Usianya memang baru 15 tahun, Kids. Tapi, jangan tanya tentang pemikiran dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Sangat jauh ke depan! Apa, ya, yang membuatnya sudah peduli lingkungan sejak kecil?

Ya, dia adalah Rafa Jafar yang akrab disapa dengan panggilan RJ. Memiliki nama lengkap Muhammad Rafa Ibnusina, pria kelahiran Jakarta, 7 Februari 2003 ini sudah peduli dengan lingkungan, sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Tepatnya saat kelas 5 SD dimana kala itu ia mendapat tugas untuk membuat sebuah karya tulis tentang dampak penggunaan gadget secara berlebihan.

Kala itu, RJ penasaran terhadap gadget yang sering ia dan teman-temannya gunakan sehari-hari. Cowok yang hobi basket, sepakbola, tenis meja, renang, kerja sosial, bermain musik, dan teknologi ini penasaran bagaimana nasib gadget-gadget tersebut apabila sudah menjadi sampah alias tidak digunakan lagi?

Sampah Elektronik

Barang-barang elektronik seperti baterai, gadget, komputer, laptop, kipas angin, kulkas, dan peralatan elektronik lainnya, jika sudah rusak dan dibuang, juga menjadi sampah, Kids. Namanya sampah elektronik atau bahasa kerennya e-waste. Dampak sampah elektronik tidak main-main, lho! Sangat berbahaya bagi kesehatan, baik untuk lingkungan maupun makhluk hidup lainnya.

Terbitkan Buku

Kepedulian RJ terhadap lingkungan sangat luar biasa, Kids. Sudah dua buku tentang sampah elektronik, ia tulis. Buku pertama berjudul “E-waste (Sampah Elektronik)” terbit pada Februari 2015 dan buku kedua berjudul “Sampah Baterai” terbit Juni 2018. Lalu, kapan buku ketiga? “Ya, lihat saja nanti. Buku ketiga ini harusnya jadi seri. Nanti ada sampah apa, sampah apa, lihat saja nanti,” ujar Pria yang saat ini sudah duduk di kelas X SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah.

Menjadi Pembicara

Tak hanya menulis buku, RJ yang bercita-cita menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Diplomat Termuda Indonesia ini juga sering diundang menjadi pembicara untuk kepeduliannya terhadap lingkungan hidup. Tak hanya di dalam negeri, tapi juga hingga ke luar negeri.

Dengan dukungan sang Bunda, Farahdibha Tenrilemba, RJ juga melakukan aksi nyata dengan menaruh drop box tempat khusus sampah elektronik di berbagai tempat. Sampah-sampah itu lalu dikirim ke perusahaan yang bisa mendaur ulangnya.

“Jangan buang sampah elektronik di tempat sampah biasa. Charger, baterai atau sampah elektronik lainnya, taruh di sini (drop box e-waste). Paling berbahaya adalah baterai, racun merkuri-nya sangat berbahaya,” seru pengidola Justin Trudeau (Perdana Menteri Termuda dari Kanada).

(Foto: Novi)

 

You may also like
Latest Posts from

1 Comment

  1. Wow, keren banget. Masih sangat muda, tapi pemikirannya luar biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *