Cokelat, hampir semua orang menyukainya. Dari usia belia hingga lanjut usia. Setelah kategori pastry, biskuit dan permen, cokelat menempati urutan camilan keempat terfavorit di Indonesia. Kamu,  juga suka cokelat?

Cokelat  yang kita makan, berasal dari tanaman kakao. Cokelat punya sejarah panjang hingga akhirnya masuk ke Indonesia. Adalah bangsa Maya dan Aztec yang awalnya menemukan tanaman kakao di lembah sungai Amazon pada tahun 400 SM.

“Suku Maya dan Aztec berperan besar dalam penyebaran cokelat. Mereka yang pertama kali mengolah biji kakao menjadi minuman cokelat. Pada masa itu, cokelat tidak diolah dengan bahan lain seperti gula, vanila, susu, dan sebagainya. Bayangkan saja, rasanya sangat pahit,” terang Bapak Fadly Rahman, Sejarawan Makanan (Food Historian) pada acara Diskusi Media x Mondelez “Serba Serbi Cokelat” beberapa waktu lalu.

Berawal dari Mesoamerika

Itulah mengapa, mulanya cokelat dinamakan “xocolatl” (bahasa suku Aztek) yang artinya cairan pahit. Cokelat saat itu, dipakai dalam acara ritual, sebagai simbol kesuburan, juga simbol kemakmuran bagi raja dan pemuka agama. Bahkan, cokelat dijuluki “Food of the Gods” alias minuman para dewa. Wah!

Tak hanya diolah menjadi minuman ‘berkelas’,  biji kakao juga dipakai sebagai alat transaksi oleh suku Maya dan Aztec. Contohnya, mereka menukar biji-biji kakao untuk membeli 100 budak.

Tahukah kamu, bersamaan dengan penemuan benua Amerika, penjelajah Christopher Columbus juga menemukan tanaman kakao yang bahasa latinnya di sebut Theobroma cacao.

Fadly Rahman, Sejarawan Makanan

Namun barulah pada abad 15, penjelajah dari Spanyol bernama Herman Cortez lah yang pertama kali menyadari nilai biji kakao yang sebenarnya.

Ia bawa biji kakao ke Spanyol dan dipersembahkan kepada Raja Charles V untuk kemudian diolah menjadi minuman cokelat di kalangan kerajaan.

Para bangsawan di luar istana mendengar sensasi minuman cokelat yang katanya sangat luar biasa. Lalu mereka mulai mengonsumsi cokelat dengan mencampur aneka rempah-rempah seperti kayu manis, atau gula tebu.

Masuk ke Indonesia

“Dari Mesoamerika, akhirnya cokelat mulai masuk ke Eropa, berawal dari Spanyol, Venezuela lalu Inggris, dan negara lainnya. Hingga akhirnya kakao masuk ke Indonesia pada tahun 1560. Dibawa pertama kali oleh Spanyol dari Filipina yang merupakan daerah kolonial Spanyol yang masuk ke Indonesia melalui daerah Minahasa di Sulawesi Utara,” terang Bapak Fadly.

Di Indonesia, kakao mulai terkenal di tahun 1880 saat perkebunan kakao terbentuk di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Biji kakao tersebut dibawa penjajah Belanda dari Venezuela untuk ditanam di Indonesia. Kemudian industri kakao berkembang pesat di tahun 1938, dengan 29 perkebunan di Jawa, yang semakin mendorong pengembangan industri makanan yang berbahan dasar cokelat.  Ini berlanjut hingga sekarang.

Itulah perjalanan penyebaran cokelat, Kids. Berawal dari Mesoamerica, cokelat lalu melanglang buana. Dari Spanyol hingga  ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. (Efa, Ilustrasi: Fika/JFK)

 

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *