Diabetes Mellitus (DM), penyakit gangguan metabolik menahun yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah, masih banyak diderita oleh masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bahkan menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan dasar) 2018, prevalensi diabetes naik dari 6.9% pada 2013 menjadi menjadi 8.5% pada tahun 2018. Dan, Indonesia menjadi salah satu dari sepuluh negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia.

Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, Ketua Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) dalam acara diskusi media bersama Novo Nordisk: Experience the Freedom with Co-formulation Insulin, Kamis (25/02).

Seperti kita tahu, insulin adalah hormon yang mengendalikan kadar gula darah. Umumnya , penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 membutuhkan suntik insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Biasanya insulin disuntikkan setiap hari di beberapa bagian tubuh seperti paha, bokong, perut, paha atau lengan atas. Hal ini tentu membutuhkan kepatuhan dari si penderita agar ia memiliki kualitas hidup yang baik. Karena jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita, seperti gagal ginjal, stroke, kebutaan, dan sebagainya.

Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, Ketua Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI)

Untuk mempermudah terapi insulin bagi penderita diabetes, Novo Nordisk, sebagai penyedia perawatan diabetes terdepan di dunia, kini membawa salah satu inovasi terbarunya ke Indonesia melalui 2-in-1 insulin co-formulation. “Selalu ada tantangan dan kebutuhan pasien yang belum terpenuhi ketika melakukan terapi insulin. Pasien membutuhkan prosedur terapi yang lebih sederhana. Saat ini 2-in-1 insulin co-formulation merupakan salah satu inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan pasien dan dapat membantu jutaan penderita diabetes di Indonesia, ” ujar Prof. Ketut.

Dalam menangani diabetes, PERKENI telah menetapkan bahwa tingkat HbA1c pasien harus mencapai 7%. Sayangnya, lebih dari 70% pasien diabetes di Indonesia tidak berhasil mencapai target tersebut akibat prosedur yang kompleks.

Pasien yang menjalani terapi insulin biasanya membutuhkan lebih dari satu suntikan insulin setiap harinya untuk menjaga gula darah dengan baik. Prosedur terapi yang kompleks dapat menurunkan tingkat kepatuhan pasien dan menyebabkan kegagalan dalam menurunkan tingkat HbA1c yang ditargetkan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, 2-in-1 insulin co-formulation IDegAsp memberikan prosedur yang lebih sederhana untuk dijalani oleh pasien.

Prof. Suastika mengatakan bahwa IDegAsp merupakan 2-in-1 insulin co-formulation pertama dan satu-satunya di dunia yang mengandung insulin degludec basal generasi baru dan insulin aspart dalam satu suntikan. Inovasi 2-in-1 insulin co-formulation IDegAsp dirancang untuk menyederhanakan terapi insulin sehingga lebih mudah dijalani, hanya dengan satu kali suntikan sehari dan tidak membutuhkan re-suspensi. Inovasi ini juga aman karena memiliki risiko hipoglikemia yang rendah dan terbukti dapat menurunkan tingkat HbA1c dan mengontrol gula darah setelah makan.

2-in-1 insulin co-formulation IDegAsp merupakan sebuah pilihan yang lebih mudah untuk terapi insulin,” katanya.

Anand Shetty, Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia

Pada kesempatan itu, Bapak Anand Shetty, Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia mengatakan meskipun inovasi insulin sudah ditemukan 100 tahun lalu, tetapi jumlah penderita diabetes yang tidak terkontrol masih meningkat dengan cepat. “Kami senantiasa berupaya mengembangkan produk yang menjawab tantangan utama yang dihadapi oleh pasien diabetes dan dokter. Kami memiliki pengalaman panjang dalam mengubah lanskap diabetes dan kami terus berinovasi untuk menghadirkan solusi yang berpusat pada pasien,” ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat lebih dari 10,7 juta penderita diabetes di Indonesia dan angka ini diperkirakan akan mencapai 16,6 juta pada tahun 2045. “Sebagai bentuk komitmen kami untuk mengubah diabetes di Indonesia, Novo Nordisk telah meluncurkan beberapa inisiatif selama bertahun-tahun. Dengan menghadirkan 2-in-1 insulin co-formulation IDegAsp, kami membawa salah satu inovasi terapi insulin terbaru dan memperluas akses perawatan diabetes bagi masyarakat, ini merupakan langkah signifikan kami dalam berupaya meningkatkan kepatuhan pasien diabetes saat menjalankan terapi insulin,” imbuhnya.

Mengelola diabetes dengan mengontrol kadar glikemik yang baik dan stabil akan mencegah komplikasi diabetes jangka pendek dan jangka panjang, serta memberikan manfaat klinis dan ekonomi yang signifikan.

“Keunggulan 2-in-1 insulin co-formulation IDegAsp diharapkan dapat memudahkan pengobatan dan meningkatkan kepatuhan pasien DMT2. 2-in-1 insulin co- formulation IDegAsp yang kini tersedia bagi pasien Jaminan Kesehatan Nasional diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perawatan diabetes di Indonesia,” tutup Prof Suastika.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *