Rumah di seberang rumah Ola sudah lama kosong, tapi hari ini tidak lagi. Akhirnya rumah itu terisi. Ada satu keluarga yang pindah ke sana.

“Akhirnya rumah itu bebas dari kata seram!” kata Tante Widi, adik dari Mama Ola yang tinggal bersama keluarga Ola. “Ih, Tante Widi suka bercanda, deh,” kata Ola sambil merengut. “Lho, kan Ola waktu itu pernah mimpi seram tentang rumah di depan,” kata Tante Widi mengingatkan Ola sambil senyum-senyum jahil. “Pokoknya nggak seram!” ucap Ola bersikeras. “Iya, deh! Eh Ola, lihat itu, ada anak sebaya kamu. Wah, kamu punya teman!” kata Tante Widi sambil melihat ke arah keluarga yang menempati rumah kosong di seberang. “Oh iya! Asyiiik!” seru Ola senang.

Nama anak yang sebaya Ola itu Joan, dan Joan punya adik bernama Rita. Joan anak yang baik, aktif, dan ceria, tidak butuh waktu lama bagi Ola untuk akrab dengannya. Sedangkan mengenai Rita…walaupun dia baik seperti Joan, tapi sifatnya pendiam.

Suatu hari, Joan mengajak Ola bersepeda bersama. “Rita tidak ikut kita bersepeda?” tanya Ola. Joan merenung sebelum akhirnya menjawab, “Dulu dia suka naik sepeda tetapi belakangan tidak lagi!”

Joan lalu bercerita tentang Rita. Ternyata, Rita dulu sama seperti Joan, aktif dan ceria. Tapi kemudian dia berubah menjadi aneh. Malah, Joan menjulukinya Rita yang aneh!

“Aneh bagaimana, Joan?” tanya Ola. “Kamu pasti mengira Rita anak yang pendiam, ya? Padahal dia itu dulu lebih ceria dan aktif dari aku. Dia suka sekali bermain di luar rumah. Rita suka sekali menggambar, apalagi kalau menggambar bunga, binatang, dan pohon. Tapi sekarang Rita jadi pendiam dan pemurung, susah sekali diajak bercanda, apalagi sejak pindah ke sini. Aku jadi kesal dan bingung,” cerita Joan. Mendengar itu, Ola jadi ikut sedih. Joan ingin adiknya ceria kembali.

Tante Widi memang suka jahil. Tapi kalau ada masalah, biasanya Tante Widi selalu punya jalan keluar. Ola menceritakan Rita pada Tante Widi. “Tante…jangan-jangan Rita kena pengaruh rumah baru, ya. Rumah itu memang seram!” kata Ola. Tante Widi tertawa terbahak-bahak. “Nggak seru ah, Ola kuno banget deh! Tentu saja bukan itu. Apa yang terjadi dengan  Rita berhubungan dengan bidang pembelajaran Tante, yaitu psikologi, ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku manusia. Dari apa yang Tante dengar dari ceritamu tentang Rita, besar kemungkinan ada rasa sedih dan kecewa yang besar, sehingga Rita jadi stres. Nah, stres bisa mengubah sifat seseorang jadi sangat berbeda,” jelas Tante Widi.

Setelah mendengar penjelasan Tante Widi dari Ola, Joan mencoba bersabar dan mendekati Rita, tentu saja dengan bantuan Papa dan Mamanya. Ternyata, Rita punya takut yang berlebihan dengan pandemi karena terus menerus melihat dan mendengar kengerian di berita dan media sosial. Rita jadi stres dan takut keluar rumah, padahal dia suka sekali menggambar berbagai macam objek di luar rumahnya. Joan, juga Papa dan Mamanya mendampingi Rita dan mengajaknya bicara dengan sabar. Mereka berkata tidak semua berita di media sosial itu benar, dan Rita tak perlu takut berlebihan.

“Cukup dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah dan tenaga kesehatan, serta bersikap bijaksana,” kata Joan pada Rita. Tak lama kemudian tawa Rita yang ceria mulai terdengar lagi, dan kini dia sudah bersepeda bersama Joan dan Ola. Rita mulai giat menggambar lagi. Ternyata, gambar Rita bagus sekali, dan dia memberikan gambarnya pada Ola dan Tante Widi. Rita tidak lagi mendapat julukan Rita yang aneh.

 

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *