Arus informasi makin mudah dan cepat berkat kemajuan teknologi. Selain tulisan, masyarakat kini bisa menikmati konten dengan berbagai bentuk mulai dari foto, video, dan podcast, yakni berkas digital berupa suara (audio) non-streaming yang pendengarnya diharuskan untuk mengunduh terlebih dahulu untuk bisa mendengarkan audio tersebut.

Media dakwah pun terkena imbasnya. Dakwah yang dulu hanya dapat dilakukan dengan bertatap muka, kini berevolusi dalam bentuk -bentuk konten yang lebih familiar dan mengikuti pola konsumsi masyarakat.

Mengikuti perkembangan tersebut, Aplikasi Muslim umma meluncurkan fitur terbaru dalam bentuk audio podcast yaitu uVoice. Fitur tersebut menjadi wadah bagi para pendakwah dan kreator konten untuk tetap bisa menebar kebaikan di tengah pandemi yang mempunyai keterbatasan bertatap muka. Uniknya, uVoice menghadirkan berbagai kreator konten dengan background dan kategori yang beragam, mulai dari ustaz dan ustazah, motivator inspiratif, komunitas muslim, organisasi masjid, hingga para influencer media sosial ke dalam lingkup ekosistem muslim.

Dua kreator konten dari Bandung yakni Founder Prouductive School Choqi Isyraqi dan Founder Manusia Cahaya dan Public Speaker Ryan Rama misalnya. Mereka justru memulai konten untuk uVoice dengan pembahasan seputar kehidupan sehari-hari dan edukasi. Choqi memulai kontennya dengan pembahasan santai seputar permasalahan hidup sehari-hari yang banyak dialami anak-anak muda melalui program podcast ‘Benerin Hidup’. Sedangkan Ryan Rama tertarik membuat konten podcast di umma karena berkomitmen ingin menghadirkan konten edukasi yang dapat memancing orang ikut menyebarkan kebaikan.

Melalui program ‘Bisik’ atau Bincang Asik, Ryan membuat konten bermanfaat, bukan sekadar receh. Choqi dan Ryan Rama menyambut baik kehadiran uVoice di aplikasi umma. Choqi yang juga seorang podcaster itu mengatakan, cara berdakwah harus mengikuti perkembangan teknologi agar tak ketinggalan zaman. Terlebih lagi, kata dia, bila hal tersebut bertujuan ke arah kebaikan.

“Dulu orang bilang apa sih podcast itu, tapi sekarang justru digandrungi karena sesuai dengan kebutuhan. Alhamdulillah perubahan zaman, ini membuat perubahan buat kebaikan juga,” ucap pria yang akrab disapa Kang Choqi ini.

Kang Choqi mengatakan, uVoice, merupakan terobosan baru. Karena siapapun dan di manapun kini bisa mendengarkan dakwah melalui aplikasi ini. “Ini terobosan baru, istilahnya umma itu one stop solution nyari ilmu. Dan sekarang merambah segmen baru, sambil nunggu bisa sambil dengerin (dakwah). Bagi pendakwah uVoice bisa membuka jalan dakwah,” katanya.

Senada dengan Kang Choqi, Ryan Rama mengatakan, saat ini berdakwah tidak hanya dilakukan secara tatap muka saja. Banyak platform digital yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya uVoice di aplikasi umma. “Masya Allah ini luar biasa sekali. Kita harus upgrade diri biar bisa update dunia,” kata Kang Ryan sapaan akrabnya. Menurut Kang Ryan, uVoice bisa memudahkan pengguna umma untuk menambah ilmu agama. Meski memiliki kegiatan lainnya, para pengguna umma tetap bisa mendengarkan dakwah.

“Kalau TV kan kita harus nonton dan dengerin. Nah kalau uVoice ini fokusnya cuma dengerin saja, mau sambil nyetir, sambil ngerjain kegiatan lain bisa. Ini keunggulan dari uVoice, imajinasi nyampe. keunggulan auditori bisa dinikmati kapan saja,” tandasnya.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *