Sudah sebulan Lina pindah ke sekolahnya yang baru. Lina dengan mudah mendapat teman karena sifatnya yang periang. Dalam waktu singkat, teman-teman baru di kelas Lina menceritakan hal-hal menarik di sekolah baru. Salah satunya adalah tentang Teresa, teman sekelasnya.

Dari Heni teman sebangkunya, Lina tahu kalau Teresa punya rahasia. “Rahasia apa?” tanya Lina. “Dalam seminggu, pasti ada sehari dia tidak masuk. Hari ini dia juga nggak masuk, kan?”jawab Heni. “Iya, katanya sakit. Bagaimana kalau kita jenguk dia?” kata Lina. “Aku takut, rumahnya besar,” gumam Heni. “Ajak yang lain saja!” kata Lina mendapat ide. “Oh ya benar!” kata Heni bersemangat.

Maka Lina, Heni, dan 5 teman sekelas mereka, pergi menjenguk Teresa. Rumah Teresa memang besar, dan jendelanya banyak. Lina memperhatikan sebuah jendela dan melihat sebuah pergerakan di tirainya. Itu Teresa. Heni melambai padanya. Tapi Teresa segera menutup tirai jendela. “Aduh, kalian semua datang, terima kasih,” sebuah suara terdengar dari arah teras, dan Teresa muncul.

“Teresa! Senang melihat kau sudah sembuh!” seru Heni dan teman-teman sekelas lain. Lina bingung. Kenapa Teresa bisa ada di teras? Bukannya dia ada di jendela lantai 2 yang dilihatnya tadi? Akhirnya, kunjungan Lina dan teman-teman selesai, sebelum pulang, Lina bertanya pada Teresa. “Teresa, kamu punya kembaran, ya?” tanya Lina. Wajah Teresa langsung pucat pasi ketakutan. “Kamu… bisa lihat? Besok kita bicara berdua, ya…” bisik Teresa.

Keesokan harinya di sekolah, Lina mendengar Teresa menceritakan rahasianya yang menyeramkan. Teresa memang punya saudara kembar, tapi sayang sekali saudara kembarnya sudah meninggal waktu dia masih bayi karena sakit. “Lina pasti  pernah dengar kalau anak kembar punya ikatan batin, kan? Kurasa adik kembarku tidak mau sendirian…dia mau aku ikut dengannya. Aku mulai sakit-sakitan sekarang,” jelas Teresa dengan tatapan kosong. Tapi di dalam hati, Lina yakin adik kembar Teresa baik. “Kapan kau mulai melihat dia?” tanya Lina. “Kira-kira setahun yang lalu, di perkebunan karet sekolah. Aku suka pergi ke sana, menggambar atau membaca sambil makan,” jawab Teresa.

Lina yakin jawaban dari rahasia Teresa ada di kebun karet itu. Lina dan Teresa pergi ke perkebunan karet dekat sekolah ditemani oleh Pak Eko, penjaga kebun itu. “Jangan merusak pohon dan buang sampah sembarangan ya Non, nanti ada yang mengikuti, lho,” pesan Pak Eko. ”Wah! Ada bungkus makanan!” seru Lina. “Oh ini bungkus makananku! Aku lupa membuangnya!” kata Teresa. “Nah, ayo dibuang, pasti yang ikut hilang nanti,” kata Pak Eko tersenyum penuh arti.

Teresa membuang bungkus makanan yang sudah berusia setahun itu. Setelah itu, dia jadi sehat dan tidak pernah mengalami gangguan aneh lagi. Pak Eko bilang, yang dilihat Lina dan membuat Teresa sakit itu makhluk penjaga yang menyamar jadi saudara kembar Teresa. “Apapun itu, yang penting aku harus menjaga kebersihan,” kata Teresa sambil tersenyum. “Kau benar!” kata Lina dan Heni.

 

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *