Tiara dikenal sebagai gadis cilik dengan rambutnya yang selalu tergerai indah. Keindahan rambutnya tak lepas dari peran sang Ibu yang rajin merawat rambut Tiara dengan berbagai racikan tradisional. Mulai dari minyak kemiri, sampai campuran lidah buaya dan madu pernah menghinggapi rambutnya.

Di sekolah, Tiara sering dipuji oleh teman-teman karena rambut indahnya. Bahkan, ketika jalan-jalan di mall bersama orang tuanya, ia pernah ditawari menjadi bintang iklan shampo. Namun, Ayah tidak mengijinkan karena takut mengganggu kegiatan sekolahnya.

Tiara juga nampak menyukai rambut indahnya. Sayangnya, ia belum bisa merawatnya sendiri. Suatu hari, ketika sedang menyisir rambut Tiara, Ibunya mengatakan sesuatu yang tak diduga. “Sayang, minggu depan kita potong rambut, yuk,” ajak Ibu. Awalnya, Tiara mengira bahwa Ibunya yang ingin potong rambut. Tiara senang sekali jika diajak Ibu ke salon, karena pasti ia juga akan diajak melakukan perawatan.

Setelah dipastikan, ternyata Tiaralah yang harus potong rambut. “Lho, kenapa, Bu? Bukannya Ibu suka dengan rambut panjangku?” kegusaran tampak di wajah manis Tiara. “Ibu akan sangat sibuk sekali dalam beberapa bulan ke depan, Nak. Nanti kalau Ibu tidak sempat mengurusi rambutmu, kasihan kan rambutnya bisa rusak?” Ibu memberikan penjelasan kepada Tiara. “Tiara nggak mau kan kalau rambutnya jadi rusak?” tanya Ibu lagi. Tiara hanya menggeleng sambil tertunduk.

Tak lama, tibalah hari yang sangat tidak dinantikan oleh Tiara. Kalau biasanya ia sangat bersemangat ke salon menemani Ibu, kini, langkahnya terasa sangat berat. “Jangan khawatir, Nak. Nanti pasti rambutmu panjang lagi, kok,” tandas Ibu. Ketika sampai di salon langganan, Tiara duduk di bangku dan bersiap untuk berpisah dengan rambut indahnya.

Sepanjang proses potong rambut, Tiara memejamkan matanya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana hasilnya. Tak lama kemudian, Ibu memberi aba-aba kalau potong rambut telah selesai. Rambut Tiara kini pendek sebahu lengkap dengan poni menutupi dahinya. Ia terlihat manis dengan rambut barunya, tapi tetap saja senyum tak muncul dari bibirnya.

Senyum tetap tak nampak sampai esok hari ketika ia berangkat sekolah. Ibunya sedikit merasa bersalah karena harus memaksa putri kecilnya memotong rambut indahnya. Tapi, menurutnya ini untuk kebaikan Tiara.

“Tiara, kamu potong rambut?!” tanya Mila. Namun, Tiara tak menjawab. Ia langsung duduk dan membuka buku yang sebenarnya tak ingin ia baca. “Bagus, kok. Coba, deh, pakai ini,” Mila menyodorkan pita pink miliknya. Tiara pun memakai pita milik Mila di rambutnya. Kemudian, Mila mengacungkan dua jempolnya. “Buat kamu, aja, aku punya dua, kok,” tegas Mila ketika Tiara hendak mengembalikan pitanya. Senyum Tiara mulai terlihat, dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih pada Mila.

Ketika sampai rumah, keriangan Tiara kembali muncul. “Wah, anak Ibu sudah lincah lagi, nih,” ujar Ibu. “Hehe, iya dong, Bu. Kata teman-teman, rambut baruku cocok untukku, Mila juga memberikan pita ini untukku,” ucap Tiara senang. (Nindy/Novi/Foto: Istimewa)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *