Kau akan terhindar dari petaka apa pun!” kata teman si Sepatu Kulit. (“My great grandmother a long time ago let a traveler, a stranger, stay in the castle. He turned out to be a thief!” tells Leather Shoes. “That’s bad! But, one thing is really important, that’s to pray to the Almighty! You will be spared from harm’s way!” Leather Shoes’ friend replies.)

Tetapi Sepatu Kulit tidak menuruti nasihat temannya. Dia terus yakin dan berpegang pada pikirannya sendiri. “Semua orang asing tidak bisa dipercaya!” pikirnya berulang-ulang. (But Leather Shoes won’t listen to his friend. He is convinced and stays true to his own mind. “All strangers cannot be trusted!” he keeps saying it in his head.)

Seminggu kemudian, datanglah undangan pesta dari sang ratu di istana. “Aku harus pergi ke kota selama tiga hari, aku yakin kalian akan menjaga kastilku dengan baik, karena kalian bukan orang asing!” kata Sepatu Kulit pada pengurus kastil, pelayan serta para penjaganya. (One week later, arrives an invitation of the queen’s party in the palace. “I have to go out of town for three days, I’m sure all of you will take good care of my castle, because you are not strangers here!” Leather Shoes tells his castle’s caretakers, waiters and guards.)

Setelah tiga hari, si Sepatu Kulit kembali ke kastil bersama temannya. Tetapi kemalangan besar terjadi! Sepatu Kulit menangis meraung-raung karena ternyata pengurus kastil, pelayan, dan para penjaganya menghilang tanpa bekas dengan seluruh barang berharga di kastil! (Three days later, Leather Shoes return to the castle with his friend. But a huge unfortunate occurs! Leather Shoes cried real hard because it turns out that the castle’s caretakers, waiters and guards have all disappear along with the castle’s prized possessions!)

“Siapa lagi yang harus kupercaya? Bagaimana cara untuk menghindarkan diri dari kemalangan?” tangis Sepatu Kulit. “Temanku, kini saatnya kau belajar percaya dan menyerahkan segalanya pada Yang Kuasa! Berdoalah!” kata teman si Sepatu Kulit. (“Who else can I trust? How can I avoid myself from all this unfortunate events?” cries Leather Shoes. “My friend, it’s time for you to learn to trust and surrender everything to the Almighty, Pray!” advises the friend.)

Sepatu Kulit mulai rajin berdoa dan pasrah. Tidak lama kemudian, barang-barang yang hilang mulai kembali. “Oh teman, lihatlah keajaiban ini. Mulai sekarang aku tidak akan berpegang pada pikiranku sendiri!” seru Sepatu Kulit bersyukur. (From then on, Leather Shoes prays and surrender himself. Not long after, the lost possessions are gradually found. “My friend, look at this miracle. From now on I won’t stick to my own thoughts!” says the grateful Leather Shoes.)

(Teks: Seruni/ llustrasi: Fika/ Translator: Yos)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *