Pola Makan di Bulan Puasa, Pilih Sesat atau Sehat?

Ramadan tak lama lagi. Saat itu, seluruh umat Islam di dunia akan menjalankan ibadah puasa. Nah, bagi kalian yang berpuasa, waspada jangan sampai overeating, ya?

Overeating, adalah makan dengan porsi berlebihan dan dalam waktu yang cepat. Kalian pasti sering menemukan, atau bahkan mengalami sendiri? Saat berbuka puasa, maunya melahap makanan enak apa saja, terus makan-nya cepat-cepat, kayak diburu-buru, saking lapar-nya.  Lantas, jangan heran, deh. Banyak orang yang alami kenaikan berat badan, justru di bulan puasa. Duh, padahal kan kita puasa seharian, makan yang biasanya 3 kali, jadi berkurang menjadi 2 kali. Kok, berat badan bisa naik, ya?

Penyerapan Lebih Baik

Tentu bisa! Tahukah kamu, ternyata, menurut dr. Maria Charlotte, BmedSci, ahli kesehatan dan nutrisi dari ID Beauty Clinic Jakarta, saat berpuasa metabolisme tubuh menjadi baik karena tubuh mengalami proses detoksifikasi (proses pembersihan racun dari dalam tubuh). “Karena metabolisme tubuh baik, penyerapan nutrisi jadi lebih optimal. Artinya, nutrisi dari makanan yang kita makan, terserap lebih banyak,” ungkapnya saat ditemui Just For Kids pada acara peluncuran dua menu baru Warm Protein Bowls di SaladStop!, restoran makanan sehat yang terletak di Setiabudi One, Jakarta (11/04/19).

(kiri – kanan) Bapak Adhi Putra Tawakal, selaku Marketing Manager, SaladStop! Indonesia dan dr. Maria Charlotte, BMedSci. selaku ahli kesehatan dan nutrisi

Saat puasa, pantang banget untuk overeating. Bayangkan saja, saat puasa, apapun makanan yang kita makan akan diserap oleh tubuh. Tahu sendiri, kan? Di bulan puasa, orang suka ‘ngamuk’ saat makan. Saat sahur, makan banyak banget karena takut kelaparan pas di siang hingga sore. Eh, giliran berbuka puasa juga jadi ‘kalap’, segala makanan dilahap.

Baca juga: Warm Protein Bowls: Sajian Sehat yang Kaya Serat, Nutrisi dan Protein

Tak heran, banyak orang yang habis sahur justru jadi mengantuk, malas-malasan bahkan lemas akibat kebanyakan makan. “Apalagi kalau makan banyak karbohidrat, contohnya nasi putih,” ungkap dr. Cherry, demikian ia biasa disapa. Selain itu, risiko kenaikan berat badan pun tak terelakkan lagi.

Sesat vs Sehat

“Pada saat puasa, apapun yang kita makan diserap lebih baik oleh tubuh. Oleh karena itu, sebagai pemilik tubuh, kita yang harus pegang kendali. Mau dibawa kemana badan kita, mau yang sesat atau sehat?” katanya.

Sesat di sini dalam artian, kita bebas mengasup makanan apa saja, termasuk yang tak bergizi, dengan segala risikonya terhadap bentuk tubuh dan kulit, alias berat badan naik dan kulit menjadi kusam.

“Tapi, kalau mau sehat, ya kita harus membekali tubuh dengan makanan yang lebih baik dan bergizi, sehingga akan mendapatkan keuntungan seperti kulit cerah, glowing (bersinar), bebas jerawat,  terhindar dari eksim, menjaga bentuk tubuh, dan banyak lagi,” pungkasnya.

Tips Cegah Overeating

Contoh menu sehat yang cocok diasup saat bulan puasa, Sabai Sabai dan Kokoro dari SaladStop!

Dr. Cherry menyarankan, agar tidak terjadi overeating, kita harus selektif memilih makanan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Ia berbagi tips untuk menghindari overeating saat puasa.

“Lakukan komitmen pada diri sendiri, untuk mengasup makanan sehat dan tidak makan berlebihan. Lalu, perbanyak serat dalam makanan, misalnya sayur-sayuran dan buah. Serat membuat kita kenyang lebih lama sehingga mencegah kita untuk makan berlebihan,” sarannya sambil menyebutkan menu Sabai-sabai dan Kokoro dari Warm Protein Bowls di SaladStop! sebagai contoh makanan sehat untuk berbuka puasa.

Selain selektif memilih makanan, ia juga menyarankan untuk cukup minum saat puasa. ‘Rumusnya 2+4+2. Yakni saat berbuka puasa, minum 2 gelas. Saat makan malam sampai menjelang tidur,  4 gelas, dan minum 2 gelas lagi saat sahur. Itu minimal, ya. Jadi totalnya 8 gelas sehari,” tutupnya. (Ilustrasi: Novi Chrisna, Foto: Istimewa)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *