Saat sedang sakit, siapapun ingin ditemani, diperhatikan, dan dirawat. Diperhatikan saja, bisa membuat rasa sakit itu berkurang, ya, Moms? Apalagi untuk penyakit-penyakit berat yang membutuhkan jangka waktu lama dalam pengobatannya seperti kanker. Tentu peran pendamping (Caregiver) sangat-sangat dibutuhkan, Moms.

Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, spesialis Penyakit Dalam Hematologi & Onkologi Medik mengatakan, “Berdasarkan data di tahun 2018, jumlah penderita kanker di Indonesia sudah mencapai lebih dari 300 ribu orang, dan lebih dari 50 ribu-nya adalah penderita kanker payudara.”

Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, spesialis Penyakit Dalam Hematologi & Onkologi Medik

Bagi sebagian besar pasien, diagnosis kanker payudara metastatis (sudah menyebar di organ lain) sangat menegangkan dan terkadang sulit jika ditanggung sendiri. Pasien dengan kanker stadium lanjut seperti kanker payudara metastatis membutuhkan perhatian dan dukungan psikososial yang besar, guna membantu mengatasi tekanan psikologis pasien.

Menjadi Caregiver bagi pasien kanker payudara metastatis HR-positif, HER2-negatif merupakan suatu pekerjaan penting, dan sangat berperan dalam sistem perawatan kesehatan untuk membantu kesembuhan pasien tersebut.

Nah, untuk mengetahui lebih mendalam tentang Caregiving bagi pasien penderita kanker payudara metastatis HR-positif, HER2-negatif, Pfizer Indonesia pada Rabu, 30 September 2020 kemarin menyelenggarakan Webinar Caregiving Kanker Payudara.

Dalam kesempatan tersebut, DR. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, spesialis Penyakit Dalam Hematologi & Onkologi Medik menjelaskan, “Aktivitas seorang Caregiver sangat penting sebagai faktor penunjang penyembuhan pasien kanker payudara metastatis selama pelaksanaan perawatan di rumah untuk melanjutkan terapi yang dianjurkan oleh dokter dan setelah dirawat di rumah sakit oleh perawat.”

Ketua Makassar Cancer Care Community (MCCC), DR. Dra. Nurlina Subair, MSi

Sementara itu, Ketua Makassar Cancer Care Community (MCCC), DR. Dra. Nurlina Subair, MSi menerangkan, “Caregiving dapat dilakukan oleh siapa saja dengan memahami cara pelaksanaannya, baik oleh suami, anak yang sudah dewasa, orang tua, saudara lainnya, teman ataupun tetangga, sepanjang dipelajari untuk meredakan penderitaan dan meningkatkan kualitas hidup dari pasien dan keluarganya, serta membantu meningkatkan kehidupan psikososial dari pasien.”

5 Tips Caregiver yang Baik:

Pertama, jadilah jembatan informasi yang baik. Seorang Caregiver harus menjadi orang yang paling dipercaya oleh pasien dalam memberikan informasi tentang kondisinya.

Kedua, bertindaklah sebagai teman curhat. Sebagai seorang teman, bersikaplah sabar dan penuh empati bagi pasien dalam kesehariannya, sehingga dapat menjadi tempat curhat pasien.

Ketiga, pilih dan sajikan informasi yang baik dan benar. Seorang Caregiver harus bisa mengikuti informasi terkini dan mampu memberikan informasi yang benar kepada pasiennya.

Keempat, dorong pasien untuk bersosialisasi dengan kelompok support penyintas dan pasien kanker. 

Kelima, masyarakat sekeliling juga berperan sebagai Caregiver dengan memberikan semangat dan motivasi kepada pasien untuk meningkatkan kualitas hidupnya. 

dr. Dyana Suwandy, Pfizer Indonesia Medical Affairs Manager

“Pfizer mendukung proses dan upaya menjaga kualitas hidup pasien kanker payudara metastatis tidak hanya dari aspek terapi inovatifnya saja. Kami bekerjasama dengan berbagai komunitas peduli kanker payudara metastatis dalam menyediakan dukungan psikososial yang dibutuhkan pasien, menyelenggarakan program edukasi yang memberdayakan peran Caregiver dalam pengobatan, bertukar informasi, pengetahuan serta memberikan dukungan nyata bagi peran Caregiver di dalam organisasi penyintas kanker, khususnya bagi pasien penderita kanker payudara metastatis HR-positif HER2-negatif,” tutup dr. Dyana Suwandy, Pfizer Indonesia Medical Affairs Manager.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *