Pertolongan Pertama Pada Luka Tanpa Rasa Perih Ala Keluarga Hansaplast

“Huuuuu… pedih. Nggak mau diobatinnnn…!!” teriak Rino (5) saat Moms Silvia hendak mengobati putranya yang barusan terjatuh dan mendapatkan luka di lutut. Kondisi ini tak hanya dialami oleh Mom Silvia, banyak ibu-ibu lain mengalami hal serupa. Penanganan luka identik dengan rasa perih, ini yang membuat anak-anak semakin takut diobati. Hmm, lantas adakah solusinya?

Ya, luka dapat terjadi di mana dan kapan saja, termasuk di rumah. Bahkan, berdasarkan data, 36 persen luka terjadi di rumah. Dan ini bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak, Mama, Papa, Kakek, Nenek, dan sebagainya. Misalnya saja, luka tergores pisau saat Moms memasak atau luka bakar ringan saat tersentuh kuali yang panas, luka di lutut karena terjatuh saat anak bersepeda atau bermain kejar-kejaran, luka akibat cakaran kucing, dan banyak lagi luka lainnya.

Selalu Sediakan Kotak P3K

“Untuk bisa merawat luka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memiliki kotak Pertolongan Pertama dengan isi yang memadai di rumah. Selain itu, kita juga harus mengerti cara untuk merawat luka dengan tepat. Luka sekecil apa pun tidak boleh dianggap remeh dan harus dirawat dengan tepat untuk mencegah terjadinya infeksi,” ujar dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS, Dokter Spesialis Luka pada acara First Aid Day Live Talk di Instagram bertema “Pertolongan Pertama Pada Luka Ala Keluarga Hansaplast”, Sabtu, 12 September 2020.

First Aid Day Live Talk di Instagram menghadirkan Danar Gumilang (Host), dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS, Dokter Spesialis Luka, dan Influencer sekaligus Celebrity Mom, Tasya Kamila pada Sabtu, 12 September 2020

Diskusi yang digelar oleh Hansaplast dan didukung oleh Alodokter ini digelar untuk memperingati Hari pertolongan Pertama Sedunia yang jatuh setiap hari Sabtu kedua di bulan September. Tujuannya untuk mengkampanyekan pentingnya persiapan dan implementasi Pertolongan Pertama untuk mengurangi risiko cedera karena kecelakaan.

Seperti yang dikatakan oleh dr. Adi, perilaku hidup bersih dan sehat sudah digaungkan sejak zaman dulu, namun sayangnya masih banyak masyarakat yang tidak peduli atau menganggap remeh. “Apalagi di kondisi pandemi Covid-19 ini, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting. Mungkin banyak di antara kita yang belum pernah mengalami luka yang parah, misalnya sampai bolong gede, bahkan belatungan, nggak sembuh-sembuh. Jadinya, banyak yang sepele. Akhirnya saat terjadi luka, dirawat seadanya saja, dengan berpikir ‘toh nanti juga bakal sembuh sendiri,” terangnya prihatin.

Tentu saja ya, Moms, sebagai profesional medis, dr. Adi sering menangani kasus luka, mulai dari yang ringan hingga berat. Itulah mengapa ia mewanti-wanti agar setiap keluarga Indonesia paham cara menerapkan pertolongan pertama dan menangani luka secara benar, sebelum luka menjadi lebih parah dan susah ditangani.

Usulan isi Kotak Perlindungan Pertama yang sebaiknya selalu siap sedia di rumah atau saat bepergian keluar rumah

“Cara paling aman, ya jangan sampai terluka, untuk itu selalu waspada dan hati-hati dalam bertindak,” ujar dr. Adi tersenyum. Namun, untuk berjaga-jaga, ia menganjurkan agar setiap Moms di  manapun berada, untuk selalu siap siaga menyediakan kotak P3K di rumah. Menurut Alodokter, sesuai namanya, kotak Pertolongan Pertama ini ditujukan sebagai langkah antisipasi dini untuk menangani cedera atau luka secara cepat guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Membersihkan Luka Tanpa Perih

Letakkan kotak obat-obatan ini di tempat yang mudah digapai oleh orang dewasa, namun jauh dari jangkauan anak-anak. Pastikan pula kotak Pertolongan Pertama terkunci dengan aman dan berada di tempat yang sejuk dan kering.

Dilanjutkan oleh dr. Adi, saat terjadi luka, tahap pertama adalah membersihkan luka. “Saat terjadi luka, maka kulit rusak. Langkah awal itu, luka harus dibersihkan dari kotoran atau bakteri yang menempel, bisa dengan air mengalir atau cairan pembersih. Nah, jaringan di bawah kulit itu banyak ujung saraf-nya, dan ketika kena obat, akan sangat sensitif. Inilah yang sering jadi pengalaman traumatis anak-anak ketika akan diobati, mereka takut karena akan perih ketika kena luka-nya,” ucap dr. Adi.

Nah, Moms dan si kecil tak perlu khawatir lagi. Kini, ada cairan pembersih luka  Hansaplast Spray Antiseptik yang mengandung PHMB (Polyhexamethylene Biguanide), cairan antiseptik yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak bernoda dan tidak menyebabkan rasa perih.

Luka yang dibersihkan secara benar dan tepat akan mempercepat proses penyembuhan

“Sekarang sudah ada obat pembersih luka dengan standar medis, isinya PHMB. Berbeda dengan cairan pembersih luka yang sering digunakan, cairan pembersih luka yang mengandung PHMB tidak mengiritasi sehingga tidak menambah rasa perih dari luka yang ada. Sehingga pas banget digunakan oleh pasien-pasien yang ambang rangsang nyeri-nya rendah,”  katanya.

Alkohol Bukan Pembersih Luka

Terkait membersihkan luka, banyak orang yang menggunakan alkohol. Hal ini, sangat tidak dianjurkan oleh dr.Adi. “Alkohol tidak disarankan untuk membersihkan luka. Memang ia bisa membunuh bakteri, tapi juga jaringan di bawah kulit yang menjadi bakal jaringan kulit baru, bisa ikut rusak. Dan perlu diingat, alkohol itu bukan golongan antiseptik, tapi disinfektan, untuk benda-benda mati. Jadi, bukan untuk diaplikasikan ke luka. Syarat obat pembersih luka adalah yang aman, tidak mengiristasi dan tidak merusak jaringan kulit yang baru,” jelasnya panjang lebar.

Perihal ‘drama’ akibat si kecil yang takut diobati karena terluka ini, juga pernah dilami oleh Celebrity Mom, Tasya Kamila saat putranya yang berusia 1 tahun 4 bulan, Rasya, terluka. “Bisa nangis jejeritan. Tapi untungnya sekarang aku selalu sedia Hansaplast Spray Antiseptik di rumah, jadi nggak pakai perih. Apalagi suamiku, hobi gowes sepeda. Kalau dia sepedaan ke gunung terus jatuh, ngeri banget lukanya. Kebayang pedihnya pas dibersihkan. Tapi, dengan Hansaplast Spray Antiseptik yang gampang juga dibawa kemana-mana, nggak perlu khawatir lagi kalau mau bersihin luka karena nggak perih,” pungkas Mom Tasya.

Berikut tips dari Hansaplast saat Moms menangani luka:

  • Bersihkan luka #GakPakePerih menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik yang mengandung PHMB (Polyhexamethylene Biguanide), cairan antiseptik yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menyebabkan rasa perih.
  • Lindungi luka dari kotoran dan bakteri dengan Plester Hansplast
  • Saat luka sudah mulai mengering, bantu sembuhkan luka lebih cepat dan cegah bekas luka dengan salep luka Hansaplast.

Yang perlu diperhatikan, tetap tenang dalam melakukan pertolongan pertama bagi diri sendiri maupun orang lain. Dan, jangan ragu hubungi medis jika: luka sangat dalam atau terjadi banyak pendarahan, luka menunjukkan tanda infeksi atau bernanah, ada benda asing yang tertanam di kulit (misal kasus gigitan hewan atau manusia atau kontak dengan darah hewan).

“Kalau luka dibersihkan dan dirawat secara tepat, kemungkinan untuk meninggalkan bekas luka di kulit jauh lebih kecil,” tutup dr. Adi.

Foto: Ist

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *