Kalian mungkin sering mendengar petuah, nasihat atau nilai-nilai kebaikan dari Mama, Papa, Kakek atau Nenek, bukan? Yups, setiap keluarga pasti memiliki pesan kearifan.  Apa sih, fungsinya?

Apa itu pesan kearifan? Pesan-pesan, ajaran-ajaran,  atau nilai-nilai yang diberikan dan ditanamkan dalam keluarga, itulah pesan kearifan. “Salah satu tujuan individu untuk berkeluarga adalah menghasilkan keturunan dan mewariskan nilai-nilai kebaikan yang sudah ia terima kepada anaknya,” buka Ibu Dessy Ilsanti, M.Psi yang seorang Psikolog keluarga, pada acara konferensi pers Kampanye ’95 Pesan untuk Masa Depan’ Frisian Flag Indonesia di Main Atrium, Gandaria City Mall, beberapa waktu lalu.

Warisan! Wah, mungkin tak terhitung banyaknya petuah, ajaran, pendidikan, nasihat dari generasi-generasi sebelumnya dalam suatu keluarga. Apalagi, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter individu. Bagaimana kita berperilaku dalam menghadapi masalah kehidupan, ditentukan oleh bagaimana keluarga membentuk karakter kita.

“Di sinilah pesan kearifan keluarga memainkan perannya sebagai norma pembimbing diri untuk selalu on the right track (berjalan pada jalur yang benar). Dengan kata lain, berfungsi sebagai ‘pagar’, yang membentengi dan mengingatkan kita agar tetap berperilaku sesuai koridor,” ujarnya.

Berbagi Pesan Kearifan

Ngomong-ngomong, apa pesan yang sering kalian terima dari orangtua, Kids? Apakah petuah untuk tak menggunakan gadget saat sedang berkumpul bersama keluarga, apakah ajaran untuk tak lupa mengucapkan kata ‘maaf, tolong, dan terima kasih’ saat berbicara dengan orang lain, apakah ajaran soal pentingnya kebersamaan, ajaran agar selalu berkomunikasi, dan sebagainya?

Nah, dalam rangka memperingati 95 tahun kehadiran produknya, produsen susu Frisian Flag Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk berbagi pesan kearifan. Kampanye yang berlangsung selama 4 bulan, tepatnya sejak Agustus 2017 lalu, kini telah mencapai puncaknya.

Hingga November 2017, telah terkumpul lebih dari 12.000 pesan kearifan yang dikirimkan oleh belasan ribu keluarga dari berbagai daerah di Indonesia. Wow!

8 Pesan Paling Banyak

Pasti kalian penasaran, kan, apa isi pesan kearifan yang terkumpul tadi? Sosiolog Universitas Indonesia, Bapak Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc, telah mengulas sebagian pesan-pesan tersebut. Dan, inilah 8 pesan yang sering muncul dari keluarga-keluarga Indonesia, yakni: kebersamaan, keterbukaan, kasih sayang, kemandirian, toleransi pada perbedaan pendapat, kepercayaan, sopan santun, dan keharmonisan.

Ternyata, pesan tentang kebersamaan adalah pesan yang paling sering muncul. Rupanya, di era sosial media sekarang ini, keluarga Indonesia justru semakin rindu untuk berkumpul walaupun gadget bisa mempermudah komunikasi tanpa perlu tatap muka.

Bagaimana dengan keluargamu, apakah pentingnya kebersamaan juga sering didengungkan oleh Mama, Papa, Kakek, Nenek, atau justru kamu sendiri?

Tapi coba merenung sejenak! Saat berkumpul bersama keluarga, apa yang kalian lakukan, Kids? Apakah malah asyik sendiri dengan gadget, meskipun Mama atau Papa sudah berulang kali mengingatkan untuk menyimpannya dulu? Atau, justru Malah Mama dan Papa yang tak bisa lepas dari gadget, padahal kamu sudah punya setumpuk cerita untuk dibagi?

Pentingnya Komitmen

Untuk masalah di atas, Ibu Dessy mengingatkan pentingnya berkomitmen. Misalnya, pesan kebersamaan adalah suatu hal penting yang ingin ditanamkan dalam keluarga. Jadi, seluruh anggota keluarga, baik orangtua, adik, kakak, maupun kamu, harus setia menjalankan pesan tersebut.

“Orangtua harus menjadi role model alias contoh yang  baik bagi anak-anaknya. Cara terbaik meneruskan pesan kearifan di dalam keluarga adalah dengan melakukannya sepenuh hati,” urai Ibu Dessy. Misalnya, Mama dan Papa mencontohkan untuk tidak menyentuh gadget saat sedang makan malam bersama di rumah. Atau, membuat peraturan, agar seluruh anggota keluarga meluangkan waktu sekitar 2-3 jam pada saat akhir pekan, dan sebagainya.

Contoh lain, jika sopan santun adalah pesan penting yang ingin ditanamkan dalam keluarga, maka orangtua juga perlu mencontohkan dengan bertutur kata lembut baik kepada anak-anak, nenek dan kakek, saudara dan kerabat, bahkan kepada mereka yang bekerja membantu di rumah. “Hal ini menunjukkan rasa hormat, sopan santun, selalu menghargai orang lain, dan tidak mudah berucap kasar kepada orang-orang di sekitar kita,” tambah Ibu Dessy.

Nah, tugas kalian adalah meniru perilaku baik yang telah ditunjukkan oleh Mama dan Papa. Jika orangtuamu melarang untuk menggunakan gadget saat makan malam, misalnya, lakukan dengan sepenuh hati, Kids. Pun, jika Mama dan Papa bertutur kata lembut kepada orang sekitar, kalian pun seyogianya berperilaku demikian. Kalian juga boleh, kok, mengingatkan orangtua jika mereka ‘lupa’ dengan pesan yang telah diucapkan.

Membangun Keluarga yang Kuat

Pesan-pesan kearifan keluarga ini, penting lho, untuk membangun keluarga yang kuat. Dan, pada akhirnya, berujung pula pada terciptanya bangsa yang kuat. Apalagi, saat ini di masyarakat sering tercipta konflik karena tidak bisa menerima perbedaan pandangan. Dan, konflik tersebut dipertajam dengan tutur kata yang kurang apik di berbagai sosial media.

“Inilah pentingnya seluruh anggota keluarga menjaga pesan kearifan. Apabila pesan kearifan benar-benar diwujudkan dan diwariskan terus menerus dalam keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, maka konflik seperti itu dapat diredam,” harap Prof. Paulus yang sangat menyambut baik Kampanye “95 pesan untuk Masa Depan Frisian Flag” ini.

Ya, semoga kita jadi ingat kembali akan pesan kearifan dari kakek-nenek atau orangtua kita, ya? Yuk, jalankan dengan sepenuh hati sebagai bekal dalam menghadapi tantangan di masa depan. (Efa)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *