“Busa apa yang bisa dimakan?” tanya Rika. “Mana ada busa bisa dimakan, yang ada bisa keracunan! Tebakan kamu aneh!” seru Rendy tertawa.

Rika senyum-senyum sendiri. Dalam hati, ia akan buktikan bahwa tebakannya tidak aneh.

Sore hari Rika pergi ke rumah Mas Wisnu. Mas Wisnu adalah pemilik Wisnu Catering. “Mbak Rika tertarik membuat busa?” tanya Mas Wisnu. Rika mengangguk dan serius memperhatikan  Mas Wisnu yang sedang mengocok putih telur.

“Menakjubkan, cairan putih telur ini mengembang seperti busa sabun. Kalau bukan orang yang biasa membuat kue, pasti akan mengira ini adalah busa sabun,” ucap Rika.

Esok harinya sepulang sekolah, Rika mampir berbelanja bahan kue di toko dekat rumahnya.

Usai berganti pakaian dan makan siang, Rika memulai aksinya membuat kue dibantu Kak Ipey, asisten rumah tangga.

“Akhirnya selesai juga puding busaku,” ucap Rika senang karena ia akan membuktikan tebak-tebakannya pada Rendy.

Sore harinya Rika menjumpai Rendy di arena futsal. “Rendy, ini jawaban dari tebak-tebakanku!” teriak Rika memanggil Rendy.

“Mana buktinya kalau busa itu bisa dimakan? Aku tidak mau keracunan karena eksperimen konyolmu!” seru Rendy sedikit meremehkan Rika.

Rika pun membuka satu tube kecil puding busa yang ia buat, menyendok dan memakannya.

“Rika, busa itu kamu buat puding? Lalu kenapa kamu tidak keracunan?” tanya Rendy heran.

“Hahaha… busa yang ku buat ini bukan dari sabun, melainkan dari putih telur yang dikocok dengan kecepatan tinggi bersama gula putih, jadi bisa dimakan,” jawab Rika tertawa riang karena berhasil membuat Rendy menyerah menjawab teka-teki itu.

Rendy, Rika, dan teman-teman lainnya yang bermain futsal, mencicipi puding busa buatan Rika bersama-sama sambil tertawa mengingat teka-teki itu.

 

Cerita: JFK     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *