Puluhan anak-anak tersenyum indah di atas panggung. Mereka menghibur dengan memainkan alat musik, ada pula yang menari. Aktivitas di atas panggung sangat aktif, diisi oleh kreativitas muda dengan wajah-wajah gembira dan senyum lebar, sempurna! Sepintas, tak terlihat sama sekali bahwa mereka adalah mantan pasien bibir sumbing atau celah-celah langit mulut.

Ya, pada hari Jumat, 1 Oktober 2021 lalu, Smile Train Indonesia, organisasi nirlaba internasional, berkolaborasi dengan Cleft Center Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit Langit (YPPCBL) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjajaran merayakan hari senyum se-Dunia (World Smile Day). Mengusung tema “Semua Senyuman Itu Indah”, Smile Train Indonesia bersama para mitra ingin kembali meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan bibir sumbing yang komprehensif di Indonesia.

Berdasarkan data Smile Train, Ada lebih dari 540 bayi di dunia terlahir dengan bibir sumbing dan/atau celah langit tiap harinya, termasuk di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi secara fisik seperti kesulitan untuk makan, bernapas, mendengar, dan berbicara dan tidak jarang pula menyasar psikis anak.

(Kiri-Kanan) Senandung Nacita, Moderator; Deasy Larasati, Country Manager & Program Director Smile Train Indonesia; Drg. Ida Ayu Astuti, Sp.BM, Ketua Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir & Langit-langit; dan Dr. drg. Dudi Aripin, Sp.KG. (K); Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran pada acara Media Briefing

Menyadari banyaknya komplikasi baik fisik maupun psikis, Smile Train melalui peringatan World Smile Day mengingatkan bahwa semua senyuman itu indah. Setiap anak memiliki hak untuk tersenyum dan memiliki masa depan yang cerah. Dan bersama Smile Train anak dengan bibir sumbing dan/atau celah langit bisa mendapatkan senyum bahagia mereka kembali.

“Dalam merayakan World Smile Day 2021, Smile Train mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya mengenai komplikasi fisik dan psikis yang dialami anak dengan bibir sumbing dan/atau celah langit. Smile Train hadir untuk satu tujuan yaitu memberikan setiap anak yang memiliki kesenjangan kehidupan menjadi sehat dan produktif dengan mendapatkan senyuman bahagia selamanya. Karena kami percaya bahwa semua senyuman itu indah. Maka dari itu, kami tidak hanya menyediakan operasi 100% gratis kepada pasien dengan bibir sumbing dan/atau celah langit namun perawatan fisik dan dukungan psikis yang berkelanjutan melalui program Comprehensive Cleft Care (CCC),” ungkap Country Manager Smile Train Indonesia, Ibu Deasy Larasati.

Perayaan tahun ini terwujudkan kedalam sebuah festival penuh senyuman yang diisi dengan berbagai acara penuh senyum dari mantan pasien Smile Train, mitra dokter dan perawat, serta mahasiswa dari FKG Universitas Padjajaran.

“Bersama Smile Train Indonesia Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit Langit (YPPCBL) telah berkontribusi dalam menciptakan 15,000 senyum dengan 600 operasi tiap tahunnya. Kami juga senang mendapatkan kesempatan berjumpa dengan mantan pasien Smile Train, mitra dokter dan perawat, serta mahasiswa FKG Universitas Padjajaran untuk menyebarkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengatasi kondisi bibir sumbing dan/atau celah langit di Indonesia” dan kami mendukung tema World Smile Day yaitu “Semua Senyuman Itu Indah”” jelas Ketua Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit Langit (YPPCBL), Drg. Ida Ayu Astuti, Sp. BM.

Tidak hanya YPPCBL saja yang ikut merayakan World Smile day, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran ikut mendukung dan menyebarkan kesadaran mengenai kondisi sumbing di Indonesia dimulai dari mahasiswa/i yang berpotensi menjadi dokter yang andal bagi pasien sumbing di masa mendatang

“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Smile Train Indonesia yang telah menciptakan puluhan ribu senyuman untuk anak anak dengan kondisi sumbing dan tentunya juga akan terus mendukung agar anak anak lainnya yang sedang menantikan senyum baru juga akan dapat terbantu kedepannya. Kami akan terus mendukung Smile Train dan mengajak mahasiswa/i FKG UNPAD untuk aktif menyebarkan kesadaran mengenai kondisi sumbing karena semua senyuman itu indah, Selamat kepada Smile Train Indonesia dan YPPCBL atas selebrasi perayaan World Smile Day 2021,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Dr. drg. Dudi Aripin, Sp.KG. (K).

Hingga saat ini, 6 sampai 9 orang per-1000 penduduk Indonesia masih menderita bibir sumbing, dan kebanyakan dari mereka menutup diri dan takut untuk tersenyum. Yuk, mari rayakan hari senyum se-Dunia (World Smile Day) dengan memberi senyuman hangat pada penderita bibir sumbing agar mereka lebih percaya diri dan bisa kembali tersenyum.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *