Thermometer, alat pengukur suhu tubuh ini sekarang makin sering digunakan, ya, Kids. Tak hanya di rumah sakit-rumah sakit saja, kini di bandara, mall-mall, sekolah, dan pusat keramaian lainnya, tak jarang kita melihat benda tersebut. Hal itu seiring dengan merebaknya wabah virus Corona di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Begini, Kids, perkembangan penemuan Thermometer yang awalnya bernama Thermoscope.

Galileo Galilei (1593)

Pada 1593, Galileo Galilei menemukan Thermoscope air yang belum sempurna dimana untuk pertama kalinya memungkinkan pengukuran berbagai suhu.

Santorio Santorio (1612)

Pada 1612, Santorio Santorio, dari Italia, menjadi penemu pertama yang memasukkan skala numerik pada Thermoscope.

Grand Duke of Tuscany, Ferdinand II (1654)

Pada 1654, Thermometer cairan dalam kaca pertama ditemukan oleh Grand Duke of Tuscany, Ferdinand II. Duke menggunakan alkohol sebagai cairannya. Namun, alat tersebut masih belum akurat dan tidak menggunakan skala standar.

Daniel Gabriel Fahrenheit (1714)

Alat yang dianggap sebagai Thermometer modern pertama adalah Thermometer merkuri dengan skala standar, ditemukan oleh Daniel Gabriel Fahrenheit pada 1714.

Anders Celsius (1742)

Pada 1742, skala Celcius ditemukan oleh Astronom Swedia, Anders Celsius. Istilah ‘Celsius’ digunakan pada 1948 oleh sebuah konferensi internasional mengenai bobot dan ukuran.

David Phillips (1984)

Pada 1984, David Phillips menciptakan Thermometer telinga infrared.

Infrared Thermometer (Thermometer Laser)

Alat ukur suhu tanpa bersentuhan dengan objek yang akan diukur suhunya. Prinsip dasarnya, semua objek memancarkan energi infra merah. Semakin panas suatu benda, maka molekulnya semakin aktif dan semakin banyak energi infra merah yang dipancarkan.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *