Pandemi Covid-19 telah meninggalkan jejak yang sulit dihapus. Terutama bagi mereka yang harus dipisahkan dari orang terkasih yang nyawanya direnggut paksa oleh virus korona, di antaranya para tenaga medis.

Ya, saat tenaga kesehatan berjuang untuk melawan pandemi ini, mereka juga mempertaruhkan nyawanya. Gugus Tugas telah mengumumkan bahwa terdapat puluhan tenaga kesehatan yang meninggal karena berhubungan dengan virus korona.

Drg. Amutavia Pancasari Artsianti Putri, Sp.Ort, adalah salah satu di antara mereka. Dikisahkan Basra Ahmad Amru, sang anak, ibunya masih bertugas menangani pasien di RSUD Jati Sampurna Bekasi selama pandemi berlangsung. “Gejalanya hampir tidak terdeteksi, di sekitar bulan Maret, beliau terpapar virus tersebut dan meninggal dunia,” kenang Basra.

Mahasiswa kedokteran di Universitas UPN Veteran yang saat ini menjadi co-assistant di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, terinspirasi dengan sang ibunda. Untuk meneruskan dedikasi ibunya dalam menjaga kesehatan rakyat Indonesia, ia terjun menjadi relawan di tim komunikasi Gugus Tugas. Di sini, Basra bertugas mengedukasi publik tentang virus tersebut dan pencegahannya. Kepergian mendiang ibunya telah membulatkan tekadnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19.

Basra menginisiasikan kampanye #mudikonline di TikTok untuk mengajak orang-orang agar tetap di rumah selama Idul Fitri lalu. Hingga kini, Tagar tersebut sudah mendapatkan 312,7 juta tontonan dan mendapatkan dukungan dari beberapa pejabat negara, seperti Wakil Presiden H. Ma’ruf Amin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Menkopolhukam Mahfud MD.

“Pandemi Covid-19 merupakan ancaman bagi kita semua. Jadi tidak mungkin melawan pandemi ini tanpa peran dari semua pihak. Sebagai seseorang yang kehilangan ibu dalam perjuangan ini, saya meminta teman-teman semua untuk tetap waspada, dan menerapkan protokol kesehatan, termasuk mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak fisik, memakai masker, dan tetap tenang bahkan dalam keadaan normal baru,” ucap Basra memohon kepada masyarakat Indonesia.

Untuk menghormati jasa-jasa para garda terdepan Covid-19 yang gugur saat berjuang, TikTok bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, memberikan dukungan melalui beberapa inisiatif, termasuk bantuan donasi senilai Rp 100 miliar.

Basra dan keluarganya merupakan salah satu penerima donasi tersebut. “Kami mengapresiasi kontribusi TikTok kepada keluarga kami dan keluarga tenaga kesehatan lainnya yang telah kehilangan anggota keluarga tercintanya di garda depan,” katanya.

Selain donasi senilai Rp 100 miliar, TikTok Indonesia telah melakukan beberapa inisiatif, temasuk program untuk memberikan apresiasi pada tenaga kesehatan. Program bernama #PahlawanGardaDepan ini mendapatkan lebih dari 968.2 juta tontonan.

“Kami berharap dapat terus memainkan peran kami dan mendukung negara ini untuk bangkit dari perjuangan ini dengan lebih kuat dan lebih bersatu,” tutup Donny Eryastha, Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

(Ilustrasi foto: Freepik)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *