Setiap tanggal 16 Oktober, diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia, Kids. Nah, untuk merayakannya, yuk, kita tingkatkan literasi gizi. Caranya adalah dengan pemenuhan gizi seimbang melalui konsumsi pangan berkualitas. 

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati terbesar ke-2 di dunia dengan beragam sumber pangan bergizi. Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, 228 jenis sayuran, serta 389 jenis buah-buahan, lho. Namun sayangnya, potensi ini belum diimbangi dengan pola konsumsi masyarakat yang bervariasi, untuk pemenuhan gizi seimbang.
Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor, menyebutkan bahwa manusia memerlukan zat gizi yang dibutuhkan untuk energi harian, serta membangun dan memelihara jaringan serta organ dalam tubuh.
Di pasar, banyak tersedia jenis pangan, baik olahan maupun pangan lokal yang masing-masing memiliki manfaat tersendiri untuk pemenuhan kebutuhan gizi. Sayangnya, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi makanan tidak berdasarkan pada angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Padahal, kondisi kekurangan, atau kelebihan konsumsi gizi dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang seseorang. Karena itulah, sangat penting untuk memahami kandungan nilai gizi dasar, serta takaran dan proporsi yang tepat dari makanan dan minuman yang akan kita konsumsi.

(Ki-Ka) Alvin Hartanto, Nutrisionis Muda; Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag, dan Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD Indonesia, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB) di acara MilkVersation.

Perlu dipahami juga, Kids, bahwa tidak ada jenis pangan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karenanya, dibutuhkan variasi pangan – baik pangan alami maupun olahan – guna memenuhi berbagai kebutuhan gizi dalam tubuh. Contohnya, nasi dan sumber karbohidrat lainnya merupakan sumber utama energi, namun minim kandungan vitamin dan mineral. Sayuran dan buah-buahan umumnya kaya akan vitamin, mineral dan serat, tetapi sedikit megandung energi dan protein. Ikan merupakan sumber protein yang baik, namun tidak dapat dijadikan sumber makanan utama. Sedangkan susu sebagai salah satu asupan bergizi baik, mampu melengkapi kebutuhan gizi harian seseorang guna mendukung pemenuhan gizi seimbang.
Frisian Flag Indonesia (FFI) memahami, rendahnya literasi gizi adalah gerbang dari timbulnya berbagai masalah gizi, yang tentunya dapat berimplikasi pada terganggunya pertumbuhan dan kesehatan fisik seseorang. Di momen peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini, FFI mengajak masyarakat Indonesia untuk cerdas mengonsumsi pangan melalui edukasi literasi gizi, menerapkan pola gizi seimbang, rutin mengonsumsi susu, serta menjalani gaya hidup aktif. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat literasi gizi dan pangan berkualitas, sehingga lebih lanjut dapat meningkatkan status gizi bangsa dan membangun keluarga Indonesia yang kuat dan berkualitas,” imbuh  Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Bapak Andrew F. Saputro.