JAKARTA, majalahjustforkids.com – Kamu pernah mengunjungi museum? Nah, di museum yang satu ini, bakal bikin kamu dapat pengalaman berbeda yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya. Mendengar namanya saja, kamu pasti sudah tertarik, bukan? Ya, Museum of Toys (MOT). Waaa….. Yuk, kunjungi di Lippo Mall Puri Jakarta yang sudah dibuka sejak 8 September 2022.

Museum of Toys merupakan museum pertama dari desainer mainan di Indonesia dengan koleksi terbanyak di dunia. Sebagai rumah atau wadah para desainer mainan dari dalam maupun luar negeri.

Menampilkan koleksi pribadi Win Satrya dan beberapa kolektor lainnya, dimana jumlahnya lebih dari 15.000 buah Art Toys serta 300 Karya Desainer. MOT didirikan untuk mengakomodir aspirasi para kolektor, kreator, dan komunitas desainer toys sebagai penggerak pertumbuhan industri mainan desainer di Indonesia.

Sukses menggelar experience room sebelumnya yang mengundang puluhan ribu audiens penuh antusias, Museum of Toys kembali hadir dengan tema yang tidak kalah mendebarkan untuk memajukan dan mendukung para artis lokal sehingga dapat berekspresi dalam sebuah karya seni lukisan atau mural.

Deretan artis lokal yang ikut bergabung kali ini antara lain; @sikloze @bulletos @wacky.ok, dimana mereka menampilkan karya-karya luar biasa yang makin membuat event kali ini menjadi lebih hidup, berkesan, dan layak menjadi destinasi bagi para pecinta karya seni Ibukota.

Di perhelatan kali ini Museum of Toys tidak sendiri, melainkan bekerjasama dengan Grebe, pemilik tempat yang mendukung perkembangan produk-produk lokal melalui konsep experience. Grebe merupakan tempat yang menjual berbagai macam produk lokal, dimana pengunjung bisa mencoba untuk bereksperimen langsung.

Usung Dua Tema

Ada dua tema yang diusung pada perhelatan kali ini yaitu; Cyberpunk dan Animatrix. Cyberpunk mengacu pada teknologi dan keterkaitan dengan dunia maya (World Cyberspace). Adapun Animatrix memperlihatkan animasi maupun efek grafis berlatarbelakang kota urban, dengan kemajuan ilmu dan teknologi super canggih.

Di dalam experience room, pengunjung diajak mencoba berbagai aktivitas seperti; Cyberpunk Experience, Photo Competition, Photo Corner, Shooting Range, Ball Pool, dan Basket Court.

Tak heran kalau Cyberpunk Animatrix ini menjadi tempat hits baru yang direkomendasikan untuk mengeksplor pengalaman bermain yang seru dengan suasana lebih nyata dan menegangkan.

Ki-ka: Natalia Haman, Deasy Varianti Susanto, Muhammad Triangga, dan Yungky Pangestanu.

Ibu Deasy Varianti Susanto, Founder Museum of Toys merasa sangat antusias dapat kembali menggelar event yang menampilkan karya-karya seni anak bangsa yang luar biasa kreatif dan berbakat.

“Berbekal sukses di event sebelumnya, saya melihat bahwa atensi dan antusiasme para pecinta karya seni Ibukota ternyata cukup besar. Mereka juga haus akan pagelaran-pagelaran seni yang menarik dan unik. Saya berharap event Cyberpunk Animatrix ini dapat menjadi salah satu event yang memuaskan dahaga seni dari para pecinta karya seni Ibukota dan tentunya dapat menginspirasi anak-anak muda untuk mengasah kreativitas mereka. Dimana nantinya akan membawa mereka pada industri ekonomi kreatif yang tengah berkembang saat ini,” papar Ibu Deasy seraya berharap lewat event ini masyarakat Indonesia bisa menikmati karya seni dengan pengalaman berbeda.

Bapak Muhammad Triangga, Co-Founder Grebe pun menyambut gembira jalinan kerjasama ini. Sedikit menengok ke belakang, pria yang akrab disapa Angga tersebut bercerita bahwa ide event tercetus justru saat terjadi pandemi COVID-19 di tahun 2020.

“Pandemi COVID-19 meluluhlantakkan segalanya. Apa yang dapat kita lakukan untuk dapat bangkit? Apa pun itu, jika berkaitan dengan lokal, kita akan sangat support. Kita dukung apa-apa yang dilakukan anak bangsa. Karya lokal itu juga bagus-bagus. Dengan adanya Grebe, kolaborasi ini menjadi wadah baru. Bisa jadi tempat nongkrong yang penuh dengan keseruan. Yuk, tumbuhkan rasa cinta dengan lokal brand,” ajak Bapak Angga.

“Kami bangga dapat menjadi mitra strategis untuk memberikan ruang bagi event karya seni bergengsi ini. Sebagai wadah display bagi pelaku seni lokal, kami senantiasa mendukung produk-produk seni terbaik anak bangsa sekaligus mendukung program pemerintah ‘Gerakan Bangga Buatan Indonesia’. Sudah saatnya produk anak bangsa menjadi tuan di negeri Sendiri,” tambahnya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan kali ini Museum of Toys dan Grebe juga menggandeng SENSE Indonesia selaku creative agency dalam mewujudkan misi bersama untuk mengembangkan perekonomian industri lokal.

“Saya sebagai orang Indonesia, sangat bangga dengan hasil karya serta budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Oleh karena itu, acara ini ada untuk mewujudkan mimpi kami demi membangkitkan kembali perekonomian kreatif,” jelas Ibu Natalia Haman, selaku Founder SENSE Indonesia Digital Creative Agency.

Sebagai salah satu produk lokal yang mampu bertahan hingga 30 tahun lamanya, brand sepatu dan sandal Weidenmann pun tak mau ketinggalan.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari ajang seni kekinian dan bergengsi, Cyberpunk Animatrix. Sebagai brand lokal, kami pun memiliki atensi yang tinggi untuk mendukung ajang-ajang yang mengangkat kreativitas lokal, karena bagi kami, kreasi lokal bukan berarti tidak memiliki kualitas setara dengan kreasi Internasional. Sudah banyak karya dan produk lokal yang mampu bersaing di industri global dan bahkan mendunia, untuk itu, kami bangga menghadirkan brand Weidenmann yang merupakan brand lokal sepatu dan sandal berkualitas terbaik dengan desain inovatif,” ucap Bapak Yungky Pangestanu, Second Generation Leader Weidenmann.

Weidenmann hadir untuk meningkatkan serta memperkuat brand lokal dengan mendukung artis lokal di event ini. “Kami berharap bisa terus melahirkan produk-produk yang dapat bersaing di kancah Internasional, sehingga masyarakat Indonesia selalu bangga menggunakan produk lokal dan tetap tampil trendy seiring perkembangan zaman,” tandasnya.

Foto: Novi, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *