KUALA LUMPUR, majalahjustforkids.com – Atlet pelatda KONI PROVINSI DKI JAKARTA, Ricky Dhisullimah yang dipersiapkan untuk PON Aceh-SUMUT 2024 berhasil meraih medali emas dan dinobatkan sebagai juara pertama Individual Men Sabre pada Kejuaraan Anggar Internasional, yakni MALAYSIA OPEN FENCING Championship 2022 (MOFC) yang berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 Agustus 2022 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kejuaraan MOFC 2022 merupakan ajang bergengsi yang diikuti ratusan atlet Anggar dari puluhan negara, yakni negara-negara di Asia Tenggara, India, China Taipei, dan lain sebagainya.

Tim Pelatda Provinsi DKI Jakarta yang berasal dari Redhawk Fencing Academy Jakarta, yakni Ricky Dhisullimah, Alma Fauziah Ismail, dan Aldo Pratama Arjoni kembali membuktikan kemampuannya. Hal itu dibuktikan, usai Ricky Dhisullimah yang merupakan Atlet Nasional Anggar Indonesia, memenangkan pertandingan dengan mengalahkan Pang Chen Chiu dari China Taipei, di Hall Olympic Council of Malaysia (OCM), Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, (25/08/2022).

Alhamdulillah, dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pelatih dan club saya, Redhawk Fencing,” tutur Ricky, panggilan akrabnya. Ricky tidak kesulitan menghadapi lawan-lawannya, hal ini terbukti dengan Ia mampu mengukuhkan diri di peringkat 1 poule/babak penyisihan yang membuatnya lolos babak 16 besar dengan mudah.

Mentalitas yang cukup teruji pun ditunjukkan oleh Ricky. Di babak Final yang cukup mendebarkan, dimana Ricky sempat tertinggal di skor 11-8. Ketenangan, fokus dan konsentrasi yang baik mampu membuat Ricky bermain baik, dengan menerapkan teknik dan kemampuan yang didapatkan selama berlatih. Ia kemudian mampu menyamakan kedudukan dengan skor imbang 14-14, hingga pertandingan pun pada akhirnya dimenangkan Ricky dengan skor 15-14.

Di hari kedua pertandingan, Jumat, 26/08/2022, Alma Fauziah Ismail berhasil meraih medali perunggu yakni pada nomor Individual Women Sabre. Persaingan di babak awal penyisihan Poule tidak membuat atlet Alma Fauziah Ismail mendapatkan kesulitan berarti, Ia pun dapat lolos posisi 16 besar dengan mudah.

Alma Fauziah Ismail, yang juga merupakan seorang anggota POLRI di Divisi BAINTELKAM POLRI ini pun merasakan persaingan ketat antara para atlet. Alma, yang tiap harinya berprofesi sebagai Polisi Wanita (POLWAN) di MABES POLRI, juga seorang atlet Profesional Anggar.

Alhamdulillah saya dapat tampil maksimal walau minim persiapan karena saya masih belum dapat full berlatih dan harus membagi waktu antara jadwal latihan Pelatda dan tanggung jawab Dinas sebagai Anggota POLRI,” ujar Alma disela-sela pertandingan.

Walau demikian, tidak membuatnya menyerah. Dengan mengeluarkan teknik yang didapat selama berlatih, dapat mengantarkan Alma ke babak semifinal. Sayangnya, langkah Alma harus terhenti di babak semifinal. Ia harus dipaksa menyerah dari atlet Anggar Thailand, Somphao Arisara. Pertandingan antara keduanya berjalan sengit. Kedua pemain melakukan jual beli serangan sepanjang pertandingan, namun Alma tetap harus mengakui keunggulan Thailand.

“Walaupun bukan hasil terbaik, tapi saya tetap harus terima ini sebagai bahan evaluasi saya supaya kedepannya lebih maksimal lagi. Terima kasih atas semua support dan dukungan pelatih, Tim Redhawk Fencing, KONI Provinsi DKI Jakarta, DISPORA Provinsi DKI Jakarta, dan Pengrov IKASI DKI Jakarta yang sudah memberikan kesempatan kepada saya berlaga di turnamen Internasional ini, semoga akan semakin sering diberikan kesempatan mendulang prestasi di event-event Internasional, sehingga dapat membawa nama baik Indonesia, KONI DKI Jakarta, dan tentunya Institusi POLRI tempat saya bekerja,” tegas Alma.

Di hari ketiga pertandingan, Sabtu, 27/08/2022, Aldo Pratama Arjoni turun pada nomor Individual Men Foil. Ia tidak terkalahkan selama babak penyisihan dan mampu lolos babak penyisihan Poule dengan memposisikan dirinya 3 teratas. Sayang Aldo tak mampu membendung serangan pemain Malaysia, Tengku Mu’adzam Sadruddin. Aldo harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 15-8. Alhasil, langkah Aldo harus terhenti di babak 16 besar dan gagal melangkah ke 8 besar.

“Mohon maaf saya belum dapat mempersembahkan medali kali ini, secara teknik, sebenarnya Indonesia masih dapat bersaing tapi karena minimnya persiapan sehingga masih belum maksimal dan banyak melakukan kesalahan,” ujar Aldo usai pertandingan. “Baru beberapa bulan setelah PON Papua 2022, saya kembali berlatih dan ini adalah kali pertama saya bertanding ke luar negeri. Selain adanya COVID-19, di dalam negeri kita sendiri juga sangat minim kompetisi,” tambah Aldo.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *