Program Beauty For A Better Life, Upaya L’oréal Indonesia Memberdayakan Perempuan Melalui Pelatihan Kecantikan

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2014 lalu, program Beauty For a Better Life (BFBL) yang dicanangkan oleh Loreal Indonesia telah mengedukasi sekitar 1.852 peserta. Di mana 75 persen di antara lulusannya, berhasil memiliki pekerjaan di bidang tata rambut dan tata rias.

“Di L’Oréal, kami memiliki tujuan bersama untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia. Hal inilah yang terus menjadi pengingat kami bahwa apapun yang kami lakukan harus memberikan dampak yang berarti. Oleh karena itu, kami ingin memberikan keahlian dan keterampilan kami kepada komunitas dan memberdayakan wanita untuk memiliki kehidupan yang lebih baik – semangat inilah yang kami bawa dalam nama program ini, Beauty For a Better Life,” ucap Umesh Phadke, President Director of L’Oréal Indonesia dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

Umesh Phadke, President Director of L’Oréal Indonesia

Implementasi program BFBL sendiri berdasar pada keyakinan bahwa kecantikan dapat membantu mereka yang rentan dan tengah bergelut dalam keadaaan yang sulit, menjadikan mereka merasa dan hidup lebih baik. Program ini menyediakan pelatihan gratis tata rambut dan tata rias profesional yang berkualitas tinggi. “Program ini memberikan keahlian dalam bidang kecantikan kepada wanita dari latar belakang kurang beruntung yang kemudian dapat memampukan mereka untuk menggunakan keahlian tersebut dan menjalankan bisnis mereka sendiri,” lanjutnya.

Seperti yang dialami oleh salah satu beauty survivors, Maemunah, alumni BFBL dari Cianjur. Ia mengaku sangat terbantu dengan program ini. Mae adalah ibu dari dua orang anak. Terinpirasi dari teman yang berhasil membuka salon sendiri, Mae yang tidak memiliki bekal apapun di dunia tata rambut memberanikan diri untuk mengikuti program BFBL. Usaha suaminya yang gulung tikar dan upahnya sebagai buruh pabrik, tak mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya. Perjuangannya membuahkan hasil. Sebelum lulus dari program ini pun Mae sudah mendapatkan banyak tawaran pekerjaan. Sekarang Mae bekerja sebagai penata rambut panggilan. Ia menggunakan digital platform untuk memasarkan jasanya di masa pandemi ini.

(kiri – bawah) Nani Zulminarni (Pendiri & Direktur Yayasan PEKKA), Melanie Masriel (Communications, Public Affairs and Sustainability Director, L’Oréal Indonesia), Ni Made Srikamayani (Bali, Partner: PEKKA, Angkatan 6, 2020), Maemunah (Cianjur, Partner: PEKKA, Angkatan 14, 2019) dan Ni Made Novita Wedayanti (Lombok, Trainer Under L’Oréal)

Ni Made Novita Wedayanti, Trainer BFBL dari Lombok, juga adalah contoh wanita yang berhasil mengatasi tantangan hidup melalui dunia kecantikan. Ditinggalkan suami, dan menjadi orang tua tunggal, tidak mematahkan semangat Ita. Sejak dulu, ia sudah memiliki ketertarikan di dunia tata rambut, dan semangat tersebutlah yang membawanya tekun berjuang hingga akhirnya sekarang memiliki usaha salon sendiri untuk menghidupi keluarganya.

Tak hanya berbisnis, ia juga punya semangat tinggi untuk mengajar keterampilan tata rambut, terutama untuk wanita yang kurang mampu secara finansial. Semangat itu mengantarkan ia bergabung dengan BFBL sebagai salah satu trainer di wilayah Bali. Di masa pandemi ini, Ita mencari cara lain agar ilmu tetap tersampaikan kepada para muridnya. Sebagai pelatih, ia membagikan teori dan mengajar secara online melalui whatsapp. Ia berharap, ke depannya, lebih banyak lagi murid BFBL yang melanjutkan bekerja di dunia tata rambut, agar ilmu yang sudah ia sampaikan dapat bermanfaat.

Program BFBL L’Oréal Indonesia ini sudah diselenggarakan sejak 6 tahun lalu bekerja sama dengan mitra NGO yakni Yayasan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan CSR Jababeka. Program ini ditujukan untuk mengedukasi perempuan Indonesia yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang layak, ataupun yang hidup dalam situasi yang sulit untuk mendapatkan sertifikasi yang diakui di bidang kecantikan. Program ini bertujuan memberikan kesempatan kerja bagi para lulusannya, sehingga modul pelatihan program ini pun dirancang untuk beradaptasi dengan budaya dan kecantikan lokal.

Berbicara dalam acara media tersebut, Ibu Agustina Erni, Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, menyatakan program ini merupakan kegiatan penting untuk masyarakat, terutama di masa pandemi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada L’Oréal atas usahanya dalam memberikan program pembekalan di bilang kecantikan. Saya berharap L’Oréal terus berkomitmen dalam memberikan ide-ide inovatif dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama mendukung pembangunan bangsa Indonesia, terutama pemberdayaan perempuan,” imbuhnya.

Ya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) separuh dari penduduk Indonesia merupakan perempuan, dan 50% dari perempuan tersebut berada di usia produktif. Perempuan memiliki potensi tinggi untuk berperan dalam kemajuan ekonomi. Sebagai contoh, 50% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun 2014-2018 dimiliki perempuan. Sangat disayangkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan hanyalah 51,5%.

Bekerja sama dengan lembaga survei independen JAKPAT dalam sebuah survei sosial, Loreal Indonesia mencatat: 89% mengakui program BFBL berkontribusi dalam peningkatan taraf kehidupannya; 86% mendapatkan keterampilan baru; 87% mendapatkan pengalaman baru dan kursus yang memuaskan; 71% telah mampu menabung dari penghasilannya; dan 99% dari responden akan merekomendasikan program ini ke kerabat dan keluarga mereka.

“Kami berkomitmen untuk secara signifikan meningkatkan peran dan dampak positif kami dengan membuka lebih banyak pusat pelatihan di masa depan, untuk membantu melahirkan lebih banyak lagi beauty survivors yang menginspirasi perempuan Indonesia untuk terus maju, menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna,” tutup Melanie Masriel, Communications, Public Affairs and Sustainability Director, L’Oréal Indonesia.

Program L’Oréal Beauty For a Better Life sekarang mengoperasikan 7 pusat pelatihan di Indonesia, berlokasi di Cianjur, Jababeka, Jakarta, Lombok, Tangerang, Bali dan Pemalang. Hingga saat ini, program Beauty For a Better Life telah melatih 1.852 partisipan, yang hingga Desember 2019, 75% lulusan program telah sukses membangun karir mereka di bidang tata rias dan tata rambut, seperti bekerja di salon, membuka salon sendiri, atau menjadi MUA (ahli tata rias) panggilan ke rumah.

Foto: Ist

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *