Dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia (HDSD) yang jatuh pada hari Minggu, 21 Maret 2021, PT Cordlife Persada yang merupakan perusahaan di bidang layanan kesehatan melalui penyediaan penyimpanan darah tali pusat dan juga layanan diagnostik mengajak para orangtua untuk mulai mendeteksi trisomy pada anak sejak dini.

Untuk diketahui, trisomy adalah suatu kondisi di mana jumlah kromosom seseorang lebih atau kurang dari jumlah kromosom pada umumnya. Salah satu contoh dari trisomy ini adalah Down Syndrome atau trisomy 21. Down Syndrome sendiri adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki total 47 kromosom, dan bukan 46 seperti orang lain pada umumnya. Para penyandang Down Syndrome memiliki kelebihan satu salinan pada kromosom nomor 21. Kondisi ini mendasari berbagai gejala yang dialami oleh anak dengan Down Syndrome.

Menurut  dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dari Sidney, Mark Selikowitz, Down Syndrome termasuk pada kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pada kemampuan kognitif, motorik, dan psikomotorik seseorang. Anak dengan Down Syndrome tetap mengalami perkembangan kemampuan, hanya saja kecepatannya lebih lambat dibandingkan dengan anak pada umumnya.

Kasus Down Syndrome cenderung mengalami peningkatan di Indonesia. Untuk membantu masyarakat mendeteksi adanya risiko Trisomy pada bayi sejak masih dalam kandungan, Cordlife menyediakan layanan NIPT (Non Invasive Prenatal Testing)

Sementara itu, kasus down syndrome di Indonesia pun terus mengalami peningkatan. “Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010, pada anak berusia 24-59 bulan ditemui kasus down syndrome sebanyak 0,12 persen. Lalu pada RISKESDAS tahun 2013 kembali mengalami peningkatan sebanyak menjadi 0,13 persen dan pada RISKESDAS tahun 2018, meningkat lagi menjadi 0,21 persen. Dari data di atas, menunjukkan bahwa adanya kecenderungan peningkatan pada kasus down syndrome di Indonesia,ujar dr. Meriana Virtin, Medical Advisor PT Cordlife Persada pada media gathering Cordlife, Sabtu (20/3)

Melihat kondisi ini, Cordlife berkomitmen untuk memberikan hidup yang lebih baik dan sehat dengan menyediakan layanan yang dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mendeteksi adanya risiko Trisomy pada bayi sejak masih dalam kandungan melalui NIPT (Non Invasive Prenatal Testing) yang merupakan sebuah skrining untuk membantu mendeteksi berbagai kelainan kromosom termasuk diantaranya Trisomy 21.

“Kami ingin menjadi bagian dari keluarga Indonesia dalam mendeteksi kelainan kromosom pada kehamilan dengan tujuan agar setiap keluarga Indonesia dapat mempersiapkan yang terbaik untuk keluarganya. Skrining ini (NIPT – Non Invasive Prenatal Test) direkomendasikan oleh ACOG (The American College of Obstetricians and Gynecologists) untuk dapat dilakukan oleh semua wanita hamil, terlepas dari usianya. Dengan cara menganalisis cell free DNA dari janin yang terdapat pada darah ibu, dan dapat dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu hingga 24 minggu. Persiapan ini sangatlah perlu dilakukan oleh para calon orangtua,” ujar Talitha Andini Prameswari, Product Manager PT Cordlife Persada.  

Gandeng POTADS, Gelar  5th Trisomy Awareness Bash 2021

Sejalan dengan visi dari Cordlife yaitu membuat keluarga Indonesia menjadi lebih sehat, lebih bahagia dan baik, Cordlife bersama POTADS (Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome) kembali menggelar Cordlife Trisomy Awareness Bash. Memasuki tahun ke-5 Trisomy Awareness, Cordlife kali ini mengusung tema Mengenal Down Syndrome Lebih Dekat.

Audisi Down Syndrome’s Got Talent 2021 diikuti oleh 237 peserta, terdapat 3 kategori yakni 6-12 tahun, 13-19 tahun dan >19 tahun. Kegiatan ini bermaksud untuk memberikan ruang kepada anak DS untuk menampilkan dan mengembangkan bakatnya

Guna mewujudkan hal tersebut, terdapat serangkaian acara yang dilakukan seperti, Ngobrol Bareng Anak Down Syndrome, Instagram live bersama dokter, Down Syndrome Got Talent, dan Webinar. Pada Ngobrol Bareng Anak Down Syndrome ini melibatkan 11 anak dari 10 kota di Indonesia, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak Down Syndrome untuk berani berbicara dan menyampaikan apa yang menjadi pemikiran mereka sehingga masyarakat dapat lebih mengenal dan mereka semakin diterima di masyarakat. Ngobrol Bareng Anak Down Syndrome ini nantinya dapat dilihat oleh masyarakat umum melalui kanal Youtube POTADS serta website dan akun sosial media Cordlife.

Sebagai rangkaian dari kegiatan 5th Trisomy Awareness Bash 2021, pada 19 Februari 2021 lalu bersama dr. Yassin Bintang, SpOG-KFER dan dr. Meriana Virtin dilangsungkan melalui Instagram Live yang membahas mengenai kelainan kromosom dan cara deteksi kelainan kromosom sejak dini. Hari ini, materi ini dibahas lebih lanjut pada webinar bersama dr. Ardiansjah Dara, SpOG dan Dr. dr. Lidya Pratanu.

Selain itu, salah satu kegiatan yang cukup digandrungi oleh anak-anak Down Syndrome adalah Down Syndrome Got Talent. Kegiatan yang diikuti oleh 237 peserta ini, bertujuan untuk menampilkan dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh anak-anak down syndrome. Pemenang dari kontes ini akan diumumkan pada acara puncak yang akan diselenggarakan tepat pada Hari Down Syndrome Sedunia.

“Kehadiran Trisomy Awareness Bash 2021 ke-5 kami harap dapat menjadi wadah bagi anak-anak Down Syndrome untuk terus mengasah kreativitasnya sehingga terbentuklah kepercayaan diri yang nantinya dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mereka di masa depan. Tak hanya untuk para anak-anaknya saja, namun Trisomy Awareness Bash 2021 juga dapat menjadi wadah bagi para orangtua untuk menggali berbagai informasi mengenai Trisomy dan anak-anak Down Syndrome,” pungkas Wita Pratiwi – Assistant Manager, Corporate Activation PT Cordlife Persada lebih lanjut.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *