Kids, tahukah kamu, orang Belanda dinobatkan sebagai manusia tertinggi di dunia, lho! Kalian juga ingin setinggi mereka? Ikuti tips-nya berikut ini:  

Kalian tahu tidak, alasan kenapa orang Belanda itu tinggi-tinggi? Setelah diselidiki, ternyata orang Belanda mengonsumsi protein hewani lebih besar dari protein nabati. Sumber protein hewanilah penyebab mereka tumbuh tinggi, Kids! Menurut Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), yang ditemui pada acara diskusi media (18/7), negara kita dikelilingi oleh laut, harusnya ikan bisa menjadi makanan sumber protein. “Tidak harus ikan salmon, ikan kembung justru mengandung omega-3 jauh lebih tinggi.Tak hanya ikan laut, sumber protein hewani juga bisa ditemukan pada ikan air tawar, telur, unggas, dan daging merah,” tambahnya.
Perlu kalian ketahui, Kids. Pertumbuhan paling cepat terjadi dalam setahun pertama. Setelah itu mulai turun, lalu naik lagi saat kalian puber, yakni usia 10 tahun pada anak perempuan, dan 12 tahun pada anak lelaki. “Hingga usia 1 tahun, bagian yang banyak tumbuh adalah batang tubuh, karena itu bayi tampak montok dan perutnya sedikit buncit. Setelah usia 1 tahun hingga remaja, yang tumbuh pesat adalah bagian kaki (tulang panjang). Pada ujung-ujung tulang panjang inilah terdapat lempeng pertumbuhan. Lempeng ini yang akan bertambah, sehingga tulang makin panjang,” terang Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM ini.
Untuk membentuk lempeng ini dibutuhkan energi dan protein. Protein berperan untuk membawa hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH) yang diproduksi di hati, ke lempeng pertumbuhan dan otot, sehingga tubuh makin panjang. Bila tidak ada protein, tidak ada yang mengangkut. Bila defisiensi (kekurangan) nutrisi dibiarkan berkepanjangan, pada akhirnya keseimbangan hormonal akan terganggu. Produksi GH terganggu, anak pun menjadi makin pendek.
“Tak kalah penting, pola tidur juga harus baik. GH diproduksi saat anak tidur dalam, karenanya anak harus tidur nyenyak terutama di malam hari. Produksi GH paling tinggi pada pukul 11 malam hingga jam dua pagi. Namun, ini tak akan terjadi bila tidur tidak nyenyak. Dan, GH baru keluar setelah anak tidur selama tiga jam,” papar Dr. dr. Damayanti. Ini berarti, kalian harus tidur pukul 8 malam agar GH bisa diproduksi pukul 11 malam. Selain itu, produksi GH juga dipengaruhi oleh latihan fisik dan asupan asam amino yang adekuat, lho, Kids. (Retno)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *