Pagi yang cerah. Rusa berlari di sela-sela hutan sambil sesekali melompat. Tiba-tiba, ada seekor Harimau besar di depannya. Harimau itu terperangkap dalam jaring yang dipasang pemburu.

“Tolonglah aku, Rusa,” pinta Harimau. Rusa menggeleng, “Tali-tali jaring ini amat kuat. Hanya Tikus yang mampu menolongmu.” “Kalau begitu, tolong panggilkan Tikus,” ujar Harimau. “Itu pun tak mungkin kulakukan. Sebab kalau engkau sudah bebas, engkau tentu akan menerkamku,” jawab Rusa. “Aku tidak akan menerkammu, aku berjanji!” kata Harimau.

Rusa terdiam. “Sungguh, Rusa! Aku tidak akan menerkammu. Kasihanilah aku! Tolonglah, panggilkan Tikus,” ujar Harimau memelas.

Rusa iba melihat wajah Harimau yang tampak putus asa. “Baiklah,” katanya kemudian. Rusa lalu pergi. Tak lama kemudian, ia kembali bersama Tikus, sahabatnya. Tikus segera menggigit tali-tali jaring. Tidak lama, binatang pengerat itu berhasil memutuskan beberapa tali.

Tiba-tiba rasa takut kembali menyerang Rusa. “Bodoh benar aku, Harimau pasti akan melanggar janjinya. Begitu bebas, ia pasti menerkam dan memangsaku. Aku harus lari!” gumam Rusa.

Tanpa memberitahu Tikus dan Harimau, Rusa lari meninggalkan mereka.

Tiba di tempat yang dirasa aman, Rusa berhenti dan berbaring di bawah pohon. Lama berbaring, tiba-tiba berkelebat sesosok bayangan. Harimau! Rusa tak sempat lagi menyelamatkan diri.

“Aku mencarimu,” ujar Harimau. “Aku mau mengucapkan terimakasih,” ujarnya lagi.

Rusa berdiri dengan kaki gemetar. Harimau segera tahu bahwa Rusa takut padanya. “Jangan takut, aku tak akan menerkammu,” ucap Harimau. “Aku sudah berjanji, dan aku akan menepatinya!” ucapnya lagi.

Rusa lega. Ketakutannya berangsur hilang.

Harimau lalu pergi mencari makan. Menjelang sore, kedua binatang itu bertemu lagi. Tetapi ketika Harimau mendekat, Rusa mundur menjauh.

“Ada sisa darah di mulutmu,” ujar Rusa ketakutan.

“Ya, aku baru saja makan seekor anak kambing,” jawab Harimau.

“Oh.. mengapa kau tidak makan rumput atau daun-daunan saja?” keluh Rusa. “Kalau engkau tetap suka makan binatang lain, aku tak berani berada di dekatmu,” ucap Rusa.

Harimau termenung. “Baiklah, aku akan mencoba makan rumput atau daun-daunan saja. Jangan sampai kita berpisah hanya karena makanan,” kata Harimau.

Harimau dan Rusa lalu tinggal di sebuah gua. Rusa mengajari Harimau memilih rumput dan daun yang bisa dimakan. Tetapi, Harimau tak pernah bisa menelan makanan yang menurut Rusa sangat lezat itu. Jika rumput atau daun sudah ada di mulutnya, ia segera merasa mual, lalu muntah. Rusa sedih melihatnya. Harimau lebih sedih lagi. Sebab ia tak mampu memenuhi keinginan Rusa. Ia juga tidak berani makan daging. Ia tak ingin Rusa ketakutan.

Akhirnya, tubuh Harimau menjadi kurus. “Kasihan Harimau,” pikir Rusa suatu hari. “Cepat atau lambat, ia tak akan kuat menahan lapar. Lalu ia akan menyantap makanan yang berada paling dekat dengannya, yaitu.. diriku!” pikir Rusa.

Pikiran ini membuat Rusa selalu menjauhi Harimau. Ia tak pernah merasa tenteram lagi. Tidur pun selalu waspada. “Mengapa engkau selalu menjauhiku, sahabat?” tanya Harimau suatu pagi. “Aku..aku..aku takut padamu,” jawab Rusa. Lalu ia menjelaskan dengan terus terang apa yang ditakutkannya.

Harimau mengangguk-anggukan kepala. “Ketakutanmu sangat beralasan,” katanya. “Aku pun sekarang menyadari bahwa makanan kita memang ditakdirkan berbeda. Aku tak mungkin makan rumput dan daun-daunan. Sekarang aku memang sudah tidak tahan lagi. Perutku harus segera diisi. Daginglah yang harus kumakan,” ujar Harimau.

Rusa gemetar ketakutan. “Oh.. matilah aku,” gumamnya.

“Jangan takut, sahabat,” Harimau cepat menyambung. “Aku tetap memegang janjiku. Aku tak akan menerkammu. Hanya saja… kita terpaksa berpisah. Kita tak mungkin berkumpul. Sebab, engkau selalu ketakutan jika aku berada di dekatmu,” kata Harimau.

“Benar katamu, Harimau,” ucap Rusa.

“Nah.. aku pergi sekarang,” tandas Harimau.

Rusa mengangguk sedih. “Selamat jalan, Harimau sahabatku,” katanya pelan.

Sejak itu mereka tak pernah bertemu lagi. Sebab Harimau pindah ke hutan lain. Harimau tak ingin suatu ketika Rusa memergokinya sedang menyantap binatang lain. Apalagi jika yang disantapnya adalah seekor rusa muda kesukaannya. Ia tak ingin melukai hati Rusa.

 

Cerita :  JFK      Ilustrasi :  JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *