Seorang ilmuan perkeretaapian mendapatkan gelar profesor, ia bernama Bernad Aplix dari Planet Xena. Prof. Bernad Aplix sanggup membuat kereta meluncur cepat seperti peluru. (A train scientist received professorship. His name is Bernad Aplix from Planet Xena. Professor Bernad Aplix is able to construct a train that travels as fast as a speeding bullet.)

Kereta peluru yang dibuat oleh Prof. Bernad berbentuk seperti Shinkansen yang dimiliki negara Jepang. Gelar Profesor Bernad diragukan karena ia dianggap menjiplak teknologi yang dimiliki negara Jepang di planet Bumi. “Semua orang tidak percaya dengan teknologi Quantum Shinkansen-ku, akan kutunjukan bahwa teknologiku tidak menjiplak dan aku berhak dengan gelar profesor-ku,” ujar Bernad geram. (The bullet train created by Prof. Bernad is shaped like the Shinkansen that is owned by Japan. Bernad’s Professorship is doubted because he is considered copying the technology from the country of Japan in planet Earth. “No one believed by Quantum Shinkansen technology, and I will show them that my technology isn’t a copy and I deserve my professorship,” says Bernad furiously.)

Bernad mempersiapkan Quantum Shinkansen ciptaannya. Kereta peluru yang hanya terdiri dari satu gerbong itu berwarna merah menyala. Sebelum melakukan perjalanan dengan Quantum Shinkansen miliknya, Bernad telah membuat empat Quartan wilayah galaksi yang akan ditujunya. (Bernad prepares his Quantum Shinkansen. The bullet train that only consists of one carriage is colored bright red. Before traveling with his Quantum Shinkansen, Bernad has built four Quartan of the galaxy he is heading.)

Quartan pertama adalah Galaksi Bima Sakti di mana Bumi berada. Bernad mendarat di Stasiun Tokyo, Jepang. “Ohh.. Shinkansen baru!” teriak warga Tokyo. Bernad melanjutkan perjalanannya ke Quartan ke-dua yaitu Galaksi Andromeda, lalu ke Quartan ke-tiga di Galaksi Dolar Perak, dan Quartan ke-empat di Galaksi Pusaran Air. Tidak lupa Bernad selalu mendokumentasikan perjalanannya. (The first Quartan is the Milky Way galaxy where Earth is. Bernad lands in Tokyo, Japan. “Ohh… a new Shinkansen!” cheer the Tokyo citizens. Bernad continues his travel to the second Quartan in the Andromeda galaxy, then to the third Quartan in the Silver Dollar Galaxy, and the fourth Quartan in the Whirlpool galaxy. Bernad continuously documents his journey.)

Dan sampailah Bernad kembali ke Planet Xena, dua hari setelah perjalanannya. Perdebatan sengit terjadi dalam pengujian penemuan Bernad. “Tidak mungkin sebuah Shinkansen dapat menjelajah empat galaksi dalam waktu dua hari saja!” ujar seorang profesor fisika ternama di Planet Xena. (And Bernad finally arrives back in Planet Xena, two days after his trip. Stirring debates occur over the findings Bernad took. “There is no way a Sinkansen can travel to four galaxies in just two days!” says a renowned physics professor in Planet Xena.)

Bernad pun bingung harus menggunakan bukti apa lagi untuk meyakinkan para penguji. Tiba-tiba, “Baaak… jeduk…aww,” terdengar suara gaduh di salah satu sisi Quantum Shinkansen. Bernad pun bergegas mencari sumber suara itu. “Siapa kalian?” teriak Bernad. “Aku, Mayosi warga Tokyo. Aku menyelinap ke dalam keretamu karena kagum dengan kereta yang kau miliki,” ujar manusia Bumi. “Qujixx, Hubiliqx oksi Andromeda,” ujar manusia dari Galaksi Andromeda. Manusia ke-tiga dari Galaksi Dolar Perak dan manusia ke-empat dari Galaksi Pusaran Air, juga memperkenalkan diri pada Bernad. (Bernad is confused thinking of what else to give as proof to convince the adjudicators. Suddenly, “Baaak… jeduk…aww,” loud noises are heard at one side of the Quantum Shinkansen. Bernad rushes to search the source of the noise. “Who are you?” Bernad shouts. “I am Mayosi, citizen of Tokyo. I sneak into your train because I am amazed by this train you have,” says the Earthling. “Qujixx, Hubiliqx oksi Andromeda,” says the person from the Andromeda galaxy. The third person from the Silver Dollar galaxy and the fourth from the Whirlpool galaxy also introduce themselves to Bernad.)

“Ahh.. kalian telah masuk ke Quantum Shinkansen-ku tanpa ijin. Kalian harus dihukum!” ujar Bernad. “Kalian harus menjadi bukti teknologi Quantum Shinkansen-ku pada pengujian esok. Kalau teknologiku bisa diakui, maka kalian akan ku kembalikan ke galaksi kalian masing-masing,” ujar Bernad. (“Ahh.. you have boarded my Quantum Shinkansen without my permission. You must be punished!” says Bernad. “You have to be the proof of my Quantum Shinkansen technology on the trial tomorrow. If my technology is acknowledged, then I will return all of you to your galaxies,” Bernad adds.)

Pengujian teknologi Bernad akhirnya diakui oleh semua profesor yang ada di Planet Xena. Bernad pun berhak menyandang gelar profesor perkeretaapian Planet Xena.(Bernad’s trial of technology is finally acknowledged by all of the professors in Planet Xena. Bernad then has the right to obtain the professorship for trains in Planet Xena.)

(Teks: Just For Kids/ Ilustrasi: Just For Kids/ Translator: Yos)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *