“Bu, kita jalan-jalan, yuk! Rani bosan di rumah terus,” ajak Rani yang sedang libur sekolah. “Ibu sedang banyak pesanan kue, Nak,” jawab Ibu. Rani pasrah saja mendengar jawaban Ibu. Ia memang tak bisa memaksa Ibunya untuk meninggalkan pekerjaan membuat kue kering, karena dengan usaha itulah ia bisa sekolah sampai sekarang.

Rani kembali menatap layar televisi sambil mencari stasiun tv yang menyuguhkan tayangan menarik. Namun, semakin ia mencari tayangan yang menarik, semakin ia bosan. Diam-diam, Ibu mengawasi tingkah Rani yang kelihatan gelisah. Ketika pandangan Ibu lengah sebentar, ia mendapati Rani sudah tak di depan tv.  Ternyata, Rani menyerah dan memilih untuk mematikan televisi. Lantas ia pergi ke kamar dan memilih untuk membaca komik saja.

Ibu yang tadinya sibuk mencetak kue, akhirnya menyerahkan pekerjaannya sementara kepada pegawainya. Naluri seorang Ibu langsung membuat Ibu menuju kamar Rani. Benar saja, ia melihat Rani sedang membaca komik kesukaannya. “Ran, kamu mau ikut Ibu jalan-jalan nggak?” tanya Ibu. Rani sedikit terkejut dengan pertanyaan Ibu. “Ah, Ibu kan lagi sibuk, mana mungkin ngajak Rani jalan-jalan?” ucap Rani dari tempat tidurnya. “Ibu memang sedang sibuk karena ada banyak pesanan kue dari Bu Santi. Kebetulan ada bahan yang kurang, temenin Ibu ke toko kue, yuk,” ajak Ibu.

Setelah menimbang-nimbang, daripada ia hanya di rumah saja, ada baiknya juga kalau ikut Ibu. “Hmm, ok, deh! Aku siap-siap dulu,” ujar Rani sembari beranjak dari tempat tidurnya. “Ibu tunggu di depan, ya,” tutur Ibu.

Tak sampai lima menit, Rani sudah siap menemani Ibunya. Mereka mulai berjalan untuk naik angkutan yang akan membawa ke toko kue yang juga menjual berbagai keperluan membuat kue. Tak sampai 10 menit naik angkutan, akhirnya mereka sampai di toko langganan Ibu. “Wah, tumben anaknya diajak, Bu,” celetuk sang pramuniaga yang sedang menjaga toko. “Iya, kebetulan lagi liburan, jadi diajak main ke sini,” jawab Ibu.

Rani mulai melihat-lihat apa saja yang dijual di toko tersebut. Pandangannya tertuju pada cetakan kue berbentuk Hello Kitty. “Wah, lucu sekali. Ini untuk apa, ya?” gumamnya sambil meraba-raba cetakan berwarna pink itu. “Kamu mau, Ran?” tanya Ibu tiba-tiba. “Iya, tapi untuk apa, ya? Aku kan nggak bisa bikin kue, Bu,” sesal Rani. “Kalau kamu mau ambil saja, Ran. Nanti Ibu ajarin cara bikin kue yang enak,” hibur Ibu.

Akhirnya, Rani memilih beberapa cetakan kue yang lucu, dan beberapa hiasan kue. “Wah, seru juga, ya, Bu, main ke toko kue. Lain kali Rani boleh ikut lagi nggak?” pinta Rani. “Wah, bahaya, nih, kalau kamu sering ikut ke toko kue. Nanti kamu bikin kue yang enak, terus langganan Ibu pindah ke kamu, deh,” canda Ibu. “Ah, Ibu…aku kan belum bisa bikin kue. Tapi janji, ya, Ibu ajarin aku. Biar cetakannya nggak sia-sia sudah dibeli,” kata Rani sambil membawa plastik berisi berbagai keperluan membuat kue.

 

 

 

Cerita: JFK      Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *