Saraswati Learning Center Rayakan HUT RI ke-74

Bagaimana perayaan ulang tahun Indonesia pada 17 Agustus kemarin di daerahmu, Kids, meriah bukan? Yups, seluruh bangsa Indonesia turut merayakan HUT RI yang ke-74 ya, Kids, dari Sabang sampai Merauke. Tak peduli dari suku, bahasa, sosial ekonomi, lokasi manapun, setiap anak bangsa berhak merayakan HUT RI, termasuk tiap individu difabel di seluruh Indonesia.

Itulah sebabnya, Saraswati Learning Center (SLC), sebuah organisasi non-profit dan juga sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang terletak di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, tak mau kalah untuk turut merayakan ulang tahun negara kita tercinta, Kids.

Saraswati Learning Center turut merayakan HUT RI ke-74 di RPTRA Kampung benda, Cempaka Putih, pada Jumat (16/08/19)

Mereka menggelar perayaan HUT RI pada Jumat, 16 Agustus 2019 mulai pukul 08.30 – 11.00 WIB. Seluruh murid-murid SLC, bersama orangtua dan guru, berkumpul di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Kampung Benda, Cempa Putih, Jakarta Selatan. Mereka semua memakai baju bernuansa merah putih, lho, sesuai dengan bendera Indonesia. Wah, kompak sekali!

Sedari awal, murid-murid tampak bersemangat. Mereka duduk dengan tertib mendengarkan Ibu Reshma Wijaya, pendiri SLC, membuka acara. “Selamat merayakan hari ulang tahun RI ke-74. Semoga Indonesia semakin maju dan SLC juga semakin jaya dan berkembang di kemudian hari,” katanya.

Murid-murid SLC tampak berbaris dengan rapi bersiap mengikuti aneka permainan memeriahkan HUT RI ke-74

Ia lalu berteriak, “Siapaaaa kita??” yang disambut dengan balasan “Anak Indonesia!” oleh anak-anak, orangtua, guru dan tamu undangan yang hadir. Kembali Ibu Reshma berteriak lantang,” Anak Indonesia….” lalu dijawab pula dengan semangat oleh murid-murid ucapan tak kalah kencang, “Luar Biasa!!!!”

Acara lalu dilanjutkan dengan aneka permainan dan lomba, Kids. Setidaknya ada 8 permainan yang digelar untuk dimeriahkan oleh anak-anak maupun orangtua, yakni: paper cup (melempar gelas kertas yang telah disusun), lomba makan kerupuk, permainan domino, sock toss (melempar kaus kaki ke dalam wadah), coin toss (melempar koin ke dalam wadah), paper boat racing (lomba meniup perahu kertas memakai sedotan), lomba membuat bendera kertas, dan lomba berjalan melewati rintangan.

Didampingi orangtua maupun guru, anak-anak tampak bersemangat membuat bendera merah putih dari kertas minyak

Semua permainan tersebut bermanfaat untuk melatih dan meningkatkan keterampilan motorik Anak-anak Berkebutuhan Khusus. Teman-teman maupun adik-adik ada yang bermain sambil didampingi oleh orangtuanya. Mereka tampak sangat bergembira.

Seorang siswa SLC tampak bersemangat ketika mengikuti permainan lomba makan kerupuk. Meskipun ia duduk di atas kursi roda serta memiliki koordinasi tangan yang terbatas, ia tak menyerah berusaha menghabiskan kerupuk yang tergantung. Suntikan semangat dari rekan, orangtua dan guru yang menonton, tak henti-hentinya mengalir. Ketika akhirnya berhasil memakan habis kerupuk tersebut, sorakan kegembiraan membahana kencang. Sungguh mengharukan.

Keterbatasan fisik tak membuat salah satu murid penyandang disabilitas dari SLC ini jadi penghalang untuk turut memeriahkan aneka lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan perayaan HUT RI ke-74

Ya, ini menunjukkan bahwa individu difabel atau disabilitas yang memiliki kemampuan berbeda, juga mampu menghayati dan merayakan hari kemerdekaan. Mereka tiada bedanya dengan anak-anak Indonesia non-difabel lainnya, yang berhak belajar, bermain, bersuara, berkarya, dan mendapatkan ruang yang sama besarnya di bumi Indonesia, termasuk merayakan momen kemerdekaan Indonesia setahun sekali.

Acara peringatan kemerdekaaan RI ini, adalah yang ketiga kalinya digelar oleh Saraswati Learning Center. Agenda tahunan ini, digelar untuk menyebarkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat bahwa anak-anak difabel juga bisa merayakan dan menghayati momentum kemerdekaan. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mempererat bonding (ikatan) antara anak dengan orangtua, anak dengan guru maupun guru dan orangtua.

Ibu Reshma Wijaya (kiri), pendiri SLC tampak menyemangati murid-murid yang juga turut menjual hasil karya mereka, seperti minuman lemon, camilan, hingga aneka kerajinan tangan

Wah, seru sekali ya, Kids. Sebagai anak bangsa berkualitas, yuk kita dukung setiap aktivitas teman-teman berkebutuhan khusus di manapun berada.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *