Pentingnya Menjaga Kebersihan di Lingkungan Rumah Sakit, Termasuk Lantai

Rumah sakit adalah tempat untuk kita berobat dan mendapat kesembuhan. Tapi, bagaimana kalau setelah mengunjungi rumah sakit, bukannya sembuh, kita malah tertular penyakit baru? Bahkan, orang yang tadinya sehat, bisa berbalik sakit sehabis mengunjungi rumah sakit. Waduh!

Bisa dibilang, rumah sakit itu sebenarnya ‘sarang’ penyakit. Ya, sebagai institusi pelayanan kesehatan, rumah sakit memang sangat rentan dengan penularan bakteri-bakteri penyakit. Maklum saja, segala macam pasien dengan berbagai jenis penyakit ada di sana. Tak hanya itu, lingkungan rumah sakit yang tidak bersih dapat menambah risiko penyebaran infeksi, loh!

“Riset membuktikan bahwa lingkungan rumah sakit yang tidak higienis berpotensi menjadi sumber infeksi. Awalnya, bakteri pada tubuh pasien menempel pada permukaan sekitar pasien. Bakteri ini lalu hidup dan bertahan pada permukaan, lalu mengkontaminasi benda dan orang atau pasien lain. Bakteri lalu berpindah dari satu orang ke orang lainnya, sehingga bakteri dari pasien rawat sebelumnya akhirnya menjangkiti pasien rawat berikutnya,” terang dr. Anis Karuniawati, SpMK., Ph.D selaku Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinis pada ajang diskusi “Indonesia Hygiene Forum” yang digelar oleh PT. Unilever Indonesia dan PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) beberapa waktu lalu.

Seluruh pembicara dalam sesi diskusi Indonesia Hygiene Forum persembahan Unilever Indonesia bersama PERSI berfoto bersama. Diskusi interaktif yang mengangkat tema “Pentingnya Kebersihan Seluruh Permukaan Fasilitas di Lingkungan Rumah Sakit untuk Pencegahan Infeksi” tersebut digelar di kawasan Sudirman, Jakarta (28/03/19)

Oleh karena itu, higienitas menjadi sangat penting karena semakin rendah jumlah bakteri dalam lingkungan, semakin rendah pula risiko terjadinya infeksi. Itulah sebabnya, sangat penting untuk menjaga kebersihan seluruh permukaan baik itu fasilitas, ruangan maupun lingkungan rumah sakit sebagai perlindungan terhadap pasien, tenaga kesehatan, serta pengunjung dari bahaya infeksi.

Ketua PERSI, dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M. Kes. menyatakan, “Rumah sakit wajib melaksanakan program pencegahan dan pengendalian infeksi. Contohnya dengan membatasi penyebaran kuman dari atau antar pasien melalui cuci tangan dan penggunaan sarung tangan, melakukan desinfeksi (membunuh mikroorganisme penyebab penyakit) serta memastikan kebersihan lingkungan rumah sakit dan seluruh permukaan fasilitas rumah sakit, termasuk lantai.”

Ya, permukaan lantai seringkali masih luput dari perhatian. Padahal, penelitian yang dilakukan oleh Association of Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) tahun 2017 menemukan bahwa lantai rumah sakit memiliki risiko tinggi dalam menyebarkan infeksi, dimana lantai di ruang pasien terbukti mengalami kontaminasi bakteri.

“Tanpa kita sadari, pertukaran udara di dalam ataupun luar ruangan dapat membawa bakteri yang terdapat di lantai dan menyebarkan penyakit. Melalui diskusi ini, kami ingin membangkitkan kesadaran seluruh pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan higienitas rumah sakit secara lebih menyeluruh,” ujar Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia.

Untuk mendukung terciptanya kebersihan di lingkungan rumah sakit, ia menyatakan bahwa Unilever Indonesia terus berkomitmen untuk berinovasi dalam menciptakan produk yang berkualitas, salah satunya Wipol sebagai cairan desinfektan yang dapat menekan jumlah bakteri di semua permukaan lantai. Wipol mengandung pine oil yang terbukti mampu membunuh kuman di lantai dengan efektif sekaligus memberikan perlindungan menyeluruh dengan berbagai fungsi dan wewangian dari bahan-bahan alami. (Foto: Istimewa)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *