Persiapkan Biaya Pendidikannya saat Berencana Punya Anak

Apa cita-citamu? Mau jadi Dokter, Pilot, Pengusaha, Programmer? Untuk mencapai semua itu, kita harus menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tak cukup hanya sampai SMA saja.

Setiap orangtua pasti ingin anak-anaknya bisa memperoleh pendidikan terbaik, hingga jenjang perguruan tinggi. Tapi, kian hari, biaya pendidikan semakin mahal. Untuk mewujudkan hal itu, butuh perencanaan Dana Pendidikan yang baik.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),  kenaikan biaya pendidikan mencapai 10% setiap tahunnya, loh. Untuk itu, orangtua perlu mempersiapkan dana pendidikan kamu sebagai prioritas jangka panjang. Bahkan, dana pendidikan sebaiknya dipersiapkan jauh sebelum anak memasuki jenjang pendidikan,  misalnya 5 tahun hingga 15 tahun sebelumnya. Artinya, orangtua perlu mempersiapkan dana pendidikan sejak berencana punya anak, alias saat kamu dan adik belum lahir.

Nah, berikut ini, adalah beberapa langkah-langkah yang perlu diketahui orangtua dalam merencanakan dana pendidikan anak:

Langkah pertama

Orangtua perlu mencari tahu besarnya biaya yang diperlukan untuk anak dapat bersekolah di lembaga pendidikan yang diinginkan. Lalu, mulailah lakukan perhitungan untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Sebaiknya, cari tahu biaya pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi.

Langkah kedua

Lakukan perkiraan  biaya pendidikan yang dibutuhkan pada saat nanti anak masuk sekolah. Cara menghitungnya cukup sederhana, “Misalnya total biaya yang dibutuhkan untuk kuliah saat ini adalah Rp 80.000.000. Maka untuk menghitung perkiraani biaya kuliah 10 tahun mendatang, biaya kuliah saat ini harus ditambahkan 10% per tahunnya dengan penambahan progresif hingga 10 kali,” ujar Bapak Anang Samsudin, selaku PR Manager Treasury, platform daring untuk beli, simpan dan jual Emas batangan serta perhiasan yang dapat diakses melalui Google Playstore dan Apps Store.

Nah, metode perhitungan yang sama juga perlu dilakukan untuk jenjang pendidikan TK, SD, SMP hingga SMA. Sehingga dapat diketahui estimasi biaya pendidikan secara menyeluruh sampai jenjang perguruan tinggi.

Langkah Ketiga

Orangtua perlu membuat strategi, salah satunya memilih instrumen keuangan untuk menyimpan dana pendidikan anak. Pilihlah instrumen yang nilainya cenderung naik dalam jangka panjang, seperti emas.

#PunyaSimpenan Emas dalam jangka panjang terbukti dapat memberikan imbal hasil yang optimal. Berdasarkan histori harga Emas di Goldprice.org, pada tahun 2009 harga Emas berada pada kisaran harga Rp 300.000/ gram dan saat ini harga Emas melonjak lebih dari dua kali lipat mencapai sekitar Rp 700.000.

Langkah Keempat

Lakukan review secara berkala terhadap simpanan yang berhasil dikumpulkan. Pastikan kembali dana pendidikan yang sudah terkumpul masih sejalan dengan biaya sekolah dan perguruan tinggi yang sebelumnya direncanakan. Apabila ada perubahan, segera lakukan perhitungan ulang untuk memastikan dana pendidikan masih sesuai rencana.

Dengan mempersiapkan dana pendidikan melalui #PunyaSimpenan Emas sesegera mungkin sebelum anak masuk sekolah, maka keuntungan dari kenaikan harga Emas dapat membantu menutupi biaya pendidikan anak.

Kini, orangtua bisa menyiapkannya dengan aman dan mudah lewat #PunyaSimpenan Emas mulai dari Rp 20.000,- (sebelum pajak) secara rutin untuk mempersiapkan dana pendidikan anak di Treasury.

“Untuk memberikan stimulasi bagi para orangtua agar memulai menyimpan Emas. Treasury memberikan Emas Gratis sebesar 0,03 Gram untuk setiap pengguna baru,” tutup Anang.

Saat bertransaksi di Treasury, pengguna juga bisa memilih harga Emas yang terbaik, karena cuma di Treasury harga Emas di perbaharui setiap menit. Hingga saat ini, Treasury sudah digunakan oleh lebih dari 13.000 pengguna di Indonesia.

So, menurut kamu, kapan sebaiknya para orangtua mempersiapkan Dana Pendidikan untuk anak-anak mereka?

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *