Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dengan piringan tersebar.
Daerah yang terletak jauh melampaui Neptunus atau daerah trans-Neptunus, sebagian besar belum dieksplorasi.

Menurut dugaan, daerah ini sebagian besar terdiri dari dunia-dunia kecil (yang terbesar memiliki diameter seperlima bumi dan beratnya jauh lebih kecil dari bulan) dan terutama mengandung batu dan es. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah luar Tata Surya, meski beberapa orang menggunakan istilah ini untuk daerah yang terletak melebihi sabuk asteroid.

Cincin Raksasa
Sabuk Kuiper adalah sebuah cincin raksasa mirip dengan sabuk asteroid, tetapi komposisi pembentuk sabuk kuiper terdiri dari sisa-sisa dari pembentukan Tata Surya.

Sementara sabuk asteroid terdiri dari batuan dan logam, objek Kuiper sebagian besar terdiri dari volatil beku (disebut “es”) seperti metana, ammonia, dan air utamanya adalah es.
Sabuk ini terletak antara 30 dan 50 tahun cahaya, dan terdiri dari benda kecil Tata Surya.

Meski demikian, beberapa objek Kuiper yang terbesar, seperti Quaoar, Varuna, dan Orcus, mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil.

Objek Sabuk Kuiper
Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 100.000 objek Sabuk Kuiper yang berdiameter lebih dari 50 km, tetapi diperkirakan massa total Sabuk Kuiper hanya sepersepuluh massa Bumi. Banyak objek Kuiper memiliki satelit ganda dan kebanyakan memiliki orbit di luar bidang elips.

Sabuk Kuiper secara kasar bisa dibagi menjadi “sabuk klasik” dan “resonansi”.

Resonansi adalah orbit yang terkait pada Neptunus.

Resonansi yang pertama bermula pada Neptunus sendiri. Sabuk klasik terdiri dari objek yang tidak memiliki resonansi dengan Neptunus, dan terletak sekitar 39,4 tahun cahaya sampai 47,7 tahun cahaya.

 

 

Teks: JFK    Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *