Platypus adalah fauna (hewan) khas Australia bagian Timur. Tepatnya di daerah Tasmania, New South Wales, Queensland dan Victoria. Platypus menjadi binatang kebanggaan Australia sehingga teman-teman bisa melihatnya di uang koin 20 sen Australia.

Fauna ini tergolong hewan semi akuatik, hidup di darat tetapi sebagian besar aktivitasnya berada dalam air. Platypus bisa berada dalam air selama 1,5 menit  untuk mencari makanannya seperti cacing, larva serangga, dan udang-udang karang. Ketika berada di dalam air, binatang ini akan menggunakan selaput kakinya untuk berenang. Karena penglihatannya yang lemah ketika berada di dalam air, Platypus dibantu oleh alat sensor berupa paruh bebek untuk mencari makan.

Mamalia, Melata, dan Unggas
Saat kita melihat bentuk fisik Platypus, akan terlihat jelas perpaduan 3 jenis hewan dalam satu tubuh binatang ini. Bulunya yang berwarna cokelat dan panjang-panjang seperti bulu berang-berang (mamalia). Mulutnya yang menyerupai mulut bebek serta telapak kakinya yang berselaput, seperti hewan unggas. Dan satu lagi keunikan lainnya yang dimiliki Platypus adalah, hewan ini memiliki bisa (racun) yang akan digunakan untuk mempertahankan diri. Layaknya seperti ular atau hewan melata.

Bertelur
Hewan bernama latin Ornithorhynchus sanguinus ini berkembang biak dengan cara bertelur seperti halnya reptil (hewan melata) dan unggas. Telur akan menetas selama 10 hari. Bayi-bayi Platypus akan langsung melekat pada tubuh induknya karena terlahir tidak memiliki bulu dan dalam kondisi mata belum terbuka. Bayi-bayi Platypus langsung menyusu pada kulit abdominal induknya hingga 17 minggu.

Saat dewasa, Platypus memiliki bobot 1-2 kg dengan panjang 30-40 cm dan panjang ekor 10-15 cm. Platypus jantan memiliki bobot dan panjang tiga kali lebih besar dari betinanya. Lucu bukan?

 

Teks: JFK      Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *