“Sebentar lagi Tahun Baru!” kata Nita pada kedua sahabatnya, Bea dan Eki. “Oh iya, kita buat pesta, yuk! Bagaimana kalau pestanya di rumahku saja?” tanya Bea. “Setuju!” jawab Eki. “Aku juga! Kita bisa memasak makanan sendiri, atau pesan! Kalau mau membunyikan terompet juga tidak ada yang terganggu!” kata Nita.

Tiga sahabat itu sepakat membuat pesta Tahun Baru di rumah Bea yang besar. Mereka juga mau mengundang teman-teman sekelas mereka. “Siapa yang mau ikut pesta Tahun Baru di rumahku? Akan ada perlombaan seru!” tanya Bea dengan suara lantang keesokan harinya di sekolah. Hari itu adalah hari terakhir masuk sekolah sebelum liburan panjang. “Aku mau!” seru seorang teman sekelas mereka. Lalu teman-teman mereka yang lain berseru akan hadir. Kebanyakan yang tidak bisa datang adalah yang akan pergi berlibur dengan keluarga mereka. “Asyiik! Banyak yang bisa datang!” seru Nita, Bea, dan Eki gembira.

Beberapa hari kemudian, Nita, Bea, dan Eki sibuk mempersiapkan semua keperluan pesta. Mulanya mereka bingung mau mengadakan pesta di dalam rumah atau di luar rumah Bea. “Kebun di rumah Bea kan luas, yuk, kita buat pesta di sana saja!” usul Nita. “Aku juga mau mengusulkan itu,” kata Eki. “Aku setuju! Ayo, buat pesta kebun!” kata Bea bersemangat. Mereka menghias kebun Bea dengan indah. Ketika sudah jadi, Bea memposting foto itu di akun media sosial miliknya. Komentar teman-teman sekelas membuat Nita, Bea, dan Eki bahagia.

Hari terakhir sebelum Tahun Baru akhirnya tiba. Teman-teman sekelas Bea mulai datang. Nita dan Eki menginap di rumah Bea untuk membantu memasak dan memesan makanan. Tapi sesaat sebelum pesta dimulai, sesuatu terjadi. Tiba-tiba hujan turun dengan deras. “Pesta kita rusak!” seru Bea kesal. Nita dan Eki hanya bisa terduduk lemas, mereka sedih memikirkan teman-teman yang sudah datang. Papa dan Mama Bea menyelamatkan suasana. “Kalian masih bisa melakukan sesuatu. Bagaimana kalau kalian duduk bersama? Kalian boleh sambil makan. Lalu, ambil gadget kalian dan pikirkan kebahagiaan apa saja yang sudah kalian dapat di tahun lalu. Ayo bersyukur, banyak orang di luar sana yang berkumpul bersama saja tidak bisa!” kata mereka pada Bea, Nita, Eki, dan teman-teman sekelas.

Wajah Bea  perlahan berubah cerah. “Aku dapat ide! Namanya resolusi tahun baru! Masing-masing dari kita akan menulis apa yang ingin dicapai tahun depan, lalu kekurangan apa dari kita yang harus diperbaiki, lalu membacakannya,” kata Bea. “Ide bagus, Bea!” seru Nita. “Lalu, kita akhiri dengan doa bersama!” tambah Eki. Teman-teman mereka bertepuk tangan antusias.

Nita, Bea, Eki, dan teman-teman mereka yang hadir, duduk bersama di ruang keluarga yang luas. Masing-masing membacakan harapan dan janji akan berubah lebih baik di tahun depan. “Ini seperti pertemuan penting!” bisik Eki. “Aku pikir ini lebih berarti daripada pesta,” kata Nita. “Kita harus berterima kasih pada hujan!” ucap Bea terkekeh geli.

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni        Ilustrasi: Agung

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *