Masi adalah seekor ikan mas yang baik hati dan ceria. Ia tinggal di danau yang terhubung dengan lautan. Masi bersahabat dengan Yaya si buaya.

Pada suatu hari, Bubu si burung hantu, membawa kabar mengejutkan. “Kabar gembira! Besok akan datang ikan-ikan salmon dari laut! Mereka akan jadi sahabat baru kita!” seru Bubu. Para penghuni danau bersorak gembira, termasuk Masi. Namun, Yaya terlihat murung.

Di rumah Masi, Yaya mengatakan sesuatu tentang ikan-ikan salmon yang akan datang. “Aku dengar mereka sombong. Daripada nanti kita kecewa, lebih baik tidak usah berteman dengan mereka,” ungkap Yaya. Mendengar hal ini, Masi termenung. “Tapi, kita belum bertemu mereka, Yaya. Kita belum tahu apakah hal itu benar atau tidak,” jawab Masi dengan bijak.

Akhirnya, ikan-ikan salmon dari laut datang. Salah satu dari mereka bernama Sasa. Ia masuk sekolah yang sama dengan Masi dan Yaya. Ketika istirahat siang, Masi memberanikan diri menyapa Sasa. “Halo, Sasa, namaku Masi. Maukah kau berteman denganku?” sapa Masi. Tapi, Sasa diam saja. Masi sedih sekali. Dia berpikir Sasa sedang memikirkan sesuatu dan ia mengganggunya. Masi pun berniat meminta maaf kepada Sasa esok hari.

Esoknya, Masi menceritakan rencananya pada Yaya. “Kau benar-benar ingin berteman dengan Sasa? Tadi aku mendengar Sasa bersenandung riang. Aku jadi berpikir, mungkin dia bukan ikan yang sombong. Aku pun ingin berteman dengannya,” kata Yaya.

“Ciplak!” Tiba-tiba, terdengar suara riak air. Masi dan Yaya terkejut dan menuju ke tempat suara itu berasal. Rupanya, suara tersebut berasal dari Sasa yang sedang melompat tinggi keluar dan kembali masuk ke dalam air dengan sangat lihai. “Kau hebat sekali, Sasa!” seru Masi. “Lompatanmu luar biasa!” tambah Yaya. Sasa terkejut karena Masi dan Yaya melihatnya melompat.

“Sebetulnya, aku ingin sekali berteman dengan kalian, tapi kalian pasti akan melupakanku nanti,” ungkap Sasa sedih. Masi dan Yaya bingung. “Melupakanmu? Apa maksudmu, Sasa? Kami tidak mengerti?” tanya mereka. “Kami, ikan salmon, adalah ikan yang hidup di dua tempat, danau dan laut. Ketika tiba saatnya kami harus kembali ke laut, kami akan berenang melawan arus sungai untuk pergi ke laut. Lompatanku tadi adalah cara untuk melawan arus yang deras. Dulu aku juga pernah berteman dengan ikan-ikan di danau lain. Kemudian aku harus tinggal di laut. Ketika aku kembali ke danau, teman-temanku sudah melupakanku,” cerita Sasa sedih.

“Jadi, karena itulah kau menolak berteman dengan kami? Kau takut kami akan melupakanmu? Jangan khawatir, kami akan menunggumu di sungai. Kami akan membantumu melawan arus dan menyambutmu ketika kau kembali,” kata Masi dan Yaya. “Terima kasih!” seru Sasa terharu.

Sejak saat itu, ketika Sasa dan ikan salmon lain melawan arus deras sungai, Masi dan Yaya membantu mereka. Dan ketika Bubu si burung hantu memberi kabar Sasa akan kembali, Masi dan Yaya menunggu sahabat mereka dengan sambutan hangat. Sasa pun tidak menjadi ikan yang selalu bersedih lagi karena telah bertemu sahabat sejatinya.

 

Cerita: Seruni       Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *