Tahukah kalian bahwa nyamuk adalah binatang paling berbahaya di dunia. Nyamuk Aedes menularkan virus demam berdarah dan zika. Ternyata anak usia sekolah rentan terkena DBD. Kalian ingin tahu lebih banyak lagi seputar nyamuk atau penyakit DBD? Perangkat digital ini dapat membantu kalian lho Kids! 

Bayer memperkenalkan perangkat digital di Asia untuk membantu masyarakat, utamanya anak-anak sekolah belajar lebih lanjut mengenai penyakit yang ditularkan nyamuk seperti DBD dan Zika, serta bagaimana mengendalikannya. Untuk memperkuat inisiatif yang meningkatkan kesadaran terhadap DBD serta program edukasi bagi masyarakat, Bayer mengembangkan Mosquito Learning Lab. Ini adalah alat pembelajaran online untuk membantu menyampaikan pesan kepada seluruh anggota masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga keluarga.
“Komunitas lokal mempunyai peran yang sangat penting dalam mengurangi sumber, dan mencegah penularan penyakit. Menurut Departemen Kesehatan, anak sekolah berusia antara 5 hingga 14 tahun di Indonesia termasuk yang paling rentanter kena DBD, karena kegiatan sekolah berlangsung ketika nyamuk dalam kondisi paling aktif,” kata Bapak Yudi Clements, Regional Key Account Management and Country Manager, Environmental Science Indonesia, Bayer Crop Science.

Kalian dapat mengakses Mosquito Learning Lab dengan mudah dari setiap perangkat komputer yang terkoneksi (e.g. PC, Mac, tablet, smartphone).

Pada 2017, Bayer memperkenalkan Mosquito Learning Lab di Jakarta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia disalah satu sekolah dasar lokal, SDN Baru 7 di Cijantung, sebagai bagian dari kegiatan ASEAN Dengue Day. Alat menyenangkan dan bersifat interaktif ini memungkinkan anak-anak untuk belajar mengenai fakta-fakta penting DBD dan nyamuk Aedes, serta bagaimana mencegah munculnya tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekolah dan rumah mereka.

Jason Nash, Innovation Manager & Stakeholder Manager, Environmental Science, Crop Science Division, Bayer dan Yudi Clements, Environmental Science Country Group and Regional Key Account Manager Bayer mendampingi dr. Anung Sugihantono, M.Kes – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan saat memperagakan Bayer Mosquito Quest , sebuah perangkat digital yang bertujuan untuk tingkatkan edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue kepada anak-anak dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.

Minggu ini, Bayer juga memperkenalkan Bayer Mosquito Quest, sebuah pengalaman realitas maya yang melengkapi Mosquito Learning Lab, tempat pengguna menguji pengetahuan mereka dalam mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk di rumah. Menggunakan teknologi terbaru, alat ini menjadi pelengkap kampanye publik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya belajar tentang pencegahan nyamuk, serta meningkatkan penerapan metode pencegahan nyamuk, dengan cara yang menyenangkan. Wah seru ya Kids! (Retno)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *