Kita sering mendengar ungkapan, bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghargai jasa para pahlawannya. Rupanya, hal itu sangat dipegang teguh oleh McDonald’s Indonesia.

Sukses meluncurkan boneka kertas atau figure 3D para pahlawan di Hari Pahlawan 10 November tahun lalu, bertepatan dengan Hari Kartini 21 April tahun ini, McDonald’s Indonesia kembali meluncurkan figure 3D para pahlawan Indonesia.

“Tahun lalu, di Hari Pahlawan kita luncurkan enam figure 3D para pahlawan, ada laki-laki dan perempuan. Nah, di tahun ini kita kembali luncurkan figure 3D para pahlawan. Karena bertepatan dengan Hari Kartini maka kita luncurkan figure 3D para pahlawan perempuan,” kata Ibu Sutji Lantyka, Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia.

Menurut Ibu Sutji, peluncuran figure 3D tersebut sebagai salah satu upaya McDonald’s Indonesia untuk terus mengingat dan menghargai jasa para pahlawan Indonesia. “Kita buat dengan cara kekinian, menyenangkan, dan sambil belajar. Kita beri apresiasi pada para pahlawan perempuan Indonesia. Semoga bisa menginspirasi unit-unit usaha lainnya, selain juga bisa menginspirasi gadis-gadis kecil Indonesia untuk bermimpi setinggi-tingginya dan berkarya di bidang apapun yang mereka inginkan,” tuturnya.

Ditambahkan oleh Ibu Caroline Kurniadjadja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, peluncuran edisi pahlawan kali ini masih sama, yaitu bersama-sama keluarga merakit dari kertas tebal 4 pahlawan perempuan lewat paket McD Family Weekend. “Seri pertama ada dua pahlawan perempuan yaitu R.A. Kartini dan Nyi Ageng Serang yang diluncurkan sejak 15 April 2022. Adapun seri kedua diluncurkan  bertepatan dengan Hari Kartini 21 April 2022 dua pahlawan perempuan lagi yaitu Martha Christina Tiahahu dan Maria Walanda Maramis,” ujar Ibu Carol.

“Masing-masing para pahlawan perempuan itu memiliki perjuangan yang sangat luar biasa. R.A. Kartini pejuang emansipasi dan pendidikan asal Jawa Tengah begitu juga Nyi Ageng Serang. Nyi Ageng Serang memiliki rasa nasionalisme sangat tinggi, dia merupakan salah satu penasihat perang Pangeran Diponegoro. Atas nasihat dan petunjuknya menggunakan daun lumbu keladi atau talas hijau untuk penyamaran, pasukan Pangeran Diponegoro berhasil meraih kemenangan,” ucap Ibu Carol. “Maria Walanda Maramis asal Sulawesi di permulaan abad 20, ia pendobrak adat, berjuang di politik dan juga pendidikan, adapun Martha Christina Tiahahu asal Maluku ikut berjuang melawan penjajah/kolonial Belanda,” tambahnya.

Apa yang dilakukan McDonald’s Indonesia mendapatkan apresiasi atau penghargaan yang sangat tinggi dari seorang ahli sejarah, Sejarawan muda Asep Kambali. “Sangat kreatif! Seperti kita tahu, belajar sejarah itu membosankan. Apa yang dilakukan McDonald’s Indonesia memiliki kontribusi sangat besar agar masyarakat kembali belajar dengan mudah, kekinian, dan kreatif,” ucap Kang Asep.

“Banyak hal yang bisa kita pelajari dari para pahlawan. Kartini itu  semasa hidup tidak pernah membentak ataupun melawan orangtua. Itulah Kartini. Lewat Sekolah Kartini yang didirikannya, ia sangat berkontribusi dalam dunia pendidikan. Sama seperti Maria Walanda Maramis yang juga berjuang di pendidikan. Ia tidak memprovokasi melawan kolonial, melainkan lebih ke pendidikan. Bagaimana menjadi perempuan lebih bermartabat, perempuan harus bisa membaca, harus bisa menempatkan diri. Bagaimana menjadi seorang ibu, perempuan hebat yang bisa mendidik anak-anaknya,” urai Kang Asep.

Menurut Kang Asep, Kartini menikah dengan Bupati agar ia bisa mendirikan sekolah-sekolah. “Ia cerdik, tidak pernah membangkang budaya yang ada. Tulisannya justru menggugah masyarakat dunia. Kartini juga pandai bergaul,” ujarnya.

R.A Kartini memiliki cita-cita ingin mengangkat derajat kaum perempuan melalui pendidikan. Ide dan pemikirannya dituangkan ke dalam surat kepada sahabatnya di Belanda dan akhirnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul: “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Seperti diakui oleh keluarga R.A. Kartini, Ibu R.A. Asri Miminingtyas, ia merasa bangga dengan kemajuan kaum perempuan saat ini. “Karena itu berarti keinginan Kartini dahulu bisa tercapai,” tandasnya.

Ibu Asri juga sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh McDonald’s Indonesia dimana fokus mengajak anak-anak untuk mengenal para pahlawan bangsa. “Sejarah bisa menginspirasi mereka mencapai cita-cita. Kita harus berbudi pekerti, sopan santun, dan bermanfaat untuk orang lain, itulah pesan Ibunda Kartini,” ungkap Ibu Asri.

Tak hanya lewat mainan boneka kertas atau figure 3D para pahlawan, McDonald’s Indonesia juga membuat kartu-kartu kisah para pahlawan secara singkat yang bisa kalian dapatkan dari paket McD Family Weekend. Pada kartu tersebut ada QR Code yang bisa di scan dan langsung tersambung ke Youtube sehingga kalian bisa langsung mendengarkan cerita para pahlawan. Wah, seru, ya!

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *