JAKARTA, majalahjustforkids.com – Tahukah kamu kalau penderita penyakit Tuberkulosis (TBC atau TB) di Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi di dunia?

Ibu Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia, mengatakan, dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, diketahui bahwa penderita TB usia 15-24 tahun menunjukkan angka yang lumayan tinggi yaitu sekitar 165.644 orang.

“Dan berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 82 persen pemuda bergejala, tidak mencari upaya perawatan. Sebanyak 71 persen pemuda dengan TB tersebut tidak mencurigai apa yang mereka alami sebagai gejala penyakit TB melainkan hanya batuk-batuk biasa saja sehingga tidak memeriksakan diri lebih lanjut. Data WHO tahun 2020 juga mengatakan bahwa dua dari tiga kasus TB di dunia berada di delapan negara seperti; Cina, Bangladesh, Filipina, Nigeria, Afrika Selatan, Pakistan, India, dan Indonesia,” ungkap Ibu Devy.

Hal inilah yang melatarbelakangi PT Johnson & Johnson Indonesia kemudian meluncurkan game TB Warriors, permainan edukatif khusus untuk menyasar anak-anak muda.

Selaras pula dengan tujuan perusahaan dalam menjalankan komitmennya guna mendukung upaya pencegahan terhadap penularan penyakit TB, dimana di tahun 2022 ini, Johnson & Johnson (J&J) Global Public Health di Asia Tenggara meluncurkan kampanye ‘United Against TB’ yang merupakan sebuah kampanye regional untuk meningkatkan kesadaran tentang TB di negara-negara prioritas, salah satunya Indonesia.

Dan secara resmi, pada 24 Maret 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia (Johnson & Johnson Indonesia) turut mendukung gerakan sosialisasi dan kampanye tersebut yang melibatkan generasi muda untuk ikut mendukung upaya penanggulangan penyakit TB di Indonesia dengan meluncurkan program TB Warriors.

Nah, sebagai salah satu rangkaian kampanye TB Warriors, Johnson & Johnson Indonesia mengadakan acara bincang santai bersama rekan media yang bertajuk Media Briefing and Casual Talk: TB Warriors pada Jumat, 2 September 2022.

Digelar secara virtual, acara ini menekankan pentingnya peran media dalam mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk lebih memahami TB dan gejalanya, menghapus stigma tentang TB di masyarakat, dan sekaligus mengajak generasi muda sebagai agent of change (agen perubahan).

“Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global, Tuberkulosis merupakan salah satu fokus utama kami dalam hal perbaikan kesehatan masyarakat. Sejak tahun 2015, PT Johnson & Johnson Indonesia telah terlibat dan turut berperan aktif dalam program pemberantasan TB yang berfokus pada tiga hal, yaitu; (1) edukasi dan peningkatan kesadaran publik; (2) peningkatan kapasitas; dan terkait dengan (3) akses terhadap diagnosa dan perawatan. Oleh karena itu kami senantiasa mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan kesadaran dan mengajak peran serta masyarakat untuk mencegah penyakit TB, sehingga dapat mewujudkan Eliminasi TB 2030 di Indonesia,” ujar Ibu Devy.

Gerakan Virtual Game TB Warriors

Mengingat bahwa wilayah Asia Tenggara membawa porsi tertinggi untuk beban TB secara global dalam menyukseskan kampanye sosialisasinya yang menyasar pada usia produktif 15-34 tahun, maka Johnson & Johnson membuat sebuah inovasi dengan melakukan pendekatan kreatif yaitu sebuah gerakan edukasi melalui gamifikasi yang dikemas dalam bentuk filter sosial media dan permainan virtual yang diberi nama ‘TB Warriors’.

Gerakan virtual game TB Warriors ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2022 dan diharapkan dapat menginspirasi dan secara tidak langsung, mengubah perilaku generasi muda dalam menyikapi TB di lingkungan mereka.

Menyusul peluncuran program edukasi dan gamifikasi TB Warriors pada bulan Maret 2022 yang didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, maka dalam kampanye di gelombang pertama (Wave 1)  tersebut, yang berlangsung pada rentang bulan Maret s/d Mei 2022, Johnson & Johnson meluncurkan empat Augmented Reality (AR) Filter yang dapat digunakan dalam platform media sosial.

Bentuk filter yang diluncurkan dikemas secara interaktif dan menarik guna memberikan efektivitas terhadap sasaran kampanye sosial tersebut yaitu generasi muda.

Hal kreatif yang sama juga diterapkan pada permainan ’Hunt & Find’ (Cari & Temukan) TB Warriors (http://tbwarriors.com/id) pada kampanye di gelombang kedua (Wave 2) yang diluncurkan di bulan Juni 2022 dengan menggunakan karya dari ilustrator dan kartunis Indonesia, Bapak M. Syaifuddin Ifoed.

Cara Bermain

Dalam permainan ini, para pemain ditantang untuk menemukan karakter pada gambar ilustrasi yang menunjukkan lokasi keramaian, dengan cara mencari dan menemukan ‘karakter gambar’ yang menunjukkan gejala TB sebanyak-banyaknya dalam waktu secepat mungkin. Setelah berhasil menemukan semua karakter tersebut, pemain akan mendapatkan akses menuju informasi terkait edukasi lebih lanjut mengenai TB dan gejalanya.

“Generasi muda merupakan kelompok yang rentan terkena dampak TB secara tidak proporsional. Namun demikian, generasi muda juga dikenal memiliki jejaring sosial yang luas sehingga memiliki pengaruh yang luar biasa sebagai katalis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengaktifkan partisipasi mereka sebagai agen perubahan dalam menanggulangi TB,” kata Ibu Devy.

“Kami juga lakukan dialog langsung ke teman-teman di Universitas, para remaja di level mahasiswa. Menurut mereka, game TB Warriors ini sangat jelas dan baik sehingga mereka pun tertarik untuk memainkannya,” kata Ibu Devy lagi.

Indonesia Urutan Pertama dalam Memainkan Game TB Warriors

Setelah Johnson & Johnson meluncurkan permain virtual TB Warriors, kini data yang tercatat dari permainan edukasi tersebut (berdasarkan data pada tanggal yang sama saat rilis ini dikeluarkan) menunjukkan bahwa terdapat 6460 pejuang Tuberkulosis di seluruh dunia.

Data menunjukkan bahwa Indonesia unggul pada urutan nomor satu dalam memainkan game TB Warriors tersebut dengan angka terbanyak yaitu terdapat di angka 3343 dari 6460 total pemain di Asia.

Sebagai informasi, Johnson & Johnson telah memperkenalkan permainan edukasi TB Warriors ini secara serentak ke wilayah Asia Tenggara. Para peserta gamifikasi dan permainan edukatif TB Warriors berasal dari berbagai negara, yaitu: Thailand, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

Bapak Afrida Kristanto, Associate Country Public Health Manager PT Johnson & Johnson Indonesia, menerangkan, permainan edukatif game TB Warriors ini merupakan uji kemampuan tapi dengan cara sederhana dan menyenangkan.

“Ajak anak-anak muda asyik bermain, tapi informasinya juga dapat. Misal; Jika batuk lebih dari 14 hari tidak sembuh-sembuh, berat badan turun karena nafsu makan turun, demam (berkeringat) di malam hari, itu tiga ciri utama TB,” jelas Bapak Afrida seraya bercerita ada temannya kehilangan anak karena TB,  ditularkan sang Ayah yang perokok hingga ia sangat menyesal.

“Bapaknya TB nular ke anaknya dan anaknya tidak selamat. Anak di bawah usia 5 tahun rentan tertular TB karena imunnya belum sempurna. TB pada anak sering tidak diperhatikan padahal penderitanya juga lumayan banyak. Segera periksakan diri jika ada tiga gejala utama seperti di atas. Jangan khawatir, TB bisa sembuh asal konsisten minum obat. Pengobatan TB efektif dan gratis karena ditanggung pemerintah,” jelas Bapak Afrida lagi.

Ditambahkan Ibu Devy, permainan TB Warriors yang bersifat edukatif ini lahir dari sejumlah ide tentang bagaimana gamifikasi telah terbukti menjadi salah satu alat persuasi yang kuat dalam mempengaruhi perilaku kesehatan.

“Terutama di kalangan generasi muda, gamifikasi dapat juga dikembangkan menjadi alat bantu dalam meningkatkan kepedulian dan keterlibatan anak muda dalam kampanye ini – tentunya dengan cara yang ringan dan menarik. Kami percaya dengan pendekatan ini, secara tidak langsung dapat menghidupkan kesadaran generasi muda dalam mengetahui penyebab Tuberkulosis yang kami jadikan mobilisasi sebagai bagian dari gerakan kami,” ujarnya.

Untuk informasi, sebagai upaya mempercepat penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia, pemerintah melalui Kemenko PMK baru-baru ini telah menggalakkan Rencana Aksi Program Terpadu Kemitraan Penanggulangan Tuberkulosis (Aksi Proteksi) yang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dan mitra dalam percepatan penanggulangan TB dengan fokus utama pada upaya promotif, preventif, kuratif komplementer, dan rehabilitatif.

PT Johnson & Johnson Indonesia yang juga menjadi salah satu mitra yang mendukung program penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia, turut hadir pada acara peluncuran dan peresmian Aksi Program Terpadu Kemitraan Penanggulangan Tuberkulosis (PROTEKSI) – Wadah Kemitraan Penanggulangan Tuberkulosis, yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2022 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK).

Dalam acara tersebut, Johnson & Johnson Indonesia kembali memperkenalkan permainan edukatif TB Warriors sebagai salah satu bentuk upaya perusahaan dalam mendukung program pemerintah dalam upaya menanggulangi Tuberkulosis di Indonesia.

Foto: Novi, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *